SOSIALISASI DAN PELATIHAN DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN DAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DESA SARANI MATANI

Authors

  • Indri S. Manembu Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35801/tsj.v8i1.68859

Abstract

Abstrak

 

Limbah plastik merupakan permasalahan penting di wilayah pesisir karena berdampak terhadap kualitas lingkungan, estetika kawasan, kesehatan ekosistem, dan potensi ekonomi masyarakat. Desa Sarani Matani, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa merupakan kawasan pesisir yang menghadapi persoalan penumpukan sampah plastik, terutama botol plastik bekas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengelola limbah plastik melalui pendekatan 3R (reduce, reuse, recycle) serta pelatihan pembuatan produk bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan produk daur ulang berbahan dasar botol plastik. Materi kegiatan mencakup ekosistem pesisir dan laut, dampak sampah plastik terhadap lingkungan perairan, serta teknik pemanfaatan botol plastik menjadi produk kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya limbah plastik bagi ekosistem pesisir serta meningkatnya keterampilan peserta dalam mengolah botol plastik menjadi produk seperti sandal, lampion, tempat pensil, dompet, pot tanaman, dan produk kerajinan lainnya. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa produk daur ulang dan publikasi media daring. Program ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan yang dipadukan dengan pelatihan keterampilan produktif dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat pesisir dalam mendukung kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis ekonomi sirkular.

Kata kunci: daur ulang; ekonomi sirkular; limbah plastik; masyarakat pesisir; pengabdian kepada masyarakat

 

Abstract

 

Plastic waste is a major issue in coastal areas because it affects environmental quality, landscape aesthetics, ecosystem health, and local economic potential. Sarani Matani Village, Tombariri District, Minahasa Regency, is a coastal community facing plastic waste accumulation, particularly used plastic bottles. This community service program aimed to improve coastal community knowledge, awareness, and skills in managing plastic waste through the 3R approach (reduce, reuse, recycle) and training in producing economically valuable recycled products. The program was implemented through lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice in making recycled products from plastic bottles. The materials covered coastal and marine ecosystems, the impacts of plastic waste on aquatic environments, and techniques for converting plastic bottles into creative products. The results showed improved community understanding of the risks of plastic waste to coastal ecosystems and increased participant skills in transforming plastic bottles into products such as sandals, lanterns, pencil holders, wallets, plant pots, and other handicrafts. The program also produced recycled products and online media publication outputs. This activity demonstrates that environmental education combined with productive skills training can serve as an effective coastal community empowerment strategy to support environmental cleanliness while creating economic opportunities based on circular economy principles.

Keywords: circular economy; coastal community; community service; plastic recycling; plastic waste

Downloads

Published

2026-07-13