Gambaran perilaku remaja tentang pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan di sekolah menengah atas di Kota Manado
DOI:
https://doi.org/10.35790/jkkt.v13i2.65677Kata Kunci:
perilaku remaja, Pengetahuan, Sikap, kehamilan yang tidak diinginkan, pencegahanAbstrak
Latar Belakang: Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, baik secara global maupun di Indonesia. Di Kota Manado, data terbaru mengenai perilaku remaja dalam pencegahan kehamilan tidak diinginkan masih terbatas.
Tujuan: Mengetahui gambaran perilaku remaja tentang pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Manado.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 403 siswa dipilih dengan teknik cluster random sampling dari SMA A dan SMA B Manado. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara univariat.
Hasil: Sebanyak 76,2% remaja SMA memiliki pengetahuan yang baik, 22,8% cukup, dan 1,0% kurang mengenai pencegahan kehamilan tidak diinginkan. Dari sisi sikap, 70,7% responden memiliki sikap positif dan 29,3% sikap negatif.
Kesimpulan: Mayoritas remaja SMA di Kota Manado memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang pencegahan kehamilan tidak diinginkan.
Referensi
1. World Health Organization. Adolescent health. World Health Organization. 2025. https://www.who.int/health-topics/adolescent-health
2. Soni U, Sharma R, Sharma M, et al. Impulsivity and risk-taking behavior in school-going adolescents. Cureus. 15(6):e40728. doi:10.7759/cureus.40728
3. UNICEF. Early childbearing and teenage pregnancy rates by country. UNICEF Data. 2024. https://data.unicef.org/topic/child-health/early-childbearing/
4. World Health Organization. Adolescent pregnancy. 2024. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-pregnancy
5. BKKBN: Angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun alami kenaikan. 2023. https://www.antaranews.com/berita/3631623/bkkbn-angka-kelahiran-pada-remaja-usia-15-19-tahun-alami-kenaikan
6. Maziyah R, Ratna M, Budiantara IN. Pemodelan ASFR di Indonesia menggunakan regresi nonparametrik spline truncated. J Sains Dan Seni ITS. 2019;8(2). doi:10.12962/j23373520.v8i2.45666
7. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. Persentase penduduk perempuan yang umur kehamilan pertamanya lebih dari atau sama dengan 19 tahun menurut kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. 2022. https://sulut.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTUxNSMy/persentase-penduduk-perempuan-yang-umur-kehamilan-pertamanya-lebih-dari-atau-sama-dengan-19-tahun-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-sulawesi-utara.html
8. Ita Suari Dewi PK. Gambaran pengetahuan dan sikap remaja usia 15-19 tahun tentang pencegahan kehamilan tidak diinginkan di Banjar Juga Mas Ubud Gianyar [Skripsi]. Denpasar: Poltekkes Denpasar;2021. https://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/7724/
9. Ningrum DAR, Sinaga M, Sir AB. Knowledge and attitude of adolescents about unwanted pregnancy in SMA Negeri 8 Kupang. J Community Health. 2022;4(3):191-197. doi:10.35508/ljch.v4i3.4892
10. Sinaga M, Kandou GD, Lampus BS. Gambaran perilaku remaja terhadap seks pranikah di SMA Negeri 1 Manado. J Kedokt Komunitas Trop. 2015;3(1):6-10.
11. Franky Ongela, Max R. Rarung, Juneke J. Kaeng. Sikap dan pengetahuan tentang kehamilan remaja di 3 SLTA Manado. E-Clin. 2014;2. doi:10.35790/ecl.2.1.2014.3740
12. Ointu N, Engkeng S, Asrifuddin A. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan perkawinan usia muda pada peserta didik di SMK Negeri 3 Manado. J KESMAS. 2020;9(1).
13. Darsini D, Fahrurrozi F, Cahyono EA. Pengetahuan; artikel review. J Keperawatan. 2019;12(1):95-107. Available from URL: https://lppmdianhusada.ac.id/e-journal/index.php/jk/article/view/96
14. Batubara JR. Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatri. 2016;12(1):21-29. doi:10.14238/sp12.1.2010.21-9
15. Palandeng H, Porajow Z, Munajang H. Kajian epidemiologis perkembangan fisik anak dan remaja di Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara: sebuah analisis data. Ibnu Sina. 2025;24(2):503-510. doi:https://doi.org/10.30743/ibnusina.v24i2.922
16. Santrock JW. Adolescence. Seventeenth edition. McGraw-Hill Education; 2019.
17. Murtiyarini I, Nuryaningsih N, Subiyatin A, et al. Kehamilan remaja: menghadapi stigma, menjaga harapan. 1st ed. Cilacap, Jawa Tengah: Media Pustaka Indonesia; 2025.
18. Fariana YRN, Novita A, Nina N. Pengaruh peran teman sebaya, self esteem, dan penggunaan media sosial dengan perilaku seks pranikah pada remaja. J Ilmu Kesehat Masy. 2024;13(02):192-203. doi:10.33221/jikm.v13i02.2667
19. WHO. Sexual, reproductive, maternal, newborn, child and adolescent health: report on the 2023 policy survey. Accessed November 1, 2025. https://www.who.int/publications/i/item/9789240100176
20. Zurizah Y. Pengaruh orang tua, pengetahuan dan teman sebaya terhadap perilaku seksual remaja. J Kebidanan J Ilmu Kesehat Budi Mulia. 2020;10(1):66-72. doi:10.35325/kebidanan.v10i1.226
21. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Accessed November 29, 2025. https://fik.um.ac.id/wp-content/uploads/2020/10/2.-PROMOSI-KESEHATAN-DAN-ILMU-PERILAKU.pdf
22. Ajzen I. The theory of planned behavior. Organ Behav Hum Decis Process. 1991;50:179-211. doi:10.1016/0749-5978(91)90020-T
23. Arsad S, Dwisetyo B, Hi.Baco N. Hubungan kekuatan keluarga dengan perilaku seksual beresiko pada remaja di Kelurahan Bailang Lingkungan V Kecematan Bunaken Kota Manado. J Rumpun Ilmu Kesehat. 2022;2(1):42-51. doi:10.55606/jrik.v2i1.526.
24. Porajow ZCJG. Dokter lima bintang untuk kesehatan mental remaja: peran dokter keluarga. J Kedokt Komunitas Trop. 2024;12(1):515-6. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JKKT/article/view/56257
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Theodora Siregar, Zwingly Christian Jefferson Gerard Porajow, Tyrsa Christine Natalia Monintja

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.