Hubungan antara Perilaku Kesehatan dengan Status Kesehatan Gigi dan Mulut Sekolah Dasar di Kupang

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35790/k5ehzd56

Keywords:

perilaku kesehatan gigi dan mulut; status kesehatan gigi dan mulut; karies gigi

Abstract

Abstract: The high prevalence of caries in Indonesia indicates that current promotional and preventive efforts have not achieved optimal effectiveness. This study aimed to investigate the relationship between oral health behaviours and oral health status among primary school children in Kupang, Nusa Tenggara Timur. This observational analytical study employed a cross-sectional design, involving 522 primary school students recruited through convenience sampling. Oral health behaviours, including dental visits, tooth brushing frequency, and fluoride toothpaste usage, were measured using an oral health behaviour questionnaire. Dental caries status and oral hygiene were assessed using the DMFT (Decayed, Missing, and Filled Teeth) index and OHI-S (Oral Hygiene Index-Simplified), respectively. The relationship between oral health behaviours and oral health status was analyzed using the chi-square test. The result revealed a significant association between dental visits and the dental caries status of children (p=0.018). Conversely, tooth brushing frequency and the use of fluoride toothpaste did not demonstrate a significant relationship with either dental caries status or oral hygiene. In conclusion, there is a significant relationship between dental visits and dental caries status among primary school children in Kupang. Optimizing access to oral healthcare is crucial for the prevention of dental caries in primary school-aged children.

Keywords: oral health behaviour; oral health status; dental caries; oral hygiene

 

 Abstrak: Di Indonesia, prevalensi karies yang tinggi menunjukkan belum optimalnya upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah dasar di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan rancangan potong lintang yang melibatkan 522 siswa sekolah dasar yang diambil melalui metode convenience sampling. Data perilaku kesehatan gigi dan mulut (kunjungan ke dokter gigi, frekuensi menyikat gigi, penggunaan pasta gigi berfluorida) diukur dengan menggunakan kuesioner perilaku kesehatan gigi dan mulut. Pemeriksaan status karies gigi dan kebersihan mulut menggunakan indeks DMFT dan OHI-S. Hubungan antara perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan gigi dan mulut dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter gigi memiliki hubungan bermakna dengan status karies gigi anak (p=0,018), namun, frekuensi menyikat gigi dan penggunaan pasta gigi berfluorida tidak berhubungan bermakna dengan status karies maupun kebersihan mulut. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara kunjungan ke dokter gigi dengan status karies pada anak sekolah dasar di Kupang. Optimalisasi akses terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut sangat krusial untuk pencegahan karies pada anak usia sekolah dasar.

Kata kunci: perilaku kesehatan gigi dan mulut; status kesehatan gigi dan mulut; karies gigi

Author Biographies

  • Adillah Akram, Universitas Trisakti

    Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

  • Abdul G. Soulissa, Universitas Trisakti

    Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

  • Lia H. Andayani, Universitas Trisakti

    Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

  • Sri Lestari, Universitas Trisakti

    Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

References

1. World Health Organization. Global oral health status report: towards universal health coverage for oral health by 2030. Geneva: World Health Organization; 2022.

2. Kazeminia M, Abdi A, Shohaimi S, Jalali R, Vaisi-Raygani A, Salari N, et al. Dental caries in primary and permanent teeth in children worldwide, 1995 to 2019: a systematic review and meta-analysis. Head Face Med. 2020;16:22. Doi: https://doi.org/10.1186/s13005-020-00237-z

3. Bramantoro T, Mardiyantoro F, Irmalia WR, Kristanti RA, Nugraha AP, Noor TEBTA, et al. Early childhood caries, masticatory function, child early cognitive, and psychomotor development: a narrative review. Eur J Dent. 2024;18(2):441-7. Doi: https://doi.org/10.1055/s-0043-1774326

4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018.

5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

6. Widayati A. Perilaku kesehatan (health behavior): aplikasi teori perilaku untuk promosi kesehatan. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press; 2019. p. 6.

7. Sarwendah S, Jeffrey J, Humaira H, Yuslianti ER. Tingkat pengetahuan berhubungan dengan kesehatan gigi mulut siswa SDN Jampangkulon Sukabumi. Medika Kartika. 2023;6(2):152-61. Doi: https://doi.org/10.35990/mk.v6n2.p152-161

8. Harapan IK, Adam JZ. Efektivitas metode aplikasi video inovatif dengan metode demontrasi menyikat gigi terhadap kebersihan gigi dan mulut siswa Sekolah Dasar Inpres Buntong Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. J Kesehat Gigi. 2020;7(2):108-12. Doi: https://doi.org/10.31983/jkg.v7i2.6466

9. Pay MN, Widiati S, Sriyono NW. Identifikasi faktor yang mempengaruhi perilaku anak dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut: studi pada Pusat Pengembangan Anak Agape Sikumana Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Maj Kedokt Gigi Indones. 2016;2(1):27-34. Doi: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.9900

10. Larasati D. Hubungan konsumsi makanan manis dan frekuensi gosok gigi terhadap kejadian karies gigi pada anak di SDN 25 Palu [Skripsi]. Palu: Universitas Widya Nusantara; 2019.

