Studi Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila di Desa Laikit Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara

Penulis

  • Olvie V. Kotambunan Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Grace O. Tambani Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia
  • Jeannette F. Pangemanan Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35800/akulturasi.v13i2.65379

Kata Kunci:

analisis finansial, usaha budidaya ikan nila, Desa Tetey

Abstrak

Abstract

The objectives of this research are: 1) to identify and carefully analyze the cost structure of a tilapia fish farming business in Laikit Village, Dimembe District; and 2) to analyze the feasibility of a tilapia fish farming business in Laikit Village.

The method used in this research is a survey. A survey is a critical observation or investigation to obtain accurate information on a specific issue in a specific area or location, designed to obtain the necessary information. A survey is a research method used to collect data from a group of respondents or a sample population by asking specific questions directly to respondents.

The data obtained will be processed and analyzed using qualitative and quantitative descriptive methods. Qualitative descriptive analysis is used to provide discussions on the qualitative data using the author's own words related to existing theories. The analyzed data are then interpreted as research findings.

The analytical tools used are as follows: Operating Profit (OP), Net Profit (NP), Profit Rate (PR), Benefit Cost Ratio (BCR), Profitability, and Break Even Point (BEP).

Based on the results of the Financial Analysis of Tilapia Cultivation Business conducted in Laikit Village, Dimembe District, North Minahasa Regency, the following conclusions were drawn: 1) The Cost Structure consists of: Total Investment Cost of IDR 146,475,000, Total Fixed Costs of IDR 5,645,000, Total Variable Costs of IDR 90,250,000, and Total Costs of IDR 95,895,000; and 2) The results of the Financial Analysis are as follows: Operating Profit Value of IDR 101,750,000, Net Profit Value of IDR 96,105,000, Profit Rate of 100.21%, BCR Value of 2.002%, Profitability Value of 65.61%, Break-even Point (BEP) Sales of 332,841 kg and BEP Unit of 10,650,943 kg. These values ​​indicate that the tilapia cultivation business in Laikit Village is feasible.

 Keywords: financial analysis, tilapia fish farming, Tetey Village

 

Abstrak

Tujuan penelitian, yaitu 1) mengidentifikasi dan menganalisis dengan cermat struktur biaya dari usaha budidaya ikan nila di Desa Laikit. Kecamatan Dimembe; dan 2) menganalisis kelayakan usaha  dari usaha budidaya ikan nila di Desa Laikit.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode survei adalah suatu pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu didalam daerah atau lokasi tertentu yang dipolakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Metode survei adalah salah satu metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dari sekelompok responden atau sampel populasi dengan cara menanyakan pertanyaan-pertanyaan tertentu secara langsung kepada responden.

Data yang diperoleh akan diolah dan di analisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk memberikan bahasan-bahasan terhadap data kualitatif dengan menggunakan kalimat-kalimat penulis sendiri yang berkaitan dengan teori yang ada. Data yang dianalisis kemudian di interpretasikan sebagai hasil penelitian.

Alat bantu analisis yang digunakan adalah sebagai berikut: Operating Profit (OP), Net Profit (NP), Profit Rate (PR), Benefit Cost Ratio (BCR), Rentabilitas, Break Even Point (BEP).

Berdasarkan hasil penelitian Analisis Finansial Usaha Budidaya Ikan Nila yang dilakukan pada Desa Laikit  Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara maka, ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Struktur Biaya terdiri dari : Total Biaya Investasi sebesar Rp.146.475.000, Total Biaya Tetap Rp.5.645.000, Total Biaya Tidak Tetap Rp.90.25.,000 dan Total Biaya Rp. 95.895.000; dan 2) Hasil Analisis Finansial adalah sebagai berikut Nilai Operating Profit Rp. 101.750.000, Nilai Net Profit Rp. 96.105,000, Profit Rate 100.21% Nilai BCR 2,002%, Nilai Rentabilitas 65,61%, BEP Penjualan  332,841 kg dan BEP Satuan 10,650,943 kg. Nilai-nilai ini menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan nila di Desa Laikit layak untuk dijalankan.

Kata kunci : analisis finansial, usaha budidaya ikan nila, Desa Tetey

Referensi

Aisyah N, 2013. Relasi Gender Dalam Institusi Keluarga. Pandangan Teori Sosial dan Feminis, Jakarta.

Arifin, T. 2006. Nelayan Kemiskinan dan Pembangunan. Makasar: Masagena.

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Esmara, H., 2004. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok. Jakarta: CV Rajawali Jakarta.

Fakih, M, 2013. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Hamdani, H. 2017. Faktor Penyebab Kemiskinan Pada Nelayan Tradisional di Desa Kedungringin Kecamatan Muncar Kabupatan Banyuwangi.

Kusnadi, 2001. Pengamba’ Kaum Perempuan Fenomenal. Humaniora utama pres. Bandung.

Narimawati, U. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Teori dan Aplikasi. Bandung: Agung Media.

Rosni. 2017. Analisis Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan di Desa Dahari Selebar Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara. Universitas Negeri Medan. Jurnal Geografi: Vol. 9 No 1

Sugiono, 2008. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D. Alfabeta. Bandung.

Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. Bandung: Alfabeta.

USAID, 2010. Guide to Gender Integration and Analysis.

Diterbitkan

2025-12-02

Cara Mengutip

Kotambunan, O. V., Tambani, G. O., & Pangemanan, J. F. (2025). Studi Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila di Desa Laikit Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. AKULTURASI, 13(2), 1–8. https://doi.org/10.35800/akulturasi.v13i2.65379

Terbitan

Bagian

Articles