Seasonal variation in meat and liver histopathology of white snapper (Lates calcarifer) from mercury-polluted Kao Gulf Waters, North Halmahera, Indonesia

Azis Husen, Endang Yuli Herawati, Yenny Risjani

Abstract


Title (Bahasa Indonesia): Histopatologi daging dan hati ikan kakap putih (Lates calcarifer) pada musim berbeda dari Perairan Teluk Kao yang tercemar merkuri (Hg), Halmahera Utara, Indonesia.

 

Fish caught in Kao Gulf waters has been contaminated by mercury in low concentration. This study aimed to identify and analyze the impact of mercury (Hg). Water, sediment and fish samples were taken using a plastic scoop, a grab, and fishing. Hg content analysis used AAS (atomic absorption spectrophotometer). While the histopathological analysis of the fish meat and liver used automated slide stainer and microscope. Hg concentration of Kobok and Taolas river water in dry season and rainy season was not safe to consume according to Indonesian National Standard of 7387/2009 for natural mineral water. Hg concentration of the sediment also did not meet the Indonesian quality standard according to Government Regulation Numbered 82/2001. Fish were still allowed to be consumed. The meat and liver histopathology  in dry and rainy season had tissue cell change, such as edema, degeneration hydrophic, and lamellae fusion.

 

Ikan yang tertangkap di Perairan Teluk Kao telah terkontaminasi dengan merkuri dalam jumlah rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak pencemaran merkuri (Hg) dengan menginformasikan keamanan konsumsi ikan Kakap Putih di perairan Teluk Kao Halmahera Utara.  Sampel air diambil mengunakan gayung plastik, sampel sedimen dengan alat grab sampler sedangkan sampel ikan mengunakan alat pacing. Analisis kandungan Hg air, sedimen dan ikan dengan metode AAS (atomic absorption spectrophotometer). Analisis histopatologi daging dan hati ikan dengan alat automated slide stainer dan mikroskop. Hasil menunjukkan bahwa Nilai Hg air sungai Kobok dan Taolas pada musim panas dan musim hujan tidak layak dikonsumsi menurut SNI 7387/2009. Konsentrasi Hg dalam sedimen juga tidak memenuhi Standar Baku Mutu Indonesia menurut Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001.  Ikan kakap putih masih diizinkan untuk dikonsumsi. Histopatologi daging dan hati ikan kakap putih pada musim panas dan musim hujan yang mengalami perubahan jaringan sel, seperti mengalami edema, degenerasi hidropis, dan fusi lamellae.


Keywords


Pollution; mercury(Hg); histopathology; white snapper

Full Text:

PDF

References


AL QODRI, A. H. (1999) Pemilihan Lokasi Budidaya Ikan Kerapu. Seminar Nasional Penelitian dan Diseminasi Teknologi Budidaya Laut dan Pantai. Desember 1999.

ACHMAD, R. (2006) Kimia Lingkungan. Yogyakarta: Andi.

ARIAWAN, I. K. (1994) Beberapa Istilah dan Peubah Penting dalam Pengelolaan Mutu Air tambak pada budidaya Udang Intensif. Jepara: Balai Budidaya Air Payau.

ASDAK, C. (2001) Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai DAS. Yogyakarta: UGM Press.

APHA (2005) Standar Methods for the Examination of Water and Wastewater. 19th edition. Washington DC: 3-37-3-77.

BROOKS, G.F. et al. (1989) Medical Microbiology, 19th Edition. California: A Large Medical Book, San Matters.

CONNEL, D.W. and MILLER, G.J. (1995) Kimia dan Ekotoksiologi Pencemaran. Terjemahan. Jakarta: Universitas Indonesia.

DARMONO (1995) Logam Dalam Sistem Biologi Makhluk hidup. Jakarta: UI Press.

DARMONO (2008) Lingkungan Hidup dan Pencemaran: Hubungannya Dengan Toksikologi Senyawa Logam. Jakarta: UI Press.

DARMONO (2001) Lingkungan Hidup dan Pencemaran: Hubungannya Dengan Toksikologi Senyawa Logam. Jakarta: UI Press.

DARMONO (2005) Toksikologi Logam Berat, Surabaya.

KURNIAWAN, W. (2008) Hubungan Kadar Pb dalam Darah Dengan Profil Darah pada Mekanik Kendaraan Bermotor di Kota Pontianak. Semarang: Program Pasca-sarjana Universitas Diponegoro.

DAHURI, R. (2001) Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Edisi 3. Jakarta: Penerbit PT. Pradnya Paramita.

DAHURI, R. et al. (1996) Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

DINIAH (1995) Korelasi Antara Kandungan Logam Berat Hg, Cd, dan Pb pada beberapa Ikan Konsumsi Dengan Tingkat Pencemaran di Perairan Teluk Jakarta. Tesis. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN HALMAHERA UTARA (2007) Rencana tata ruang laut, pesisisr dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Halmahera Utara. Tobelo.

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN HALMAHERA UTARA (2008) Rencana tata ruang laut, pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Halma-hera Utara. Tobelo.

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN HALMAHERA UTARA (2011) Rencana tata Ruang Laut Pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Halmahera Utara. Tobelo.

EDWARD (2008) Pengamatan Kadar Merkuri di Perairan Teluk Kao (Halmahera) dan Perairan Anggai (Pulau Obi) Maluku Utara. Makara, Sain, 12 (2), pp. 97-101.

