Pemberdayaan Masyarakat Tani Desa Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Tentang Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Pertanian dan Rumah Tangga

Community Empowerment of Kayuuwi Village Farmers, Kawangkoan District Regarding Organic Fertilizer Based on Agricultural and Household Waste

Authors

  • Utari Satiman Universitas Negeri Manado
  • Jouveline Rungkat Jurusan IPA, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian Universitas Negeri Manado Indonesia
  • Johan Batmetan 3Jurusan Teknologi dan Informasi, Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado Indonesia
  • Marthy Taulu Jurusan Biologi, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian Universitas Negeri Manado Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35799/vivabio.v7i2.62930

Abstract

The Community Service activity partners are the Farmer Community, who are members of the Berkat Kayuuwi Kawangkoan Minahasa farmer group, with the following problems faced by the partners: 1) Low knowledge of farmer group members about organic fertiliser. 2) Low skills of farmers in empowering agricultural waste and household waste into organic fertiliser. 3). Low knowledge and skills of farmers in innovating daily community life activities in Kayuuwi Village, Kawangkoan District, such as household activities, farming, livestock raising which are found to have much waste that can be used as raw materials for making organic fertiliser so that it can increase community income while improving the quality of the soil and the surrounding environment. The methods used to achieve the PKM objectives were carried out in stages and systematically, starting with outreach and training. Then, direct field assistance until all activities were completed and partner issues were resolved. In addition to theoretical training, participants were also involved in hands-on practice in making solid compost. They were taught how to use a simple shredder as part of the application of appropriate technology. Evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test results to assess participants' knowledge gains. The evaluation results showed a significant increase in farmers' understanding and skills, even reaching a 300% increase in some topics. Furthermore, organic fertiliser produced from agricultural and household waste was also directly utilised in peanut cultivation activities by farmer groups. This activity was not only educational but also productive because it encouraged farmers to be independent in meeting their fertiliser needs and opened up small business opportunities in organic farming.

ABSTRAK

Mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah Masyarakat Tani yang tergabung dalam kelompok tani Berkat Kayuuwi Kawangkoan Minahasa dengan permasalahan yang dihadapi mitra sebagai berikut: 1). Rendahnya pengetahuan anggota kelompok tani tentang pupuk organik. 2). Rendahnya keterampilan petani  dalam memberdayakan limbah pertanian dan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. 3). Rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam menginovasi aktifitas kehidupan masyarakat sehari-hari di Desa kayuuwi Kecamatan Kawangkoan, seperti aktivitas Rumah tangga, bercocok tanam, beternak yang didapati banyak limbahnya yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik sehingga bisa menambah pendapatan masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas tanah dan lingkungan sekitar.  Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan PKM dilakukan secara bertahap dan sistematis dimulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan langsung di lapangan sampai seluruh kegiatan selesai dan permasalahan mitra teratasi.  Selain pelatihan teori, peserta juga dilibatkan dalam praktek langsung pembuatan pupuk kompos padat. Mereka diajarkan menggunakan mesin pencacah sederhana sebagai bagian dari penerapan teknologi tepat guna. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan petani, bahkan pada beberapa topik mencapai kenaikan hingga 300%. Tidak hanya itu, pupuk organik yang dihasilkan dari limbah pertanian dan rumah tangga juga langsung dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya kacang tanah oleh kelompok tani. Kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga produktif karena mampu mendorong petani untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk serta membuka peluang usaha kecil di bidang pertanian organik.  

 

References

Aulia R.V., Pratiwi S.A., Putra C.A., dan Al H.F., dan Barrulanda R.J. 2024. Pemanfaatan Limbah Organik Pertanian Menjadi Pupuk Organik Cair di Desa Musir Lor Kabupaten Nganjuk. 2(3):383–90.

Azzahra A.N.K., Yudistira. D., Putri I.A., Ramadhan R.K., Ayunliana R.D.D., dan Rosi F. 2022. Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Lingkungan Melalui Penyuluhan Pupuk Organik di desa Sumberbulus, kecamatan Ledokombo-Jember. J. Pengabdi Pada Masy. 7(4):989–94.

Ilhamdi M.L, Handayani Y., Saputri A, M. Anjani, S.S., Najjah, E. dan Yulianingsih. 2019. Penyuluhan, Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik di Desa Kerumut Kecamatan Pringgabaya. J Pengabdi Magister Pendidik IPA.2(1).

Irsyad Y.M.M. dan Kastono D. 2019. Pengaruh Macam Pupuk Organik Cair dan Dosis Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung. Vegetalika. 8(4):263.

Kahandage, P., Rupasinghe C.P., Ariyawansha K.T., Piyathissa S.D.S. 2023. Assessing environmental impacts of chemical fertilizers and organic fertilizers in Sri Lankan Paddy fields through life cycle analysis. J. Dry Zo Agric. 9(1):45–65.

Krishnamurti S., A., Darmawati, D.R., dan Lukiwati. 2021. Pengaruh Pupuk Anorganik Dan Pupuk Kandang Diperkaya NP-Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Pulut (Zea mays Ceratina L.). Jurnal Buana Sains. 21(1):99–108.

Muas I., B. Hariyanto, L. dan Oktariana. 2020. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Buah Naga (The Influence of Organic Fertilizer to Growth and Production of Dragon Fruit ). 21–8.

Purwanto, R. dan Sangaji. 2022. Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik dan Paving Block di Kecamatan Demak. Jurnal Univers Tech. 1(1):17–23.

Sulistyaningsih C. R. 2019. Pengolahan Limbah Jerami Padi dengan Limbah Jamu Menjadi Pupuk Organik Plus. J Surya Masy. 2(1):58.

Syam N, Saida, C. dan Wicaksono. 2020. Pengaruh pemberian pupuk anorganik dan konsentrasi pupuk organik cair pada pertumbuhan setek lada (Piper nigrum l.). J Agrotek. 24(1):1–12. Available from: https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotek/article/view/91

Taher Y. A. 2021. Dampak Pupuk Organik dan Anorganik terhadap Perubahan sfat kimia tanah dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.). J. Menara Ilmu. 15(2):67–76.

Downloads

Published

2025-08-01

How to Cite

Satiman, U., Rungkat, J., Batmetan, J., & Taulu, M. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Tani Desa Kayuuwi Kecamatan Kawangkoan Tentang Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Pertanian dan Rumah Tangga : Community Empowerment of Kayuuwi Village Farmers, Kawangkoan District Regarding Organic Fertilizer Based on Agricultural and Household Waste. Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 7(2), 75–84. https://doi.org/10.35799/vivabio.v7i2.62930