Pengelolaan dan Kondisi Lingkungan Pesisir Berdasarkan Persepsi Masyarakat dan Nelayan di Kawasan Pantai Meras, Kecamatan Bunaken, Sulawesi Utara
DOI:
https://doi.org/10.35799/bioreact.v1i1.66610Kata Kunci:
Pesisir, mangrove, nelayan, masyarakat pesisir, Pantai MerasAbstrak
Kerusakan pesisir merupakan permasalahan umum di Indonesia dan juga terjadi di Pantai Meras, Kecamatan Bunaken. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi ekologis dan bentuk pengelolaan pesisir di Pantai Meras, Kecamatan Bunaken, serta menganalisis persepsi masyarakat dan nelayan terhadap perubahan lingkungan dan aktivitas perikanan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 15 responden yang terdiri dari nelayan dan masyarakat pesisir, serta observasi lapangan pada kawasan pantai dan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan masih tergolong baik, ditandai dengan 85% responden menilai kejernihan air relatif stabil dan 65% responden mengamati peningkatan tutupan mangrove akibat program rehabilitasi. Namun demikian, masalah sampah plastik, abrasi, dan penurunan hasil tangkapan tetap menjadi isu utama yang dirasakan masyarakat. Sebanyak 70% responden melaporkan keberadaan sampah pantai, sementara 60% menyatakan abrasi semakin parah dalam lima tahun terakhir. Aktivitas perikanan didominasi alat tangkap tradisional, meskipun sebagian kecil nelayan masih menggunakan metode destruktif. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pengelola kawasan konservasi untuk memperkuat pengelolaan pesisir berbasis komunitas dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut di Pantai Meras.