Pemetaan Spasial Tutupan Lahan Padi Sawah di Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh
Spatial Mapping of Rice Field Land Cover in Tatapaan District, South Minahasa Regency Using Geographic Information System (GIS) and Remote Sensing
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan spasial Tutupan Lahan Padi Sawah di Kecamatan Tatapaan dengan menggunakan interpretasi visual on screen, mengetahui luas lahan padi sawah di Kecamatan Tatapaan pada periode 2019 dan 2024 serta mengetahui perubahan tutupan lahan lahan padi sawah pada periode tahun 2019 sampai 2024. Metode yang digunakan adalah klasifikasi visual on screen dengan memanfaatkan data citra SAS Planet, citra USGS EarthExplorer, Peta RBI yang di digitasi dengan sistem informasi geografis menggunakan software ArcGIS 10.8.
Hasil analisis interpretasi citra visual on screen menunjukan peta penyebaran lahan padi sawah hanya ada di beberapa desa saja. Hasil pemetaan spasial dihasilkan berdasarkan pada beberapa unsur interpretasi visual seperti pola, bentuk, tekstur lokasi dan asosiasi. Hasil analisis interpretasi citra visual on screen menunjukan bahwa pemetaan spasial lahan padi sawah di Kecamatan Tatapaan pada tahun 2019 memiliki luas sebesar 107,49 Ha dan pada tahun 2024 memiliki luas sebesar 24,81 ha. Dari hasil interpretasi visual menunjukan bahwa dalam periode tahun 2019 sampai tahun 2024 lahan padi sawah di Kecamatan Tatapaan mengalami penurunan sekitar 76,9% yaitu sebesar 82,68 ha.
Kata Kunci: Pemetaan Spasial, Tutupan Lahan, SIG, Penginderan Jauh
Abstract
This research aims to carry out spatial mapping of paddy field land cover in Tatapaan District using visual on-screen interpretation. This will determine the area of paddy fields in Tatapaan District between 2019 and 2024, and determine changes in paddy field land cover between 2019 and 2024. The method used is visual on-screen classification, utilizing SAS Planet imagery, Google Earth imagery, and RBI maps, digitized using a geographic information system (GIS) using ArcGIS 10.8 software.
The results of the visual on-screen image interpretation analysis indicate that the distribution of paddy fields is limited to a few villages. The spatial mapping results are generated based on several visual interpretation elements, such as pattern, shape, texture, location, and association. The results of the visual on-screen image interpretation analysis indicate that the spatial mapping of paddy fields in Tatapaan District in 2019 covered an area of 107,49 hectares, and in 2024, it will increase to 24,81 hectares. Visual interpretation results indicate that between 2019 and 2024, paddy fields in Tatapaan District experienced a decline of approximately 76,9%, or 82,68 ha.
Keywords: Spatial Mapping, Land Cover, GIS, Remote Sensing
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Irene Rantepadang, Wiske Rotinsulu, Adeleyda Lumingkewas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.