Kepadatan Plankton di Perairan Pantai Meras, Manado, Sulawesi Utara
DOI:
https://doi.org/10.35799/bioreact.v1i1.66597Kata Kunci:
Plankton, Kepadatan, Keragaman, Perairan PesisirAbstrak
Plankton merupakan komponen penting dalam ekosistem perairan karena berperan sebagai produsen primer (fitoplankton) dan sebagai bagian awal rantai makanan (zooplankton). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan fitoplankton dan zooplankton di Perairan Pantai Meras, Kota Manado, Sulawesi Utara. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling pada tiga titik yang dipilih berdasarkan kondisi perairan yang dianggap mewakili karakteristik umum lokasi tersebut. Sampel zooplankton dikumpulkan menggunakan plankton net yang ditarik secara horizontal sejauh ±10 meter, kemudian difiksasi dengan larutan Lugol dan diidentifikasi secara mikroskopis mengacu pada literatur standar. Fitoplankton diidentifikasi menggunakan metode sensus pada mikroskop cahaya. Karakter morfologi mengacu pada panduan Identifying Marine Phytoplankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kepadatan fitoplankton mencapai 786,65 ind/mL, dengan dominasi Schroederia setigera (413,33 ind/mL), diikuti Thalassionema nitzschioides (153,33 ind/mL) dan beberapa spesies lainnya. Kepadatan zooplankton tercatat sebesar 400 ind/mL, didominasi oleh Cyclops sp. dan nauplii Copepoda masing-masing 113,33 ind/mL. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener menunjukkan keanekaragaman sedang, yaitu H’ = 1,367 untuk fitoplankton dan H’ = 1,578 untuk zooplankton. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa perairan Pantai Meras berada dalam kondisi ekologis yang relatif stabil dengan produktivitas primer yang mendukung keseimbangan rantai makanan akuatik.