Nilai Tambah (Value Added) Kohe Ayam Menjadi Pupuk Kandang Di PT. Tomohon Apat Masharie Kelurahan Taratara Dua Kota Tomohon

Authors

  • Ariel Oden Siagian Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado
  • Nordy Fristgerald Lucky Waney Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado
  • Rine Kaunang Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado

Keywords:

nilai tambah, kohe ayam, pupuk kandang, metode Hayami, pengolahan limbah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dari pengolahan limbah kohe ayam menjadi pupuk kandang di PT. Tomohon Apat Masharie, Kelurahan Taratara Dua, Kota Tomohon. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian proses pengolahan menghasilkan output sebesar 300 kg pupuk kandang dari total input 360 kg limbah kohe ayam dengan rasio konversi sebesar 0,833. Produk akhir dijual dengan harga Rp5.000 per kilogram. Karena bahan baku utama berupa limbah tidak menimbulkan biaya, maka komponen biaya terbesar berasal dari bahan penolong sebesar Rp1.176,33 per kilogram. Imbalan tenaga kerja diberikan sebesar Rp278 per kilogram (9,3%) sedangkan keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp2.710,33 per kilogram (90,7%). Hasil studi menunjukan bahwa pengolahan limbah kohe ayam menjadi pupuk kandang tidak hanya bernilai ekonomis tinggi tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Pendekatan ini dapat dijadikan strategi alternatif dalam pengelolaan limbah berbasis pertanian berkelanjutan oleh karena itu, implementasi metode ini dinilai layak untuk direplikasi dalam skala yang lebih luas di sektor agrikultur.

References

Azzahra, H., & Sufriadi, S. 2023. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Pupuk Organik Cair Dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Untuk Pencegahan Stunting Pada Balita. Jurnal Pertanian Agros, 25(2): 1544–1551.

Bernal, M. P., Alburquerque, J. A., & Moral, R. 2009. Composting Of Animal Manures and Chemical Criteria For Compost Maturity Assessment: A Review. Bioresource Technology, 100(22): 5444-5453.

Hayami, Y., T. Kawagoe, & M. Siregar. 1987. Pemasaran Pertanian Dan Pengolahan Di Upland Java: Perspektif Sunda Village. Bogor: CGPRT Centre.

Suryani, A., & Sutaryo. 2020. Efektivitas EM4 Dalam Peningkatan Kualitas Pupuk Organik Dari Limbah Ternak. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 25(1): 45–52.

Tiquia, S. M. 2005. Microbiological Parameters As Indicators Of Compost Maturity. Journal Of Applied Microbiology, (99): 816-828.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Siagian, A. O., Waney, N. F. L., & Kaunang, R. (2026). Nilai Tambah (Value Added) Kohe Ayam Menjadi Pupuk Kandang Di PT. Tomohon Apat Masharie Kelurahan Taratara Dua Kota Tomohon. AGRI-SOSIOEKONOMI, 22(1), 1313 – 1320. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jisep/article/view/66467