KEADAAN SOSIAL-EKONOMI NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI DESA GANGGA II KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA

Penulis

  • Esha Pinkan Manurapon Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Djuwita R.R. Aling Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Siti Suhaeni Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Swenekhe S. Durand Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Nurdin Jusuf Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Victoria E.N. Manoppo Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35800/akulturasi.v11i2.47272

Abstrak

Abstract

The aim of the research is to find out the social condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. Knowing the economic condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency.

This research will be carried out in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The research time is planned for five (5) months starting from November 2022 to March 2023. The basic method used in this research is a case study. The respondents were 20 traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency which were obtained through a purposive sampling method. The data will then be analyzed using qualitative analysis and quantitative analysis methods.

Based on the results of the study it was found that the social condition of hand line fishermen in Gangga II Village was seen in terms of age, all respondents were at a productive age. The education of fishermen for the majority of respondents only graduated from elementary school, although there was one person who graduated from PT. Most of the dependents of the respondent's family are those who have a family of 3 dependents, which is as much as 50%.

The economic condition of fishermen as seen from expenditures for investment costs Rp. 6,351,250 with an average expenditure for fixed costs of Rp. 1,411,250 and variable costs used for fishing operations amounting to Rp. 16,993,800. The average net income per year is IDR 31,518,700, so if the average net income per month is IDR. 2,626,000.

Keywords: social economy; hand line; Gangga II

 

Abstrak

Tujuan penelitian ialah mengetahui keadaan sosial nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Mengetahui keadaan ekonomi nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara.

Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Waktu penelitian direncanakan lima (5) bulan di mulai dari bulan November 2022 sampai dengan bulan Maret 2023. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Adapun yang menjadi responden adalah 20 orang nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Data kemudian akan dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keadaan sosial nelayan pancing ulur di Desa Gangga II dilihat dari segi usia, semua responden berada pada umur yang produktif. Pendidikan nelayan responden mayoritas hanya lulus SD walaupun ada satu orang yang lulusan PT. Tanggungan keluarga responden yang banyak adalah mereka yang mempunyai tanggungan keluarga 3 orang yaitu sebanyak 50%.

Keadaan ekonomi nelayan yang dilihat dari pengeluaran untuk biaya investasi Rp.6.351.250 dengan rata-rata pengeluaran untuk biaya tetap adalah Rp.1.411.250 dan biaya tidak tetap yang digunakan untuk operasional penangkapan ikan adalah sebesar Rp. 16.993.800. Pendapatan bersih rata-rata per tahun adalah Rp.31.518.700, sehingga kalau di rata-ratakan pendapatan bersih per bulan adalah Rp. 2.626.000.

Kata kunci: sosial ekonomi; pancing ulur; Gangga II

Referensi

Apridar, 2011. Ekonomi Kelautan dan Pesisir. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Barthos, B., 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia, Suatu Pendekatan Makro. Bumi Aksara, Jakarta.

Cresswel, J. W. 2014. Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Fathoni .A., 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Rineka Cipta, Bandung.

Haikal, 2018. Persepsi ABK Terhadap Sistem Bagi Hasil. Skripsi. Fakultas Perikanan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Hendriksen, E. S. dan Michael F. Van Breda. 2000. Teori Akunting (Terjemahan). Edisi Kelima. Buku Kesatu. Interaksara, Batam Centre.

Hudoyo, S. 2006. Pengaruh Perkembangan Pendapatan Nelayan Terhadap Kondisi Fisik Permukiman Nelayan Wilayah Pesisir Kota Pekalongan. Tugas Akhir Tidak Dipublikasikan, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang.

Husein, U. 2010. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis Edisi 11.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Imron, M. 2003. Kemiskinan Dalam Masyarakat Nelayan. Jurnal Mayarakat dan Budidaya, Volume 5 No. 1.

KKP-Ditjen KP3K. 2002. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor:KEP.10/MEN/2002 tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengelolaan Pesisir Terpadu, Wilayah Pesisir. http://perpustakaan.kkp.go.id/knowledgerepository/ index.php?p=show_detail&id=2332.

Kusnadi, 2003. Akar Kemiskinan Nelayan. LKiS, Yogyakarta.

Kusnadi, 2006. Filosofi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Humaniora, Bandung.

Riyanto, A. , 2013. Statistik Deskriptif. Nuha Medika, Yogyakarta.

Satria .A., 2015. Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta

Yin, R., 2008. Studi Kasus Desain dan Metode (Penerjemah M. Djauzi Mudzaki). Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Diterbitkan

2023-09-29

Cara Mengutip

Manurapon, E. P., Aling, D. R., Suhaeni, S., Durand, S. S., Jusuf, N., & Manoppo, V. E. (2023). KEADAAN SOSIAL-EKONOMI NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI DESA GANGGA II KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA. AKULTURASI, 11(2), 327–335. https://doi.org/10.35800/akulturasi.v11i2.47272

Terbitan

Bagian

Articles