Pembuatan Pupuk Kompos dari Enceng Gondok Sebagai Upaya Konservasi dan Pelestarian Danau Tondano

Authors

  • Juliet Merry Eva Mamahit
  • Joko Purbopuspito
  • Sandra Pakasi
  • Parluhutan Siahaan Department of Biology Sam Ratulangi University

DOI:

https://doi.org/10.35801/tsj.v8i1.65015

Abstract

Abstrak

 

Peleloan adalah sebuah kelurahan yang terdapat di wilayah Kecamatan Tondano Selatan. Bagian Timur daerah ini berbatasan dengan Danau Tondano yang tentunya menambah keasrian dan keindahan untuk dijadikan daerah pariwisata. Permasalahan yang dihadapi danau Tondano yaitu keberadaan Karamba Jaring Apung, dengan pemberian pakan bagi ikan di karamba yang berlebihan menyebabkan banyaknya unsur hara yang mengendap sehingga mempercepat perkembangan enceng gondok (Eichornia crassipes). Untuk itu perlunya inovasi bagi masyarakat setempat  tentang  pemanfaatan tanaman enceng gondok.  Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu masih kurangnya pengetahuan dalam pengolahan dan pembuatan kompos dari enceng gondok. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini yaitu PRA (participatory rural appraisal) yaitu peran serta aktif seluruh mitra yang terlibat. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Lewat upaya penyuluhan dan pendampingan, mitra lebih mandiri dan mendapatkan ketrampilan dalam pengolahan sampah organik dari limbah enceng gondok yang pada akhirnya menambah add value dari mitra.

 

Kata kunci: Peleloan, Kompos, Eichhornia crassipes, Danau Tondano

 

Abstract

 

Peleloan is an urban village located in the South Tondano District. The eastern part of this area borders Lake Tondano, which enhances its natural beauty and makes it an attractive tourism destination. The main problem faced by Lake Tondano is the presence of floating net cages Excessive feeding of fish in these cages leads to the accumulation of nutrients, which accelerates the growth of water hyacinth (Eichhornia crassipes). Therefore, there is a need for innovation among the local community, of Peleloan, regarding the utilization of water hyacinth plants. The issue faced by the community partners is their limited knowledge in processing and producing compost from water hyacinth. The method used in this community empowerment activity is Participatory Rural Appraisal (PRA), which emphasizes the active participation of all involved partners. The activities include education, training, and mentoring. Through these educational and mentoring efforts, the partners are expected to become more independent and acquire skills in processing organic waste from water hyacinth residues, ultimately providing added value to the community partners.

 

Keywords: Peleloan, Compost, Eichhornia crassipes, Lake Tondano

Downloads

Published

2026-02-20