Peranan Organisasi Ikatan Keluarga Tobelo Galela (IKA TOGALE) Dalam Mengontrol Pemerintah Di Kabupaten Halmahera Selatan

Alfon Steko

Abstract


Peranan Organisasi Ikatan Keluarga Tobelo Galela (IKA TOGALE) Dalam  Mengontrol Pemerintah Di Kabupaten Halmahera Selatan.[1]

Oleh : Alfon Steko[2]

ABSTRAK

Penelitian tentang topik ini sangat menarik untuk dilakukan karena di Halmahera Selatan Suku terbanyaknya adalah Tobelo Galela sehingga secara langsung Organisasi Ikatan Keluarga Tobelo Galela dapat mempengaruhi dan menarik masyarakat untuk mendukung dan menopang jalannya roda Pemerintahan di Halmahera Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan peranan Ikatan Keluarga Tobelo Galela (IKA TOGALE) dalam mengontrol pemerintahanan di Halmahera Selatan.

Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah, konsep peranan yang di definisikan  sebagai seperangkat tingkat yang diharapkan dimiliki oleh orang yang  berkedudukan dalam masyarakat. Sedangkan peranan adalah bagian dari  tugas yang harus dilaksanakan oleh orang tersebut. Pendapat lain  dikemukakan oleh Blalock Jr., yang mengatakan bahwa peranan adalah  konsep yang dipakai untuk  mengetahui pola tingkah laku yang teratur  dan relatif bebas dari orang-orang tertentu yang kebetulan menduduki  berbagai posisi, dan menunjukkan tingkah laku. Jadi dapat dikatakan  bahwa peran yang dijalankan oleh individu tersebut berkaitan erat dengan posisi atau kedudukannya dalam suatu bentuk  sistem sosial  tertentu.

Selain konsep peranan tersebut konsep yang juga dipakai adalah konsep tentang kontrol social yang adalah merupakan suatu mekanisme untuk mencegah penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang berlaku. Dengan adanya kontrol sosial yang baik diharapkan mampu meluruskan anggota masyarakat yang berperilaku menyimpang / membangkang. Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, Kontrol sosial adalah segenap cara dan proses yang ditempuh oleh sekelompok orang atau masyarakat sehingga para anggotanya dapat bertindak sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakat itu sendiri. Maka kontrol sosial juga merupakan cara dan proses pengawasan yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak, mendidik, atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi norma dan nilai yang berlaku.

Dari penelitian yang dilakukan diperoleh data bahwa anggota DPRD yang memiliki latar belakang dari suku Tobelo Galela, mereka berada pada jajaran dewan pembina dengan sebuah harapan bahwa Togale sebagai hasil independen ketika terjadinya pembahasan-pembahasan anggaran yang merupakan hak budgeting  DPRD. Disitu Togale berperan menjadi mediatur untuk menyisipkan berbagai aspirasi-aspirasi masyarakat secara keseluruhan dan begitu pula aspirasi togale itu sendiri.

Kata Kunci : Peranan, Ikatan Keluarga Tobelo Galela dan Kontrol
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Negara Indonesia sebagai negara demokratis membutuhkan warga negara yang berbudaya politik partisan dan berorientasi setia atau mendukung sistem politik nasional. Warganegara yang berciri demikian inilah yang memang dibutuhkan bagi sistem politik demokrasi di Indonesia. Masyarakat yang berbudaya juga memiliki peranan penting dalam sistem politik suatu negara. Manusia dalam kedudukannya sebagai makhluk sosial, senantiasa akan berinteraksi dengan manusia lain dalam upaya mewujudkan kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup manusia tidak cukup yang bersifat dasar, seperti makan, minum, biologis, pakaian dan lain-lain, lebih dari itu, juga mencakup kebutuhan akan pengakuan eksistensi diri dan penghargaan dari orang lain dalam bentuk pujian, pemberian upah kerja, status sebagai anggota masyarakat, atau anggota suatu partai politik tertentu dan sebagainya.

