KEHILANGAN HASIL DAN SUSUT BOBOT PADA PROSES PANEN DAN PASCA PANEN BAWANG (Allium ascalonicum l.) DI DESA TUNGOI II KECAMATAN LOLAYAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

Authors

  • Nurvazria Mokoagow Prodi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Unsrat
  • Lady C. Ch. E. Lengkey Prodi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Unsrat
  • Ireine A. Longdong Prodi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Unsrat

DOI:

https://doi.org/10.35791/cocos.v16i2.55602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehilangan hasil dan susut bobot saat panen dan pasca panen bawang merah sesuai kebiasaan petani. Penelitian ini menggunakan Metode Eksperimental dengan dua perlakuan penanganan sebelum panen yaitu lahan disiram dan tidak disiram, yang masing-masingnya dibuat 5 ubinan dan dua cara pengeringan yaitu di ‘para-para’ dan di lantai beton yang ditutup dengan terpal, serta dilakukan juga pengamatan pada tahap pembersihan dan sortasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan disiram memiliki prosentase rata-rata kehilangan hasil 0,89% dengan rata-rata kadar air tanah 25%, sedangkan yang tidak disiram prosentasenya 1,22% dengan rata-rata kadar air tanah 17%. Pada tahap pengeringan sampel dibagi dua dan didapatkan rata-rata prosentase susut bobot sampel disiram dan dikeringkan di para-para 23,41% dengan kehilangan hasil 1,31% dan sampel tidak disiram 28,89% dengan kehilangan hasil 1,57% dengan lama waktu pengeringan sembilan hari; sedangkan di lantai beton memiliki prosentase rata-rata susut bobot pada sampel disiram 35,72% dan kehilangan hasil 0,55% dan sampel tidak disiram 40,27% dengan kehilangan hasil 0,86% dengan lama waktu pengeringan tujuh hari. Kehilangan hasil setelah pembersihan dan sortasi dari pengeringan para-para 6,43% dan yang di lantai beton yang ditutup dengan terpal lebih rendah yaitu 3,41%.

Downloads

Published

2025-06-15

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>