11. Wowor VNS, Bernadus JBB, Lumbangaol GMP. Hubungan perilaku menyikat gigi dan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di Desa Wori. e-GiGi. 2025;13(1):123-31. Doi: https://doi.org/10.35790/eg.v13i1.55681

12. Dinas Kesehatan Kota Kupang. Profil kesehatan Kota Kupang tahun 2023 [Internet]. Kupang: Dinas Kesehatan Kota Kupang; 2023 [cited 2025 Jul 14]. Available from: https://ppid.dinkes-kotakupang.info/informasi-publik/informasi-berkala/profil-kesehatan/profil-kesehatan-kota-kupang-tahun-2023.html

13. Mupidati FF. Hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu tentang karies gigi pada anak usia sekolah di SDN Purwosuman 5 Sragen. Surakarta: Universitas Kusuma Husada Surakarta; 2023. Available from: https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/6003/2/naskah%20publikasi.pdf

14. Karta MS, Soulissa AG, Andayani LH. Karakteristik demografi dan tingkat pengetahuan sebagai faktor risiko masalah kesehatan gigi dan mulut anak. J Kedokt Gigi Terpadu. 2025;7(1):7-9. Doi: https://doi.org/10.25105/jkgt.v7i1.23789

15. Afiati R, Adhani R, Ramadhani K, Diana S. Hubungan perilaku ibu tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut terhadap status karies gigi anak: tinjauan berdasarkan pengetahuan, tingkat pendidikan, dan status sosial di TK ABA 1 Banjarmasin: kajian di Puskesmas Kota Banjarmasin bulan September-Oktober 2014. Dentino J Ked Gigi. 2017;2(1):56-62. Doi: https://doi.org/10.20527/dentino.v2i1.2601.g2259

16. Andayani LH, Soulissa AG, Lestari S. Dental and oral health status of elementary school children in Central Lampung. J Indones Dent Assoc. 2021;4(1):7-13. Doi: https://doi.org/10.32793/jida.v4i1.669

17. Nugraheni H, Sadimin S, Sukini S. Determinan perilaku pencegahan karies gigi siswa sekolah dasar di Kota Semarang. J Kesehat Gigi. 2019;6(1):26-34. Doi: https://doi.org/10.31983/jkg.v6i1.4404

18. Mohd Khairuddin AN, Bogale B, Kang J, Gallagher JE. Impact of dental visiting patterns on oral health: a systematic review of longitudinal studies. BDJ Open. 2024;10:18. Doi: https://doi.org/10.1038/s41405-024-00195-7

19. Soulissa AG, Andayani LH, Andani S. Parental educational level and dental caries in children. In: Current research and trends in dental and medical technology. [place unknown]: CRC Press; 2025. p. 652-7. Doi: https://doi.org/10.1201/9781003647294-84

20. Retnowati D. Dampak promosi kesehatan terhadap peningkatan perilaku kunjungan ke dokter gigi pada anak usia 6-12 tahun: scoping review. J Ilmu Kedokt Gigi. 2022;5(2):15-25. Doi: https://doi.org/10.23917/jikg.v5i2.20529

21. Rekawati A, Frisca F. Hubungan kebiasaan konsumsi makanan kariogenik terhadap prevalensi karies gigi pada anak SD Negeri 3 Fajar Mataram. Tarumanagara Med J. 2020;2(2):205-10. Doi: https://doi.org/10.24912/tmj.v3i1.9719

22. Warman A, Arnetty A, Ifitri I, Salsabila S, Amiruddin A. Hubungan frekuensi menyikat gigi dengan karies gigi molar pertama permanen murid kelas V dan VI sekolah dasar. J SAGO Gizi Kesehat. 2024;5(3B):1137-42. Doi: https://doi.org/10.30867/gikes.v5i3B.2228

23. Elbees SD. Hubungan kebiasaan menggosok gigi dan frekuensi konsumsi makanan kariogenik dengan karies gigi pada anak usia di SDN Pancoran Mas 2. J Ilm Ilmu Keperawatan Indones. 2018;8(4):487-96. Doi: https://doi.org/10.33221/jiiki.v8i04.142

24. Al-Sharani HM, Stormon N, Al-Hutbany N, Zhang Y, Zulfiqar T. Optimal tooth brushing initiation age and frequency for preventing early childhood caries: a systematic review and meta-analysis. BMC Oral Health. 2025;25:2006. Doi: https://doi.org/10.1186/s12903-025-07179-5

25. Arfiah J, Murad FN, Aulyah DR, Usman F, Sundu S. Hubungan frekuensi menyikat gigi dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa sekolah dasar. J Sains Kesehat. 2023;7(2):1-8. Doi: https://doi.org/10.57214/jusika.v7i2.546

26. Andayani LH, Elisanditya A, Soulisa AG, Lestari S. Oral health behaviors and oral health status in elementary school children in East Kalimantan, Indonesia. J Dent Indones. 2026;33(1):61-8. Doi: https://doi.org/10.14693/jdi.v33i1.1927

27. Walsh T, Worthington HV, Glenny AM, Marinho VC, Jeroncic A. Fluoride toothpastes of different concentrations for preventing dental caries. Cochrane database of systematic reviews. 2019;3(3):CD007868. Doi: https://doi.org/10.1002/14651858.CD007868.pub3

28. Kurnia P, Rahmi E, Nofika R, Setiawan Y, Yemima E. Efektivitas edukasi penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang kesehatan mulut. J Ilmu Kesehat Masy. 2022;11(5):417-25. Doi: https://doi.org/10.33221/jikm.v11i05.1584

29. Ensia MA, Suryagustina. Pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi tentang cara menyikat gigi yang benar terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan pada siswa kelas 4 dan 5 di SD Negeri 10 Palangkaraya. Borneo Nurs J. 2025;8(1):511-24. Doi: https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.198

30. Failasufa H, Fahrie TO, Arimbi A. Hubungan pelaksanaan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah terhadap status karies gigi: literature review. Indones J Dent. 2021;1(2):37. Doi: https://doi.org/10.26714/ijd.v1i2.7977

Downloads

Published

2026-10-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hubungan antara Perilaku Kesehatan dengan Status Kesehatan Gigi dan Mulut Sekolah Dasar di Kupang. (2026). E-GiGi, 15(1), 89-97. https://doi.org/10.35790/k5ehzd56