Faktor penting dalam menciptakan efektivitas kelompok kepentingan adalah kemampuan untuk mengerahkan dukungan (support), tenaga dan sumber daya anggotanya. Menurut realitas social yang ada di Indonesia, Interest Group dapat diklasifikasi menurut Organisasi Kemasyarakatan yang ditinjau dari aspek agama, sosial budaya, kemasyarakatan, kepemudaan, profesi, kewanitaan, dan Kependidikan.Organisasi Kemasyarakatan Adalah organisasi yang anggotanya meliputi anggota masyarakat yang memiliki ideology, garis perjuangan (platform) serta komitmen yang sama dalam mencapi tujuan yang sama pula.

Terbentuknya  Ika Togale pada bulan Mei tahun 2007, bertujuan untuk menyampaikan tanggapan dan usulan-usulan yang positif terhadap pemerintah daerah, dan juga mempersatukan seluruh masyarakat yang bersuku Tobelo Galela yang ada di Halmahera Selatan dan juga ini merupakan suatu kepentingan politik dan social. Karena jika di bandingkan dengan beberapa suku yang ada di Halmahera Selatan masih lebih banyak masyarakat yang bersuku Tobelo Galela sehingga salah satu jaringan kekuatan politik bersumber dari masyarakat yang bersuku Tobelo Galela.

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Peranan.

Soekanto (2001: 268) memberikan pengertian tentang peranan, peranan merupakan aspek dinamis kedudukan (status), apabilah seseorang menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan. Pembedaan antar kedudukan dengan peranan adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan, keduanya tidak dapat di pisahkan, karena yang satu tergantung pada yang lain dan sebaliknya, tidak ada peranan tanpa ada kedudukan, atau kedudukan tanpa peranan, sebagaimananya dengan kedudukan, peranan juga mempunyai beberapa hal, seperti setiap orang mempunyai macam-macam peranan yang berasal dari pola-pola pergaulan hidupnya. Hal ini sekaligus berarti bahwa peranan menentukan apa yang di berikan oleh masyarakat kepadanya.

METODE PENELITIAN

Jenis dan Bentuk penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif.

Sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pemerintah

2. Pengurus Ika Togale

3. Anggota Ika Togale

4. Masyarakat

Metode Pengumpulan Data

1. Wawancara

2. Observasi

3. Studi Dokumentasi

Metode Analisa Data

Pada metode analisa data  yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif yaitu menguraikan serta menginterprestasikan data yang diperoleh di lapangan dari para informan. Penganalisaan ini didasarkan pada kemampuan nalar dalam menghubungkan fakta, data. Dan informasi, kemudian data yang diperoleh akan dianalisa sehingga diharapkan muncul gambaran yang dapat mengungkapkan permasalahan penelitian.

Keabsahan Data

Keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik  pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah  kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan (credibility),keteralihan (transferability), ketergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Penerapan kriterium derajat kepercayaan pada dasarnya  menggantikan konsep validitas internal dan nonkualitatif.

Kriterium ini berfungsi: pertama, melaksanakan inkuiri sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuanya dapat dicapai; kedua, menunjukan  Pengumpulan data Penyajian data Reduksi data Penarikan  Kesimplan atau verivikasi derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh  peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti.( Moleong,2002:17)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan saat penelitian dilakukan bahwa, konsep awal Togale terbentuk adalah Togale dinilai secara historis itu sangat terkebelakang dengan demikian, tujuan yang paling utama adalah togale menjadi satu rumah besar untuk menaungi masyarakat Halmahera Selatan yang begitu banyak suku-sukunya, dengan sebuah harapan bahwa suku Tobelo Galela menjadi pemimpin di Halmahera Selatan. Selain itu Tobelo Galela dipandang sangat tercerai-berai kekuatannya selama ini. Salah satu pengaruh terjadinya tercerai-berai itu karena Togale di anggap bahwa suatu komunitas di Maluku utara yang memang sangat tertinggal dari sisi SDM sehingga visi dan misi yang terbentuk dalam Ikatan Keluarga Tobelo Galela ini adalah andaikata Ika Togale ini bisa di dorong secara politik untuk menjadi seorang pemimpin di Halmahera Selatan maka prinsip mendasar yang ada pada Togale ini bisa mampu bekerja sama dengan seluruh suku-suku yang ada di wilayah Halmahera Selatan.(Noce Totononu)

Berdasarskan hasil penelitian  yang jelas bahwa Togale sebagai lembaga independensi, tentunya selaku mitra kerja yang walaupun bupati adalah ketua dewan pembina tetapi tidak terlepas pada kebijakan-kebijakan yang dilakukan selama ini Togale selalu mengambil bagian untuk memberikan kritikan-kritikan yang positif dalam rangka pengembangan Halmahera Selatan terutama dalam hal program-program kegiatan atau kebijakan yang tidak berpihak atau tidak pro rakyat, Togale selalu ada.

