Kawasan Wallacea: Keunikan Biodiversitas Dan Tantangan Konservasi Di Era Krisis Lingkungan
Keywords:
Wallacea, Keanekaragaman hayati, Endemisme, Ancaman, KonservasiAbstract
Kawasan Wallacea, yang mencakup Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Nusa Tenggara, merupakan wilayah biogeografi unik dengan tingkat keanekaragaman hayati dan endemisme yang tinggi akibat isolasi geografi dan sejarah geologisnya. Spesies ikonik seperti anoa, babirusa, maleo, tarsius, dan komodo menjadikan wilayah ini sebagai pusat prioritas konservasi global. Namun, kekayaan biodiversitas Wallacea menghadapi berbagai ancaman serius, termasuk hilangnya habitat akibat deforestasi, perburuan dan perdagangan hewan liar, kematian hewan di jalan (road mortality), serta dampak perubahan iklim yang menggeser dan mempersempit habitat spesies endemik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis data sekunder dari literatur ilmiah, laporan lembaga konservasi, dan dokumen kebijakan, termasuk Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2015–2020. Analisis dilakukan dengan metode sintesis naratif untuk mengintegrasikan temuan-temuan terkait karakteristik biodiversitas, faktor ancaman, dampak ekologis, dan strategi konservasi. Hasil kajian menunjukkan perlunya strategi konservasi terpadu yang memadukan pendekatan in-situ dan ex-situ, melibatkan masyarakat lokal, memperkuat penegakan hukum, serta mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim dalam perencanaan konservasi. Implementasi strategi ini akan memastikan Wallacea tetap menjadi laboratorium alami evolusi dan warisan alam dunia yang berkelanjutan.