ojs2 has produced an error Message: WARNING: unlink(/home/webserv/ejournal-web/cache/fc-pluginSettings-19-objectsforreviewplugin.php): No such file or directory In file: /home/webserv/ejournal-web/lib/pkp/classes/cache/FileCache.inc.php At line: 57 Stacktrace: File: (unknown) line (unknown) Function: PKPApplication->errorHandler(2, "unlink(/home/webserv/ejournal-web/cache/fc-pluginSettings-19-objectsforreviewplugin.php): No such file or directory", "/home/webserv/ejournal-web/lib/pkp/classes/cache/FileCache.inc.php", 57, Array(0)) File: /home/webserv/ejournal-web/lib/pkp/classes/cache/FileCache.inc.php line 57 Function: unlink("/home/webserv/ejournal-web/cache/fc-pluginSettings-19-objectsforreviewplugin.php") File: /home/webserv/ejournal-web/lib/pkp/classes/cache/FileCache.inc.php line 78 Function: FileCache->flush() File: /home/webserv/ejournal-web/classes/plugins/PluginSettingsDAO.inc.php line 59 Function: FileCache->setCache("enabled", Null) File: (unknown) line (unknown) Function: PluginSettingsDAO->_cacheMiss(Object(FileCache), "enabled") File: /home/webserv/ejournal-web/lib/pkp/classes/cache/GenericCache.inc.php line 63 Function: call_user_func_array(Array(2), Array(2)) File: /home/webserv/ejournal-web/classes/plugins/PluginSettingsDAO.inc.php line 50 Function: GenericCache->get("enabled") File: (unknown) line (unknown) Function: PluginSettingsDAO->getSetting("19", "objectsforreviewplugin", "enabled") File: /home/webserv/ejournal-web/lib/pkp/classes/plugins/PKPPlugin.inc.php line 376 Function: call_user_func_array(Array(2), Array(3)) File: /home/webserv/ejournal-web/lib/pkp/classes/plugins/LazyLoadPlugin.inc.php line 69 Function: PKPPlugin->getContextSpecificSetting(Array(1), "enabled") File: /home/webserv/ejournal-web/plugins/generic/objectsForReview/ObjectsForReviewPlugin.inc.php line 57 Function: LazyLoadPlugin->getEnabled() File: /home/webserv/ejournal-web/lib/pkp/classes/plugins/PluginRegistry.inc.php line 66 Function: ObjectsForReviewPlugin->register("generic", "plugins/generic/objectsForReview") File: /home/webserv/ejournal-web/lib/pkp/classes/plugins/PluginRegistry.inc.php line 137 Function: PluginRegistry->register("generic", Object(ObjectsForReviewPlugin), "plugins/generic/objectsForReview") File: /home/webserv/ejournal-web/lib/pkp/classes/core/Dispatcher.inc.php line 132 Function: PluginRegistry->loadCategory("generic", True) File: /home/webserv/ejournal-web/lib/pkp/classes/core/PKPApplication.inc.php line 178 Function: Dispatcher->dispatch(Object(Request)) File: /home/webserv/ejournal-web/index.php line 64 Function: PKPApplication->execute() Server info: OS: Linux PHP Version: 5.5.38 Apache Version: N/A DB Driver: mysql DB server version: 5.5.62-log
HAK MEWARIS ANAK DI LUAR PERKAWINAN MENURUT SISTEM HUKUM DI INDONESIA | Maramis | LEX CRIMEN

HAK MEWARIS ANAK DI LUAR PERKAWINAN MENURUT SISTEM HUKUM DI INDONESIA

Friska Marselina Maramis

Abstract


Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kedudukan hak mewaris anak diluar perkawinan menurut hukum positif  di Indonesia  dan bagaimana kedudukan hak mewaris anak diluar perkawinan setelah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010.  Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, disimpulkan: 1. Kedudukan setiap anak yang dilahirkan di luar suatu ikatan perkawinan yang sah adalah merupakan anak luar kawin. Hukum Islam sesuai dengan Al Qur’an dan Hadist tetap menisbahkan anak luar nikah kepada ibu dan kerabatnya. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, anak luar kawin dianggap tidak mempunyai hubungan hukum apapun dengan orang tuanya apabila tidak ada pengakuan dari ayah maupun ibunya, dengan demikianbila anak luar kawin tersebut diakui maka ia dapat mewaris harta peninggalan dari orang tua yang mengakuinya, dan tentunya pembagian warisan berdasarkan Undang-undang. Akan tetapi, disatu sisi juga dengan berlakunya Undang-Undang Perkawinan yaitu UU No.1 tahun 1974 (Pasal 43 ayat 1), maka anak luar kawin yang tidak diakui pun dengan otomatis mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya. 2. Kedudukan hak mewaris anak diluar perkawinan setelah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 memiliki implikasi pada hak waris anak melalui pembatalan Pasal 43 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dengan memberikan hak waris kepada anak di luar nikah sepanjang dibuktikan dengan  hasil pemeriksaan DNA. Bagi yang bukan penganut agama Muslim dapat dimohonkan penetapan ke Pengadilan Negeri dan bagi yang agama Muslim dapat dimohonkan di Pengadilan Agama namun hal ini tidak mengubah ketentuan dalam ajaran Islam bahwa anak luar nikah tidak memiliki hubungan waris dengan ayahnya namun untuk memberikan perlindungan hukum kepada anak, ayah biologis anak tersebut diwajibkan memberikan nafkah kepada anak biologisnya serta memberikan bagian peninggalannya melalui hibah wasiat.

Kata kunci:  Hak Mewaris,  Anak di Luar Perkawinan, Sistem Hukum.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.