Hubungan antara tingkat keaktifan dalam klub Prolanis dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado
Kata Kunci:
Tingkat Keaktifan, Klub Prolanis, Kualitas Hidup, HipertensiAbstrak
Latar Belakang: Hipertensi dapat menurunkan kualitas hidup. Program Klub Prolanis mendukung stabilitas kesehatan melalui aktivitas fisik, edukasi, dan pemantauan rutin. Keaktifan peserta diduga memengaruhi kualitas hidup.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat keaktifan dalam Klub Prolanis dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Bahu.
Metode: Studi potong lintang pada 44 pasien hipertensi peserta Prolanis. Keaktifan dinilai dari kehadiran tiga bulan, kualitas hidup diukur dengan EuroQol-5 Dimensions-5 Levels (EQ-5D-5L). Analisis menggunakan uji Chi-Square (p < 0,05).
Hasil: Sebanyak 56,8% responden tergolong aktif. Mayoritas (59,1%) memiliki kualitas hidup baik. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat keaktifan dan kualitas hidup (p = 0,047; OR = 3,536; 95% CI = 1,001–12,485). Peserta aktif memiliki peluang 3,5 kali lebih besar memiliki kualitas hidup baik dibandingkan peserta kurang aktif.
Kesimpulan: Keaktifan dalam Klub Prolanis berhubungan dengan kualitas hidup pasien hipertensi. Pasien yang lebih aktif memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kualitas hidup yang baik.
Referensi
1. Wilantara M, Mayasari NME, Zainora Z, Amalia Badri PR. Keikutsertaan Prolanis berhubungan dengan kepatuhan konsumsi obat hipertensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2025;18(1):22–9.
2. World Health Organization. Hypertension [Internet]. 2023 [cited 2025 Aug 4]. Available from: https://www.who.int/news-room/factsheets/detail/hypertension
3. Badan Kebijakan Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 [Internet]. 2024 [cited 2025 Aug 4]. Available from: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
4. Amlak BT, Getie A, Messelu MA, et al. Health-related quality of life among adult hypertensive patients globally: a systematic review and meta-analysis. BMJ Public Health. 2025;3(2):e001662.
5. Arifin B, Wahyudin E, Setiawan I, et al. Health-related quality of life in Indonesian hypertension outpatients in Western, Central, and Eastern Indonesia measured with the Bahasa Indonesia version of EQ-5D-5L. Discover Medicine. 2024 ;1:36. Available from: https://link.springer.com/article/10.1007/s
6. Erlina Putri T, Syamsu Hidayat M, Ani Marwati T. Effectiveness of chronic disease program services in controlling blood pressure in Prolanis participants who have hypertension. Medical Technology and Public Health Journal. 2022;5:2. Available from: https://www.researchgate.net/publication/361471444
7. Kusumaningrum UA, Nasrudin N. Hubungan keaktifan dalam klub Prolanis dengan kualitas hidup lansia. Jurnal EDUNursing. 2024;8(1).
8. Purba FD, Hunfeld JAM, Iskandarsyah A, et al. Quality of life of the Indonesian general population: test-retest reliability and population norms of the EQ-5D-5L and WHOQOLBREF. PLoS One. 2018;13(5):e0197098. Available from: https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0197098
9. Musdalifah M, Hamzah W, Baharuddin A. Hubungan keikutsertaan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dengan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas Bangkala. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan). 2024;9(1). Available from: https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/kesmas/article/view/15482
10. Syamsuri I, Nugraha D. Outcomes of the Indonesian Chronic Disease Management Program (PROLANIS) in patients with hypertension during the COVID-19 pandemic in rural areas: a preliminary evaluation study. Medical Science Monitor. 2023.;29:e939797. Available from: https://medscimonit.com/abstract/full/idArt/939797
11. Sabrina LY, Rahayu SR. Determinan pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). HIGEIA Journal of Public Health. 2023;7(4):610–624.
12. Laksono ID. Faktor yang berpengaruh pada kunjungan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas I Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas [Skripsi]. Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto; 2021.. Available from: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/10723
13. Angkawijaya AA, Pangemanan JM, Siagian IET. Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat dengan Tindakan Pencegahan Hipertensi di Desa Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan. J Ked Komunit Tropik. 2016;4(1).
14. Adam AGA, Nelwan JE, Wariki WMV. Kejadian Hipertensi dan Riwayat Keluarga Menderita Hipertensi di Puskesmas Paceda Kota Bitung. Kesmas. 2018;7(5).
15. Nurpuspitasari AD. Hubungan frekuensi keaktifan dalam mengikuti Prolanis terhadap konsistensi tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Mojolaban Kabupaten Sukoharjo [Skripsi]. Surakarta: Universitas Kusuma Husada Surakarta; 2024.. Available from: https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/8319/1/NASKAH PUBLIKASI Annisa.pdf
16. Arif M, Purnomo M, Faridah U. Hubungan keaktifan senam Prolanis dan pola makan dengan penurunan hipertensi pada lansia di Puskesmas Kedung II Kabupaten Jepara. Media Nutrisi: Jurnal Ilmu Kesehatan. 2024;6(2):145–152. Available from:https://ejournal.warunayama.org/index.php/medicnutricia/article/view/5909
17. Yusransyah Y, Halimah E, Suwantika AA. Measurement of the quality of life of Prolanis hypertension patients in sixteen primary healthcare centers in Pandeglang District, Banten Province, Indonesia, using EQ-5D-5L instrument. Patient Preference and Adherence. 2020;14:1103–1109. Available from: https://doi.org/10.2147/PPA.S249085
18. Hamida N, Ulfa M, Haris RNH, Endarti D, Wiedyaningsih C. Pengukuran kualitas hidup pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di puskesmas menggunakan instrumen EQ-5D-5L. Majalah Farmaseutik. 2019;15(2). Available from: https://jurnal.ugm.ac.id/majalahfarmaseutik/article/view/46328
19. Rahmawati D. Kualitas hidup pasien diabetes melitus dan hipertensi dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Indonesia: narrative review. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2024;10(1):116–122.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Srikandy Inri Kondoj, Windy Mariane Virenia Wariki, Iyone Esra Tiurma Siagian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.