Gender pada Usaha Perikanan Tangkap Beach Seine di Desa Poigar Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow
DOI:
https://doi.org/10.35800/akulturasi.v13i1.62341Abstrak
Abstract
The division of roles in fishing business is an activity that has been carried out in various coastal areas in Indonesia, including in Poigar Village, Poigar District. Based on this background, the author is interested in examining the roles of women and men in traditional fishermen whether balanced or not.
Beach trawl or beach seine is one type of fishing gear that is still classified as a type of edge trawl fishing gear. In a narrow sense, the beach trawl that is meant is nothing but a fishing gear that looks like a payang, which is pouched and winged or legs which in the capture operation, namely after the net is looped around the target then with a long rope (hela rope) is pulled along the bottom of the water and at the end of the capture the results are landed on the beach.
The objectives of the study are: 1) knowing gender in beach seine capture fisheries business in Poigar Village ; and 2) knowing gender perspectives in beach seine capture fisheries business in Poigar Village . The method used in this study is the survey method. The population in this study is fishermen who own beach trawl businesses in Poigar village, while the data collection is carried out by census.
The results showed that there are gender differences in each fisherman's business value in each fishing activity. The role of women is more dominant working at home or selling fish to meet the needs of their families. Various obstacles related to the disruption of the role of housewives can be compromised by the division of childcare and hygiene and household care roles to other family members.
Keywords: gender, capture fisheries, Poigar Village
Abstrak
Pembagian peran pada usaha penangkapan ikan merupakan kegiatan yang sudah banyak dilakukan pada berbagai wilayah pesisir pantai di Indonesia termasuk di Desa Poigar Kecamatan Poigar. Berdasarkan latar belakang ini maka penulis tertarik untuk meneliti peran perempuan dan laki-laki pada nelayan tradisional apakah berimbang atau tidak.
Pukat pantai atau beach seine adalah salah satu jenis alat tangkap yang masih tergolong kedalam jenis alat tangkap pukat tepi. Dalam arti sempit pukat pantai yang dimaksudkan tidak lain adalah suatu alat tangkap yang bentuknya seperti payang, yaitu berkantong dan bersayap atau kaki yang dalam operasi penangkapanya yaitu setelah jaring dilingkarkan pada sasaran kemudian dengan tali panjang (tali hela) ditarik menelusuri dasar perairan dan pada akhir penangkapan hasilnya didaratkan ke pantai.
Tujuan penelitian yaitu: 1) mengetahui gender pada usaha perikanan tangkap beach seine di Desa Poigar; dan 2) mengetahui perspektif gender pada usaha perikanan tangkap beach seine di Desa Poigar. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pemilik usaha pukat pantai yang ada di desa Poigar, sedangkan pengambilan datanya di lakukan secara sensus.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Terdapat perbedaan gender pada setiap, nilai usaha nelayan pada setiap aktivitas penangkapan ikan. Peran perempuan lebih dominan bekerja dirumah atau berjualan ikan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Berbagai kendala terkait terganggunya peran ibu rumah tangga dapat dikompromikan dengan pembagian peran mengurus anak dan kebersihan serta perawatan rumah tangga kepada anggota keluarga lainnya.
Kata Kunci: gender, perikanan tangkap, Desa Poigar
Referensi
Aisyah N, 2013. Relasi Gender Dalam Institusi Keluarga. Pandangan Teori Sosial dan Feminis, Jakarta.
Arifin, T. 2006. Nelayan Kemiskinan dan Pembangunan. Makasar: Masagena.
Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Esmara, H., 2004. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok. Jakarta: CV Rajawali Jakarta.
Fakih, M, 2013. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Hamdani, H. 2017. Faktor Penyebab Kemiskinan Pada Nelayan Tradisional di Desa Kedungringin Kecamatan Muncar Kabupatan Banyuwangi.
Kusnadi, 2001. Pengamba’ Kaum Perempuan Fenomenal. Humaniora utama pres. Bandung.
Narimawati, U. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Teori dan Aplikasi. Bandung: Agung Media.
Rosni. 2017. Analisis Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan di Desa Dahari Selebar Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara. Universitas Negeri Medan. Jurnal Geografi: Vol. 9 No 1
Sugiono, 2008. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D. Alfabeta. Bandung.
Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. Bandung: Alfabeta.
USAID, 2010. Guide to Gender Integration and Analysis.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


