Kajian Infrastruktur Permukiman di Wilayah Pesisir Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan
Abstract
Abstrak
Infrastruktur memiliki peran yang sangat luas dan cukup signifikan dalam mengakselerasikan pembangunan ekonomi wilayah secara umum. Infrastruktur di Kawasan Pesisir Kecamatan Tatapaan yang ada harusnya sudah memadai agar nantinya pengembangan kawasan dapat berjalan secara optimal. Tapi kenyataan yang ada infrastruktur di wilayah pesisir Kecamatan Tatapaan dikatakan belum memadai dikarenakan sebagian masyarakat belum bisa mengakses sumber air bersih serta kondisi jaringan jalan tidak memadai. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi ketersediaan infrastuktur dan menganalisis kebutuhan infrastruktur permukiman yang ada di Kecamatan Tatapaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang menggunakan analisa kuantitatif serta metode spasial untuk dapat mengetahui sebaran infrastruktur yang terkait. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis kebutuhan infrastruktur sebagian besar sudah terpenuhi. Namun untuk beberapa infrastruktur perlu adanya penambahan seperti pembuatan drainase di Desa Rap-Rap, perbaikan di beberapa ruas jalan, pengadaan 1 TPS dan penambahan 1 tower BTS untuk menjangkau jaringan telekomunikasi di Desa Popareng dan Desa Wawontulap.
Kata kunci: Infrastruktur; Permukiman; Wilayah Pesisir; Kecamatan Tatapaan.
Abstract
Infrastructure has a very broad and significant role in accelerating regional economic development in general. The existing infrastructure in the Coastal Area of Tatapaan District should be adequate so that later development of the area can run optimally. However, the reality is that the existing infrastructure in the coastal areas of Tatapaan District is said to be inadequate considering that some people cannot access clean water sources and the condition of the road network is inadequate. The aim of this research is to identify infrastructure availability and analyze organizational infrastructure needs in Tatapaan District. The method used in this research is a quantitative descriptive method which uses quantitative analysis and spatial methods to determine the distribution of related infrastructure. Based on research results from the analysis of infrastructure needs, most of them have been met. However, some infrastructure needs to be added, such as making drainage in Rap-Rap Village, repairing several roads, providing 1 TPS and adding 1 BTS tower to reach the telecommunications network in Popareng Village and Wawontulap Village.
Keyword: Infrastructure; Settlement; Coastal Areas; Tatapaan Sub-district
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

