Coastal resources management in South Minahasa Regency, North Sulawesi Province

Christin R.M Malinggas, Indri S Manembu, Markus T Lasut

Abstract


Title (Bahasa Indonesia): Pengelolaan sumber daya pesisir di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara


South Minahasa regency has the potential of coastal resources and ecosystem services that can provide a positive impact on improving coastal community standards of living. Coastal resources in this area have been exploited through a variety of activities, and these activities often overlap one another. If this trend continues, it will cause a decrease in the quality of coastal resources. The decline in the quality of coastal resources, in turn, will negatively impact the livelihood of generations to come. For that reason, an integrated and sustainable management tool is urgently needed. This study aimed at designingdeveloping strategies for the management of coastal resources in the South Minahasa regency. Data for this study were obtained through field surveys using a questionnaire by interviewing stakeholders related to coastal resource use and management. The obtained data were analyzed using Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) known as the simple technique of multi attribute rating technique(SMART) with the Criterium Decision Plus (Criplus version 3.0.S) software. The results showed that the main priority of coastal resource management in South Minahasa regency is fishing, with the following management strategies applied, among other things: 1) establishment of a program or activity for fisheries, 2) providingsupporting infrastructure required by the public, 3) empowering the community in relation to functions and benefits of coastal resources, 4) informing the community on the use of environmentally friendly fishing gear, and 5) developing human resources through education and training activities related to the processing of fishery products.


KabupatenMinahasa Selatanmemiliki potensi sumber dayadan jasa pesisir yang dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. Sumber daya pesisir di daerah ini telah dieksploitasi melalui berbagai kegiatan, dan kegiatan-kegiatan tersebut seringkali tumpang tindih satu dengan lainnya. Jika hal ini terus berlangsung, maka akan menimbulkan penurunan kualitas sumber daya pesisir. Penurunan kualitas sumber daya pesisir memberikan dampak buruk bagi generasi yang akan datang. Untuk itu, diperlukan suatu pengelolaan secara terpadu dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengelolaan sumber daya pesisir di Kab. Minahasa Selatan. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui survey lapangan dengan menggunakan kuesioner pada stakeholderyang terkait dengan pengelolaan pesisir. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan metode Multi Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan teknik simple multi attribut rating technique (SMART) dan bantuan peragkat lunak Criterium Decision Plus (Criplus versi 3.0.S).Hasil penelitian menunjukan bahwa, prioritas utama pengelolaan sumber daya pesisir Kab. Minahasa Selatan adalah perikanan, dengan strategi pengelolaan,antara lain,yaitu:1) menetapkan program/kegiatan, 2) menyediakan infrastruktur penunjang yang dibutuhkan oleh masyarakat dan tepat sasaran, 3) melakukan pemberdayaan kepada masyarakat terkait fungsi dan manfaat sumber daya pesisir, 4) mensosialisasikan tentang penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan, 5) mengembangkan sumber daya manusia melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan terkait pengolahan produk hasil perikanan.


Keywords


south minahasa regency; coastal resources management; north sulawesi province

Full Text:

PDF

References


ANONIM. (2007) SK Bupati Minahasa Selatan Nomor 130 Tahun 2007 tentang Penetapan Lokasi kawasan konservasi laut daerah (KKLD) Kabupaten Minahasa Selatan.

ANONIM. (2014) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

BENGEN, D.G. (2000) Sinopsis Ekosistem dan Sumber Daya Alam Pesisir. Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

BILALODIN, SUNARDI, and EFFENDY, M. (2013) Analisis Kandungan Senyawa Kimia dan Uji Sifat Magnetik Pasir Besi Pantai Ambal. Jurnal Fisika Indonesia, 17(50): 29-31.

BROWN, B.E., DUNNE, R.P., GOODSON, M.S., and DOUGLAS, A. E. (2002) Experience Shapes The Susceptibility of A Reef Coral to Bleaching. Coral Reefs, 21: 119-126.

DURAND, S.S. (2010) Studi Potensi Sumberdaya Alam di Kawasan Pesisir Kab. Minahasa Selatan. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 6(1): 1-7.

KEKENUSA J.S., WATUNG, V.N.R. and HATIDJA, D. (2012) Analisis Penentuan Musim Penangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Manado Sulawesi Utara. e-jurnal.com/2013/10.

KURNIASARI, D.A. (2016) Pengaruh Pendapatan, Dependency Ratio dan Tingkat Pendapatan Nelayan Terhadap Pola

Konsumsi Rumah Tangga Nelayan di Pesisir Pantai Depok Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Ekonomi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

LINTANG, C.J., LABARO, I.L. and TELLENG, A.T.R. (2012) Referance Book. Sam Ratulangi University. Manado. 74p.

MANGKAI, S., HARAHAP, N., POLII, B. and SOEMARNO (2012) Analisis strategi pengelolaan hutan mangrove berkelanjutan di Kecamatan Tatapaan, Minahasa Selatan, Indonesia. Jurnal PAL, 3(1): 8-18.

SCHADUW, J.N.W. (2015) Bioekologi mangrove daerah perlindungan laut berbasis masyarakat Desa Blongko, Kecamatan Sinonsayang, Kab. Minahasa Selatan, provinsi Sulawesi Utara. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi, 2(1): 89-102.

SUPARMOKO, M., SUDIRMAN, D., SETYARKO, Y. and WIBOWO, H.S. (2014) Valuasi Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Yogyakarta: BPFE.

TANAUMA, A. and FERDY (2011) Potensi sumber daya alam Pasir Besi Pantai Arakan, Kab. Minahasa Selatan. Jurnal Ilmiah Sains, 2(2): 225-228.




DOI: https://doi.org/10.35800/jasm.5.2.2017.24568

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT



   e-ISSN 2337-5000

 

The JASM is published by the Graduate Program of Sam Ratulangi University (UNSRAT), Manado, North Sulawesi, Indonesia.