EFFENDI, H. (2003) Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Cetakan Kelima. Yogyakarta: Kanisius.

EPA-OHIO (2001) Sediment Sampling Guide and Methodologies. 2nd Edition. Environmental Protection Agency, State of Ohio.

FAO (2007) The state of the World Fisheries and Aquaculture 2006. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

HAMID, M. (2011) Konsentrasi Merkuri Pada Air Laut, Sedimen dan Kerang Darah (Anadara granosa Linn.) di Perairan Teluk Kao dan Guraping Halmahera Maluku Utara. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

HOOLE, D. et al. (2001) Diseases of Carp and other Cyprinid Fishes. USA: Wiley-Blackwell Science.

IKINGURA, J. R. and AKAGI, H. (1999) Methylmercury production and distribution in aquatic systems. The Science of Total Environment, 234, pp. 109-118.

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI No. 907/MENKES /SK/VII /200 Tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.

KEPUTUSAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP RI No 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut.

KOESUMADINATA, S. and SUTRISNO (1997) Penentuan toksisitas letal dan ambang konsentrasi aman herbisida 2,4-D dimetil amina, isopropil glifosat dan butaklor pada benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 3 (2), pp. 18-26.

LINDQVIST, O. et al. (1984) Mercury in Swedish environment: global and local source. Swedish Environmental Protection Board Report No. 1816. Stockholm: Swedish Environmental Protection Board.

MANCE, G. (1987) Pollutan Threat of Heavy Metals in Aquatic Environmens. New York: Elsevier Applied Science.

MENKLH (1988) Keputusan Menteri Kependudu-kan dan Lingkungan Hidup Nomor: 02/MENKLH/1988, tentang pedoman pene-tapan baku mutu lingkungan. Sekretariat MENKLH.

NANTY, I.H. (1999) Kandungan Logam Berat Dalam Bahan Air Dan Sedimen Di Muara Way Kambas Dan Way Sekampung. Tesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

NYBAKKEN, J.W. (1992) Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Terjemahan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

PALAR, H. (2008) Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: PT Rineka Cipta.

PASZTOR I., THURY, P. and PULAI, J. (2009) Chemical oxygen demand fractions of municipal wastewater for modeling of wastewater treatment. International Journal of Environmental Science & Technology, 6 (1), pp. 51-56.

PERATURAN PEMERINTAH RI No. 82 Tahun 2001 Tanggal 14 Desember 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air danPengendalian Pencemaran Air.

PERATURAN PEMERINTAH RI No. 20 Tahun 1990 Tentang Pengendalian dan Pencemaran Air.

PITCHER, T.J., et al. (2008) Raiding the larder: a quantitative evaluation framework and trophic signature for Seamount food webs. In: Pitcher, T.J. and Bulman, C., Seamounts: Ecology, Fisheries & Conservation. UK: Blackwell, Oxford, pp. 282-295.

POLEKSIC, V., LENHARDT, M., JARIC, I., DJORDJEVIC, D., GACIC, Z., CVIJANOVIC, G. and RASKOVIC, B. (2010) Liver, gills, and skin histopathology and heavy metal content of the danube sterlet (Acipenser ruthenus Linnaeus, 1758). Enviromental Toxicology and Chemistry, 29 (3), pp. 515-521.

RAHMAN, A. (2006) Kandungan logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada beberapa jenis krustasea di Pantai Batakan dan Takisung Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Bioscientiae, 3, pp. 93-101.

ROBERTS, R.J. et al. (1986) Field and Laboratory Investigations intoUlcerative Fish Diseases in the Asia-Pasific Region. Bangkok: FAO Project.

SALMIN, (2005) Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Oseana, 30 (3), pp. 1-6.

SANUSI and HARPASIS, S. (1980) Sifat-sifat logam berat merkuri di lingkungan perairan tropis. Pusat Studi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan. Bogor: Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor.

SUTIKA, N. (1989) Ilmu Air. Bandung: Universitas Padjadjaran.

SUDIONO, J. (2003) Ilmu Patologi. Denpasar: EGC.

SYAFRIADIMAN (2010) Toksisitas limbah cair minyak kelapa sawit dan uji sub lethal terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus). Berkala Perikanan Terubuk, 38 (1), pp. 95-106.

TANJUNG, S. D. (1982) The Acute Toxicity and Histopathology of Brook Trout (Salfelinus fontinalis mitchill) Exposed to Aluminium in Acid Water. Dissertation. ETD Collection for Fordham University. Paper AAI8219262.

UNDERWOOD, J. C. E. (1992) General and Systematic Pathology. New York: Churchill Livingstone pp. 133-136.

UNEP (1992) Water Quality Assessment. Chapman, D. (Ed.). London: Chapman and Hall, Ltd.

WHO (2004). Hydrogen cyanide and cyanides, Human health aspects, Conicies Internatonal Chemical Assesment 61. Dokumen Geneva.

ZAM, Z.Z. (2008) Profil Sebaran Merkuri di Daerah Penambangan Emas Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Barat Propinsi Maluku Utara. Tesis. Yogyakarta: Program Studi Ilmu Kimia Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


   e-ISSN 2337-5000

 

Terindeks oleh:

Image result for google scholar

Logo IPI