Geographic information system-based area suitability analysis for seaweed cultivation in South Halmahera Regency

Muslim Hi Salim, Hengky J Sinjal, Ridwan Lasabuda

Abstract


Title (Bahasa Indonesia): Kesesuaian lahan budidaya rumput laut berdasarkan sistem informasi geografi di Kabupaten Halmahera Selatan

 

The purpose of this study was to determine the development of seaweed cultivation area based on Geographic Information System (GIS) in South Halmahera District Joronga Islands. Determination of the coordinates used a GPS (Global Positioning System). Physical parameters, such as current and visibility, used a flow-meter and Secchi disc, respectively, while temperature and dissolved oxygen measurements used a 550A YSI Instrument. Water salinity was measured using refractometer and pH used litmus paper. Total study area was 4,202.96 ha covering Gonone, Tawabi, and Pula Gala. All data were analyzed and interpolated using the tools of ArcGIS 10.1 to yield a suitability map image. The highly suitable area for seaweed culture (S3) found covered 719.77 ha.


Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan area pengembangan budidaya rumput laut berdasarkan Sistem Informasi Geografi (SIG) di Kepulauan Joronga Kabupaten Halmahera Selatan. Penentuan  koordinat menggunakan GPS (Global Positioning System). Pengukuran parameter kualitas perairan dan pengamatan kondisi keberadaan lokasi.  Pengukuran parameter fisika berupa arus dan kecerahan masing-masing menggunakan flow-meter dan sechi disk, sedangkan pengukuran suhu serta oksigen terlarut menggunakan water test YSI Instrumen 550A, adapun pengukuran salinitas menggunakan Refraktometer dan pH menggunakan kertas Lakmus.  Semua data dianalisis selanjutnya diinterpolasi menggunakan tools Arcgis 10.1 menghasilkan gambar peta kesesuaian. Wilayah yang sangat sesuai untuk budidaya rumput laut(S3)adalah 719,77 hektar.


Keywords


GIS; seaweed; mariculture; Halmahera

Full Text:

PDF

References


ADIPU, Y. (2013) Kesesuaian lahan Budidaya Laut Diperairan Kabupaten Bolomongondow Selatan Sulawesi Utara. Manado: Universitas Sam Ratulangi.

AFFAN, J.M. (2012) Identifikasi Lokasi Keramba Jaring Apung (KJA) Berdasarkan Faktor Lingkungan Dan Kualitas Air Di Perairan Pantai Timur Bangka Tengah. Banda Aceh: Departemen Perikanan Universitas Syiah Kumala

ANONIM (2007) Modul Pelatihan ArcGis Tingkat Dasar. Banda Aceh: GIS Konsorsium Aceh Nias.

APRIDAR (2014) Daya Saing Ekspor Ikan Tuna Indonesi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

BAPPEDA (2012) Laporan Akhir Masterplan Pengembangan Kawasan Minapolitan. Kabu-paten Halmahera Selatan.

DKP. (2008) Profil Dinas Kelautan dan Perikanan. Kabupaten Halmahera Selatan.

EFFENDI, H. (2000) Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

INFO MEDIA (2013) Kementeraian Kelautan Perikanan Soroti Pengembangan Budidaya Laut. Tribunnews.com. Jakarta Tanggal 03 Desember 2013, hal. 2

IRFAN, M. (2015). Bioekologi Budidaya Laut Dan Cara Budidaya. Lembaga Penerbit Universitas Khairun, Ternate.

MARASABESSY, dkk. (2010) Pemantauan Kadar Logam Berat Dalam Air Laut Dan Sedimen Di Perairan Pulau Bacan, Maluku Utara. Makara Sains, 14(1): 32-38.

RATNASARI, A. (2014) Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis Untuk Penentuan Lokasi Budidaya Rumput Laut Di Perairan Teluk Gerupuk, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bogor: Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

WISNU A.R. dkk. (2007) Analisis kesesuain Perairan Pulau Karimun Jawa dan Pulau Kemujan Sebagai Lahan Budidaya Rumput Laut Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Pasir Laut, 3: 27-45.




DOI: https://doi.org/10.35800/jasm.5.2.2017.24564

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT



   e-ISSN 2337-5000

 

The JASM is published by the Graduate Program of Sam Ratulangi University (UNSRAT), Manado, North Sulawesi, Indonesia.