Kelimpahan Makrozoobentos di kawasan Pantai Summer Beach, Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara
DOI:
https://doi.org/10.35799/jis.v26i1.56711Kata Kunci:
Kelimpahan Makrozoobentos, Indeks Ekologi, Summer BeachAbstrak
Makrozoobentos merupakan organisme yang hidup di dasar perairan, sangat sensitif terhadap perubahan komposisi dan distribusi lingkungan. Kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos ditentukan oleh dampaknya terhadap lingkungan, terkait perannya sebagai indikator lingkungan dalam menentukan kualitas air, menjaga kesehatan lingkungan, dan mengelola respons terhadap permasalahan lingkungan dan sosial. Pantai Summer Beach di Muara Badak merupakan salah satu kawasan pesisir di Kalimantan Timur yang memiliki sumber daya Makrozoobentos. Stasiun yang representatif dipilih untuk pengambilan sampel makrozoobentos, termasuk transek dan pengumpulan data mengenai keberadaan spesies dan parameter lingkungan dengan 3 stasiun yang berbeda berdasarkan garis transek yang ditetapkan dengan peletakan kuadran plot mengacu pada objek penelitian yang ditemukan. Penelitian ini ditemukan 14 spesies makrozoobentos yang terdiri dari 10 genus dari kelas Gastropoda seperti Babylonia formosae, Eunaticina albosutura, Murex tribulus, Telescopium telescopium, Indothais blanfordi, Cerithidea cingulate, Turritella terebra, Brunneifusus ternatanus, Nassarius olivaceus, Olivella biplicata. Kemudian, 4 genus dari kelas Bivalvia yakni Tegillarca granosa, Geloina expansa, Heteranomia squamula, Chamelea gallina. Nilai kelimpahan tertinggi terdapat pada titik 1 (163 Ind/m2), disusul oleh titik 2 (143 Ind/m2), dan terendah ditemukan di titik 3 (118 Ind/m2). Indeks keanekaragaman (H’) makrozoobentos antara 1,25-1,44. Nilai keseragaman (E) mulai dari 0,54 sampai 0,74. Kemudian, indeks dominansi (C) antara 0,30 dan 0,50 dengan karakteristik substrat pasir liat berlempung. Terdapat hubungan yang tinggi antara fosfat dan kelimpahan makrozoobentos sedangkan hubungan antara nitrat dengan kelimpahan makrozoobentos sangat rendah.
Referensi
Abbott, R.T., & Dance, S.P. (2000). Compendium of Seashells. Odyssey Publishing.
Bia’un, N.H., Riyantini, I., Mulyani, Y., & Zallesa, S. (2020). Keanekaragaman Makrozoobentos Sebagai Indikator Kondisi Perairan Di Ekosistem Mangrove Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Journal of Fisheries and Marine Research, 5(2), 227–238.
Dawes, C.J. (1981). Marine botany. New York, John Wiley & Sons. Inc.
Desmawati, I., Adany, A., & Java, C.A. (2019). Studi Awal Makrozoobentos di Kawasan Wisata Sungai Kalimas, Monumen Kapal Selam Surabaya. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 8(2), 19–22.
Indrayani, W.T., Haeruddin, & Supriharyono. (2020). Konsentrasi Nitrat dan Fosfat pada Sedimen dan Hubungannya dengan Kelimpahan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Kreo Semarang. Journal of Maquares, 9(1), 1–7.
Irwan, M., Alianto, & Toja, Y.T. (2017). Kondisi Fisika Kimia Air Sungai Yang Bermuara di Teluk Sawaibu Kabupaten Manokwari. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 1(1), 81.
Jani, B. A. A., Suryana, I., Paputungan, M. S., & Ritonga, I. R. (2024). Kelimpahan Makrozoobentos di Pantai Tanah Merah Samboja Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Jurnal Perikanan, 14(3), 1139–1150.
Makri, & Supriyadi, F. (2018). Keanekaragaman Makrozoobentos di Estuari Sungai Mahakam Bagian Tengah Provinsi Kalimantan Timur. Maspari Journal, 10(2), 179–184.
Mukin, M.N.S., Irawan, A., & Sari, L.I. (2022). Keanekaragaman Makrozoobentos di Pantai Mutiara Indah Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Aquarine, 9(1), 6–11.
Nupur, N., Shahjahan, M., Rahman, M. ., & Fatema, M. . (2013). Abundance of Macrozoobenthos in Relation to Bottom Soil Textural Types and Water Depth in Aquaculture Ponds. Journal of Agricultural Research, Innovation and Technology, 3(2), 1–6.
Odum, E. P. (1993). Dasar-dasar Ekologi.[Terjemahan] Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
Pelealu, G.V.E., Koneri, R., & Butarbutar, R.R. (2018). Kelimpahan Dan Keanekaragaman Makrozoobentos Di Sungai Air Terjun Tunan, Talawaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Sains, 18(2), 97–102.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Rachmawaty. (2011). Indeks Keanekaragaman Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Tingkat Pencemaran Di Muara Sungai Jeneberang (Diversity Indices Makrozoobentos as Bioindicator Pollution Levels in Estuary of Jeneberang River). Bionature, 12(2), 103–109.
Safitri, A., Melani, W.R., & Muzammil, W. (2021). Komunitas Makrozoobentos dan Kaitannya Dengan Kualitas Air Aliran Sungai Senggarang, Kota Tanjungpinang. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, 8(2), 103–108. https://doi.org/10.29103/aa.v8i2.4782
Suryana, I., Ritonga, I.R., Paputungan, M.S., Agathajani, B. A., & Elisar. (2024). Struktur Komunitas Makrozoobentos di Pantai Tanah Merah, Perairan IKN Baru, Kalimantan Timur. Journal of Marine Research, 13(3), 533–540.
Swary, A., Hutabarat, S., Haeruddin, Indrayani, W. T., Haeruddin, & Supriharyono. (2020). Konsentrasi Nitrat dan Fosfat pada Sedimen dan Hubungannya dengan Kelimpahan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Kreo Semarang. Journal of Maquares, 9(1), 157–165.
Wibisono, M. S. (2005). Pengantar ilmu kelautan. Grasindo. Jakarta, pp. 224-226.
Wijana, I.M.S., Ernawati, N.M., & Pratiwi, M.A. (2019). Keanekaragaman Lamun dan Makrozoobentos sebagai Indikator Kondisi Perairan Pantai Sindhu, Sanur, Bali. Jurnal Ecotrophic, 13(2), 238–247.
Wulandari, A., Yuantina, Y., Wardani, D.K., & Nikmatus, F. (2023). Keanekaragaman Makrozoobentos pada Ekosistem Air Tawar Lentik di Desa Gumulan Kecamatan Kesamben. Jurnal Exact Papers in Compilation, 5(3), 1–6.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Midlan Witrawan, Irma Suryana, Irwan Ramadhan Ritonga

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
LICENCE: CC-BY-NC
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License