Namun selama ini kami melihat bahwa pemda Halmahera Selatan masih sesuai prosedur yang ada, dalam melakukan berbagai macam kebijakan sehingga selama ini di antara Ika Togale dengan pemda Halmahera Selatan selalu membangun kemitraan yang baik. Oleh karena di awali dengan komunikasi yang baik pula sehingga segala sesuatu yang salah atau keliru lebih cepat di selesaikan.

PENUTUP

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut :

Peranan Ika Togale  meliputi aspek-aspek keluarga, suku, dan agama sehingga di dalam proses politik peranan Ika Togale selalu mengedepankan aspek-aspek tersebut untuk mencapai tujuan - tujuan politik  dan tujuan organisasi Ika Togale. Untuk mempererat hubungan kekeluargaan Tobelo-Galela dalam prespektif “SARUMA” yang Holistik ( utuh ) dalam persamaan asal usul yang satu dari kemajemukan agama, golongan dan ras, yang saling melindungi dan menghidupkan.

SARAN

Adapun saran yang dapat penulis sampaikan berdasarkan pengamatan dan penelitian selama ini, antara lain:

Ika Togale sebagai organisasi etnis cultural harus menjadi penggerak masyarakat etnis Togale untuk berperan aktif dalam proses politik. Serta menjadi suatu wadah penggerak menujuh perubahan baik perubahan SDA maupun SDM masyarakat Halmahera selatan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Budiarjo, Miriam, 2008, Dasar-Dasar Ilmu Politik, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Charles f. Andrain. Kehidupan politik dan perubahan social th.1992

Durkheim, Email. 1983 The Division Of Labor In Society. New York : Free Press.

FarchanBulkin.Analisa Kekuatan Politik Di Indonesia.Pilihan Artikel Prisma.

Johnson, Allan G. 1991. The Forest for The Trees. An Introduction to sociological Thinking. Florida: Harcourt Brace Jovanovich, Inc.

Johnson, Doyle paul. 1988. Teori Sosiologi klasik dan Modern jilid 1 dan 2. Terjemahan MZ Lawang.. Jakarta: Gramedia.

Merdalis, drs. 2006.Metode Penelitian. Bumi Aksara, Jakarta

Miles, Matthew dan Huberman, A. Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tantang Metode-Metode Baru. Jakarta:UI Press.

Moleong, Lexy.2002. Metode penelitian kulaitatif. Bandung: Remaja Rosda  Karya.

Poerwandari, E. Kristi. 2007. Metode PenelitianSosial. Jakarta : Universitas Terbuka.

Simangunsong, Bonar. Ir. Drs, MSc. SE dan Sinuraya, Daulat. Ir, MM. 2004.Negara, Demokrasi dan Berpolitik Yang Profesional.Kharisma Virgo Print, Jakarta.

Sairin, Syafri. 2002. Perubahan Masyarakat Indonesia. Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soekanto, Soerjono. 1983. Beberapa Teori Sosiologi Tentang struktur Masyarakat Jakarta: Rajawali.

UU NO 17 tahun 2013 tentang Ormas.

 

SUMBER LAIN

http leonsratekf 17. Blogspot.com/2013/02/kelompok-kepentingan.html

http://ianbachruddin. blogspot. com  /2011/11/organisasi-negara-dan-organisasi.html.s

Mercubuana.ac.id - Dokumen Kelompok Kepentingan.

Replian.blogspot.com/2012/10/organisasi tradisional.html

rizkibotel.blogspot.com/2010/04/kelompok-kepentingan.html

rinodpk.blogspot.com/2013/11/50definisi-kekuasaan-menurut-para-ahli.html

 

 


[1] Merupakan Skripsi Penulis

[2] Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UNSRAT Manado


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Politico FISIP UNSRAT