Pelatihan Pembuatan Teknologi Kultur Trichoderma sebagai Biofungisida pada Kelompok Tani di Tomohon Tengah
DOI:
https://doi.org/10.35799/bioreact.v1i1.65123Keywords:
Trichoderma, biofungisida, kultur, berasAbstract
Trichoderma merupakan jamur antagonis yang berperan penting dalam pengendalian hayati berbagai penyakit tanaman akibat patogen tular tanah. Namun, pemanfaatannya di tingkat petani masih terbatas karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi kultur Trichoderma secara mandiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan teknologi kultur Trichoderma sebagai biofungisida ramah lingkungan dengan bahan baku utama beras pada lahan pertanian di Tomohon. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi langsung proses pembuatan kultur, dan pendampingan praktik bagi peserta. Kultur dibuat melalui inokulasi biakan Trichoderma murni pada media beras steril, kemudian diinkubasi selama 7–10 hari hingga terbentuk miselium dan spora berwarna hijau keabu-abuan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 85% berdasarkan pre-test dan post-test, serta keberhasilan peserta dalam menghasilkan kultur Trichoderma yang aktif dan siap diaplikasikan di lahan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas petani dalam memproduksi biofungisida lokal yang efektif dan berkelanjutan. Kesimpulan, pelatihan teknologi kultur Trichoderma berbasis bahan sederhana seperti beras sangat potensial dikembangkan sebagai solusi alternatif untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap fungisida kimia di wilayah Tomohon.