Perbedaan umpan dan waktu pengoperasian pancing dasar terhadap hasil tangkapan di Teluk Manado

Febrik Stopers Manahonas, Alfret Luasunaung, Lefrand Manoppo, Johnny Budiman, Lusia Manu

Abstract


One of the important economic resources of North Sulawesi waters is demersal fish, such as deep sea red snapper. These fish live around the bottom with complex topography, so that not all fishing gears can be operated in that area, except bottom hand line. This fishing gear has been widely used by coastal communities in North Sulawesi to catch demersal fishes, since it is simple, cheap, and easy to manage with a small boat.  Although the gear’s design has evolved over centuries, there is still potential to develop for environmental safety and sustainability. The objective of this research was to study the effect of different baits and operation times on the fish catch and identify the fish species. This research was done in Manado Bay waters, North Sulawesi, on July to October 2018, using an experimental method. The baits were mackerel fish (Decapterus sp), frigate tuna (Auxis rochii), squid (Loligo sp), and anchovies (Stolephorus sp). This fishing gear was operated in the morning and afternoon. The study applied randomized block design. Results found 67 fish consisting of 5 species. ANOVA showed that bait types gave significant effect on the fish catch, but operation time did not significantly affect the catch.  BNT test revealed that the use of mackerel bait did not give significantly different effect on fish catch from that of squid bait, but very significantly different effect on the fish catch from that of frigate tuna bait and anchovy bait.

ABSTRAK

Salah satu sumberdaya ekonomis penting perairan Sulawesi Utara adalah ikan demersal seperti kakap merah laut dalam. Jenis-jenis ikan ini hidup di dasar perairan dengan topografi yang kompleks, sehingga tidak semua alat tangkap dapat dioperasikan di daerah tersebut, kecuali alat tangkap pancing dasar. Pancing dasar merupakan salah satu alat tangkap yang umum digunakan oleh masyarakat nelayan untuk menangkap ikan demersal, karena konstruksinya sederhana, relatif murah dan mudah dioperasikan dengan kapal ukuran kecil. Walaupun alat tangkap ini telah berkembang sejak lama, tetapi efisiensi penangkapan ikan dan selektivitasnya masih memiliki potensi pengembangan untuk memenuhi kriteria ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengharuh jenis umpan dan waktu operasi terhadap hasil tangkapan pancing dasar, dan mengidentifikasi jenis-jenis ikan yang tertangkap. Penelitian ini dikerjakan di perairan Teluk Manado pada bulan Juli – Oktober 2018, yang didasarkan pada metode eksperimental fishing. Umpan yang digunakan terdiri dari ikan layang (Decapterus sp), tongkol (Auxis rochii), cumi-cumi (Loligo sp), teri (Stolephorus sp) yang tersedia selama penelitian.  Alat tangkap ini dioperasikan pada pagi hari dan sore hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok. Hasil tangkapan total sebanyak 67 ekor, yang terdiri dari 5 spesies ikan.  Analisis sidik ragam menunjukan bahwa perbedaan jenis umpan pada pancing dasar memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil tangkapan. Tetapi perbedaan jam operasi  tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan. Hasil uji BNT untuk perlakuan menunjukkan bahwa penggunaan umpan layang tidak berbeda nyata dengan umpan cumi, tetapi berbeda sangat nyata dengan umpan tongkol dan umpan teri.


Keywords


Pancing dasar; ikan demersal; jenis umpan; waktu operasi; Teluk Manado.

Full Text:

PDF

References


Allen G. 2000. A field guide for anglers and diver. Marine Fishers of South-East Asia, 292 p. Peripus.

Allen G, Steene R, Human, Deloach C, 2003. Feef fish identifikasi tropikal pasifik , 484 p. Standard industri Ptd Singapura.

Atema J. 1971. Structures and functions of the senses of taste in the catfish (Ictalurus natalis). Brain Behav. Evol., 4, 273-94.

Atema J. 1980. Chemical senses, chemical signals and feeding behaviour in fishes. In: Fish behaviour and its use in the capture and culture of

fishes. Pp. 57-101. ICLARM conf. Proc. 5 Manila.

Badrudin, M. 1998. Sumberdaya ikan demersal. Dalam: Potensi dan penyebaran sumberdaya ikan laut di perairan Indonesia, Komisi nasional pengkajian stok sumberdaya ikan laut. 139-155

Connell, S.D, M.A Samoilys., M.P.L. Smith., J. Legata, 1998. Comparisons of abundance of corai-ref fish: Catch and effort suverys vs visual census . Autralian Jurnal of Ekology 23: 579-586.

Ferno A, Solemdal P, Tilseth S. 1986. Field studies on the behaviour of whiting (Gadus merlangus) toward baited hooks. Fisk Dir. Ser. Hav. Unders. 18,83-95.

Http:/www.dkp.go.id. 2008. Buku petunjuk teknis (Juknis) penangkapan ikan ramah lingkungan. DKP. 2 hal.

Lokkeborg S. 1994. Fish behaviour and long line. In: Marine fish behaviour in capture and abundance estimation, (9-27). Fishing News Books.

Ram, D. C. 1995. Dynamics of the deepwater snapper (Pristipomoides) resources in tropical Australia. Joint FFA/SPC Workshop on the management of South Pacific Inshore fisheries. Noumea. New Caledonia, 26 June-7 July 1995.

Reppie E. 2010. Pengaruh Minyak Cumi Pada Umpan Bubu Dasar Terhadap Hasil Tangkapan Ikan-Ikan Karang. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. Vol VI, No. 3. Desember 2010. ISSN 1411-9234 (140-143)

Suman, A. 2007. Hasil Penelitian Stok Sumberdaya Ikan Demersal Laut Dalam di Perairan ZEE Samudera Hindia Sebelah Selatan dan Barat Sumatera (Kerjasama Penelitian antara Pemerintah Indonesia dan Jepang)

Steel, R.G.D. and J.H. Torrie, 1989. Principles and procedures of statistics. Approach. 2nd ed. Mc Graw Hill International Book Company. London. 633 p.

Wilson EO, Bossert WH. 1963. Chemical communication among animals. Recent Prog. Hormone Res. 19, 673-716.




DOI: https://doi.org/10.35800/jitpt.4.2.2019.24228

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

<iframe style="border: 0px #ffffff none;" name="statistik" src="https://author.my.id/widget/statistik.php?sinta=5562&amp;gs=47iSrsQAAAAJ&amp;sc=1" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no" width="100%" height="250px"></iframe>