Identifikasi Karakteristik Morfologi Jamur Entomopatogen Metarhizium sp. yang Diisolasi dari Serangga Berbeda Asal Tanaman Padi Dumoga
Kata Kunci:
Entomopatogen, Metarhizium sp, Schotinopara coarctata, Nilaparvata lugens, Recilia dorsalisAbstrak
Perubahan iklim global berdampak signifikan terhadap dinamika populasi hama pertanian, termasuk pada ekosistem pertanaman padi. Hal ini menuntut hadirnya strategi pengendalian hama yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kondisi ekosistem yang terus berubah. Jamur entomopatogen Metarhizium sp. merupakan salah satu agen hayati yang potensial digunakan sebagai biopestisida ramah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ciri-ciri morfologi dari jamur Metarhizium sp. yang ditemukan pada serangga inang yang berbeda di wilayah pertanaman padi sebagai dasar pengembangan biopestisida berbasis agens hayati yang ramah lingkungan. Penelitian ini melibatkan eksplorasi jamur Metarhizium pada berbagai serangga inang dan pertumbuhannya pada media PDA. Karakteristik morfologi kemudian dianalisis secara deskriptif, dilanjutkan dengan menghitung kerapatan dan viabilitas konidia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat Nilaparvata lugens (NL) dan Recilia dorsalis (RD) tidak memiliki perbedaan pada bentuk, tepi, elevasi, dan warna koloni, tetapi keduanya memiliki tepi dan warna koloni yang berbeda dengan isolat Schotinopara coarctata (SC). Analisis mikroskopis, ketiga isolat tidak memiliki perbedaan pada warna, percabangan, atau sekat hifa, tetapi bentuk konidia isolat SC berbeda dari dua isolat lainnya. Isolat NL memiliki kerapatan konidia tertinggi, diikuti isolat SC dan RD. Konidia jamur Metarhizium ketiga isolat memiliki viabilitas yang berbeda pada 0 jam, 8 jam pertama, 16 jam, dan 24 jam.