AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANALISIS KLT-BIOAUTOGRAFI DARI FRAKSI DAUN MANGGIS (Garcinia mangostana L.)

Authors

  • Ayu Natasya Paputungan
  • Widya Astuty Lolo
  • Imam Jayanto

DOI:

https://doi.org/10.35799/pha.8.2019.29326

Keywords:

Daun Manggis, Antibakteri, KLT- Bioautografi

Abstract

Mangosteen leaves have flavonoid compounds, tannins, and saponins that can be efficacious as antibacterial. The aim of this study was to determine the fraction of mangosteen leaves having an antibacterial effect and knowing the class of compounds identified as having antibacterial activity after TLC- Bioautography testing was carried out. The samples were extracted using 96% maceratarion method and fractioned using liquid-liquid fractionation method with methanol, n-hexane and ethyl acetate solvents, antibacterial activity using agar diffusion method (Kirby and Bauer) with 3 concetrations namely 10%, 20% and 30%. Thin Layer Chromatography (TLC) uses n-hexane and chloroform solvens. TLC-Bioautography uses contact bioautography methods. The resultd showed that mangosteen leaves in methanol fraction with a concentration of 30% had a very large inhibitory activity again Staphylococcus aureus and ethyl acetate fraction with a concentration of 30% had the gratest antibacterial activity against  Escherichia coli. The results of the TLC- Bioautography study showed that the flavonoids compounds after spraying with AlCl3 and the mangosteen leaf Biosutography test had inhibitory zone activity against the bacteria Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

 

Keywords: Mangosteen Leaves. Antibacterial, TLC Bioautography.

 

 

ABSTRAK

 

Daun manggis mempunyai senyawa flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi daun manggis memiliki efek antibakteri dan mengetahui golongan senyawa yang teridentifikasi memiliki aktivitas antibakteri setelah dilakukan pengujian KLT Bioautografi. Sampel diektrak dengan metode maserasi dengan pelarut 96% dan difraksinasi dengan metode  fraksinasi cair-cair dengan pelarut metanol, n-heksan dan etil asetat, aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar (Kirby and Bauer) dengan 3 kosentrasi yaitu 10%, 20% dan 30%. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan pelarut n-heksan dan klorofom. KLT-Bioautografi menggunakan metode bioautografi kontak. Hasil penelitian menunjukan daun manggis pada fraksi metanol  dengan kosentrasi 30% memiliki aktivitas zona hambat ppaling besar terhadapat bakteri Staphylococcus aureus dan fraksi etil asetat dengan kosentrasi 30% memiliki aktivitas antibakteri paling besar terhadap  Escherichia coli. Hasil penelitian KLT-Bioautografi menunjukan golongan senyawa flavonoid setelah disemprotkan dengan AlCl3 dan uji Bioautografi daun manggis memiliki aktivitas zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

 

Kata kunci : Daun Manggis, Antibakteri, KLT- Bioautografi.

Downloads

Published

2019-08-28

How to Cite

Paputungan, A. N., Lolo, W. A., & Jayanto, I. (2019). AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANALISIS KLT-BIOAUTOGRAFI DARI FRAKSI DAUN MANGGIS (Garcinia mangostana L.). PHARMACON, 8(3), 525–534. https://doi.org/10.35799/pha.8.2019.29326

Issue

Section

Articles