Perbandingan Pendapatan Usahatani Kentang Menggunakan Pupuk Organik Kohe Sapi dan Pupuk Kohe Ayam Di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan
Keywords:
pendapatan, usahatani, kentang, pupuk organik, kohe sapi, kohe ayam, petaniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pendapatan usahatani kentang antara petani yang menggunakan pupuk organik kohe sapi dan yang menggunakan pupuk kohe ayam di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling, terdiri dari 5 petani pengguna pupuk kohe sapi dan 15 petani pengguna pupuk kohe ayam dan diambil secara keseluruhan yang menggunakan bibit super jhon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya usahatani kentang per hektare pada petani pengguna pupuk kohe sapi adalah sebesar Rp35.315.540, sedangkan pada petani pupuk kohe ayam sebesar Rp35.807.819. Sementara itu, penerimaan rata-rata yang diperoleh petani pengguna pupuk kohe sapi mencapai Rp216.300.000, lebih tinggi dibandingkan dengan petani pupuk kohe ayam sebesar Rp116.900.000. Dengan demikian, pendapatan bersih yang diperoleh petani kohe sapi adalah Rp180.984.460 per hektare, sedangkan petani kohe ayam hanya memperoleh Rp81.092.181 per hektare. Hasil uji t (Welch’s t-test) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan kedua kelompok petani, dengan nilai t hitung 15,36 > t tabel 1,75 dan p-value < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik kohe sapi secara nyata memberikan keuntungan lebih tinggi dan lebih efisien dibandingkan pupuk kohe ayam maka usahatani kentang menggunakan pupuk organik kohe sapi layak untuk diusahakan dan dapat meningkatkan pendapatan petani di Kecamatan Modoinding.
References
Mubyarto. 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3ES.
Saragih, B., & Sipayung, T. 2017. Ekonomi Pertanian: Teori dan Aplikasi. Jakarta: IPB Press.
Sari, M. 2021. Pengaruh Jenis Pupuk Terhadap Hasil Panen dan Keberlanjutan Usahatani Hortikultura. Bandung: Agro Mandiri.
Sari, P., Maulana, I., & Hadi, S. 2021. Analisis Pendapatan Usahatani Hortikultura. Yogyakarta: Deepublish.
Soekartawi. 1995. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Soekartawi. 2002. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian: Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Soekartawi. 2006. Agribisnis: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumampow, J. 2020. Analisis Potensi Agroklimat Wilayah Modoinding Dalam Pengembangan Hortikultura. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sam Ratulangi.
Santoso, H. B. 2010. Budidaya Tanaman Nenas. Jakarta: PT Penebar Swadaya.
Widyawati, R., & Sumarni, D. 2020. Peranan Pupuk Organik Dalam Meningkatkan Kualitas Tanah dan Produktivitas Tanaman. Yogyakarta: Gava Media.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ebenhaezer Tumipa, Nordy Fristgerald Lucky Waney, Maya Hendrietta Montolalu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
The copyright holder is the authorl.Â



