Kandungan Metabolit Sekunder pada Beberapa Ikan dan Manfaatnya Terhadap Manusia
DOI:
https://doi.org/10.35799/bioreact.v1i1.66599Kata Kunci:
Metabolit sekunder ikan, fitokimia, flavonoid, alkaloid, bioaktivitas, antioksidan, nutraseutikalAbstrak
Metabolit sekunder merupakan senyawa bioaktif yang diproduksi organisme untuk mempertahankan diri dan memiliki berbagai potensi biologis bagi kesehatan manusia. Penulisan ini merangkum kandungan metabolit sekunder dari dua spesies ikan, yaitu ikan patin (Pangasius sp.) dan ikan buntal (Arothron manilensis), berdasarkan analisis fitokimia dari ekstrak berbagai jaringan tubuh ikan. Ekstrak kulit, tulang, dan daging ikan patin menggunakan pelarut etanol, etil asetat, n-heksana, dan akuades menunjukkan keberadaan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, dan steroid, dengan variasi kandungan tergantung bagian tubuh dan pelarut. Hasil studi literartur pada A. manilensis, identifikasi menggunakan Skrining Fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari daging ikan mengandung flavonoid paling kuat, dengan nilai Rf 0,5–0,975, yang menunjukkan potensi antioksidan tinggi. Secara keseluruhan, kedua spesies ikan ini mengandung metabolit sekunder yang memiliki potensi bioaktif penting, seperti aktivitas antibakteri, antivirus, antijamur, antiinflamasi, antikanker, antimalaria, hingga peningkatan sistem imun. Hal ini mengindikasikan bahwa ikan patin dan ikan buntal dapat menjadi sumber alami metabolit sekunder yang berpotensi dikembangkan untuk aplikasi biomedis dan nutraseutikal