KANTOR PENGELOLAAN DAN FASILITAS DISTRIBUSI TOTAL OIL DI BITUNG “ARSITEKTUR FUNGSIONALISME”
Abstract
Salah satu hasil pengolahan minyak bumi adalah Oil (Pelumas). Industri pelumas menjadi salah satu industri strategis yang mengalami pertumbuhan cukup pesat, dimana permintaan akan produk pelumas meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini dinilai didorong dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermesin yang banyak memerlukan produk ini serta perkembangan sektor industri yang meliputi produksi dan konstruksi.
Pelumas Total masuk ke pasar Indonesia sejak tahun 2003 melalui PT Total Oil Indonesia. Perusahaan Total Oil Indonesia merupakan investasi penuh dari Total SA dari Perancis. Pemasaran pelumas Total di Indonesia mencakup hampir semua sektor bisnis, meliputi sektor industri dan sektor otomotif kecuali sektor penerbangan. Seharusnya ada kantor pengolaan dan fasilitas distribusi Total Oil setingkat internasional di Indonesia. Khususnya di kawasan Asia Pasifik di daerah Indonesia Bagian Timur. Bitung adalah kota yang dipilih untuk menghadirkan konsep tersebut.
Perencanaan Kantor Pengelolaan dan Fasilitas Distribusi Total Oil di Bitung diharapkan mampu mengedepankan faktor fungsi dari bangunan. Maka tema Arsitektur Fungsionalimse dtetapkan untuk dapat dielaborasikan kedalam konsep perancangan.
Kata kunci: Pelumas, Total Oil Indonesia, Arsitektur FungsionalismeFull Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.35793/daseng.v6i1.14786
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Arsitektur DASENG UNSRAT Manado