Analisis Perbandingan Harga Pekerjaan Dinding Menggunakan Bata Merah Dan Bata Ringan Pada Proyek Pembangunan SD Katolik 10 St. Theresia Manado
Keywords:
lightweight brick, clay brick, wall masonry, cost comparison, time efficiency, construction project, educational buildingAbstract
The advancement of construction material technology necessitates innovation in the selection of building materials that are efficient in terms of cost, time, and structural performance. One such innovation is the use of lightweight bricks (Autoclaved Aerated Concrete/AAC) as an alternative to traditional clay bricks for wall masonry work. This study aims to analyze and compare the cost efficiency and construction time of wall masonry work using clay bricks versus lightweight bricks in the construction project of SD Katolik 10 St. Theresia Manado, executed by PT. Cakra Buana Megah. A quantitative approach was employed through analytical calculations based on field data, including material requirements, adhesive or mortar, transportation costs, labor productivity, and daily wages. The analysis compared the total cost and duration of work for both material types. The results show that the total cost of wall masonry using clay bricks reached IDR 328,054,520, while using lightweight bricks amounted to IDR 289,202,490, yielding a cost saving of IDR 38,852,030 (approximately 11.8%). In terms of construction time, clay brick masonry required 37 days, whereas lightweight brick masonry required only 14 days, representing a time efficiency of 62.2%. Technically, lightweight bricks offer advantages in terms of lower weight, higher dimensional precision, and ease of installation, all of which collectively enhance on-site productivity. Therefore, the use of lightweight bricks is proven to be more efficient and economical than clay bricks in both cost and duration, and is recommended as an alternative material to support the effectiveness of educational building construction projects.
References
Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 2021. Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Cipta Karya (AHSP-Cipta Karya). Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Jakarta.
Mulyono, T. 2016. Teknologi Beton dan Material Bangunan. Yogyakarta.
Prawira, D., & Hadi, F. 2018. Studi Komparatif Waktu Pelaksanaan Pemasangan Dinding Menggunakan Bata Merah dan Bata Ringan pada Bangunan Gedung Bertingkat. Jurnal Teknik Sipil, Universitas Diponegoro, Vol. 10(1), 25–32.
SNI 03-0349-1989. Bata Merah untuk Pasangan Dinding. Badan Standardisasi Nasional (BSN), Jakarta.
SNI 03-6861.1-2002. Pelaksanaan Pekerjaan Pasangan Dinding Bata dan Blok Beton. Badan Standardisasi Nasional (BSN), Jakarta.
SNI 03-2847-2019. Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Badan Standardisasi Nasional (BSN), Jakarta
SNI 1727:2020. Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Badan Standardisasi Nasional (BSN), Jakarta.
Triwiyono, A., & Nugroho, A. . 2017. Perbandingan Efisiensi Pemasangan Dinding Bata Merah dan Bata Ringan (AAC) Ditinjau dari Aspek Biaya dan Waktu. Jurnal Konstruksia, Vol. 8(2), 45–53.
Suganda, H., & Santosa, D. 2020. Analisis Efisiensi Penggunaan Bata Ringan sebagai Pengganti Bata Merah dalam Pekerjaan Dinding Bangunan Gedung. Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain, Vol. 5(1), 11–19.
Standar Nasional Indonesia. 2017. Satuan Bahan dan Upah, Jakarta
Suhartono, B. 2019. Manajemen Proyek Konstruksi: Efisiensi Biaya dan Waktu Pelaksanaan. Bandung: Penerbit ITB Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Kevin Jeremy Adinegoro, Jeremias Tjakra, Tiny Mananoma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
HAK CIPTA & LISENSI:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk berbagi — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun — dan mengadaptasi — me-remix, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial — dengan pengakuan atas penulis karya tersebut dan publikasi awal di jurnal ini.
