Pengelolaan Keuangan Gereja pada GMIM Jemaat Tiberias Kima Bajo Wilayah Wori
Church Financial Management in The GMIM Congregation of Tiberias Kima Bajo Wori Region
DOI:
https://doi.org/10.35799/vivabio.v7i3.65115Keywords:
Non Profit; Pengelola Keuangan; Akuntabilitas; Transparansi;Abstract
Every existing organization will inevitably come into contact with organizational finances. An organization can run well thanks to financial support, whether in the form of contributions from individual members or from external parties. This also applies to non-profit organizations. Even though they are non-profit, they still deal with organizational funds because there are expenses that must be made for organizational activities or operations. These funds need to be accounted for in order to increase members’ trust in the organization’s administrators or leaders. The church is one example of a non-profit organization. Its purpose is to provide spiritual services to the congregation, which essentially does not demand compensation. However, members respond to this service by giving offerings. These congregational offerings are one of the church’s sources of income, in addition to other sources such as donations from various parties, whether in the form of funds or other assets. All of the church’s assets need to be reported as a form of accountability. Managing church finances is not easy and should not be taken lightly; it requires adequate accounting knowledge. Some financial managers feel they lack understanding of the church’s financial management system. For this reason, the PKM team will provide training on financial management at GMIM TIBERIAS Kima Bajo, Wori District. Those entrusted with managing church finances must be dependable; therefore, understanding how to record church transactions is essential for individuals chosen as treasurers.
ABSTRAK
Setiap organisasi yang ada pastinya akan bersentuhan dengan keuangan organisasi. Organisasi bisa berjalan dengan baik tidak lepas karena adanya dukungan dana apakah itu sumbangan orang pribadi anggota organisasi maupun yang dari luar organisasi. Begitu juga dengan organisasi nir laba, yaitu organisasi non profit. Sekalipun non profit tapi tidak lepas bersentuhan dengan dana organisasi oleh karena pembiayaan pembiayaan yang harus dikeluarkan dalam rangka kegiatan atau operasional organisasi. Dana tersebut tentunya perlu dipertanggungjawabkan agar dapat meningkatkan rasa kepercayaan anggota terhadap pengurus atau pimpinan organisasi. Gereja merupakan salah satu contoh organisasi non profit. Tujuannya adalah memberikan pelayanan rohani kepada jemaat, yang sebenarnya tidak menuntut imbalan tetapi jemaat dengan kesadaran merespon bagian dari pelayanan itu dengan memberikan persembahan. Persembahan jemaat ini merupakan salah satu sumber pendapatan gereja, di samping sumber yang lain seperti donatur dari berbagai pihak baik berupa dana maupun asset lainnya. Semua asset yang di miliki gereja ini perlu di laporkan sebagi bentuk pertanggungjawaban. Menjadi pengelola keuangan gereja tidaklah mudah dan jangan dianggap enteng, dibutuhkan pengetahuan akuntansi yang cukup. Sebagian pengelola keuangan merasa kurang paham akan sistem pengelolaan keuangan di gereja untuk itu tim PKM akan memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan keuangan di GMIM Jemaat TIBERIAS Kima Bajo Wilayah Wori. Menjadi pengelola keuangan di gereja harus dapat diandalkan untuk itu pemahaman akan pencatatan transaksi di gereja harus dimiliki oleh orang orang yang dipilih sebagai pemegang kas.
References
Jusup, A.L. H. 1999. Dasar-dasar Akuntansi, Ed 5, penerbit YKPN, Yogyakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012. Karakteristik Organisasi Nirlaba. PSAK No. 45, No. 109.
Ikatan Akuntansi Indonesia, Jakarta. Nurkamila Dewi, Desy Farina, Penyusunan Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Berdasarkan Isak Nomor 35 (Studi pada Masjid Nurul Iman Tabek Nagari Banja Loweh Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota), Jurnal Akuntansi Syariah, Vol 2, No 1, Februari 2022
Reza Muhammad Rizqi, M.Ak, Nurfadliyah, M.S.A, Penyusunan Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (Psak) Nomor 45 (Studi Pada Masjid Al-Iman Bukit Tinggi), Jurnal Tambora Vol. 4 No. 2 Juli 2020
Victorina Tirayoh, Gerald Tamuntuan, Harijanto Sabijono, Pelatihan Pembukuan Organisasi Nirlaba pada Gereja Kegerakan Roh Kudus Desa Talawaan Kecamatan Talawaan Kab. Minahasa Utara. Jurnal Techno Science Vol.6 (No. 2), 2024:32-39 https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/tsj/article/view/60086/48403
Konsep Pembukuan akuntansi nirlaba tanpa mencari profit https://www.dconsulting.id/blog/konsep-pembukuan-akuntansi-nirlaba-tanpa-mencari-profit/
Pembukuan sederhana untuk perusahaan profit. nirlaba https://zahiraccounting.com/id/blog/pembukuan-sederhana-untuk-perusahaan-nirlaba/
Non Profit statement of financial position https://www.jitasagroup.com/jitasa_nonprofit_blog/nonprofit-statement-of-financial position/
Nainggolan, N., D. Pandiangan, H.S. Adinata, dan P. Mutu. 2024. PKM Pasang Panel Surya Oven Biovina untuk Perbaikan Bahan Baku : Penurunan Kadar Air dan Kontaminasi Kapang. Vivabio vol 6, no 2 152-159. DOI: https://doi.org/10.35799/vivabio.v6i2.58421
Pandiangan, D., S. Sintaro, N. Nainggolan, dan V. Nainggolan. 2023. Pemberdayaan Perempuan pada Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Perbaikan Alat Pengering CV Biovina Terbuka Matahari Menjadi Teknologi Tertutup yang Beraliran Udara. JPAI Jurnal Perempua dan Anak Indonesia vol 5 no 1 September 2023 DOI: https://doi.org/10.35801/jpai.5.1.2023.53290
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
