Analisis Kemandirian Kelompok Tani Peserta Upland Project Di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan

Authors

  • Brooklyn Kairupan Komaling Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado
  • Nordy Fristgerald Lucky Waney Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado
  • Melsje Yellie Memah Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado

Keywords:

kemandirian kelompok tani, aspek organisasi, aspek kepemimpinan, aspek partisipasi, aspek perencanaan, aspek administrasi, aspek kegiatan usaha, aspek kemitraaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemandirian kelompok tani peserta Upland Project di Desa Kakenturan, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. Data yang dikumpulkan data primer yang diperoleh melalui survei secara langsung dilapangan melalui wawancara dengan anggota kelompok tani yang ada di Desa Kakenturan, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan populasi kelompok tani yang menjadi yaitu sebanyak 13 kelompok tani. Setiap kelompok diwakili oleh empat orang pengurus inti Ketua, Sekretaris, Bendahara dan satu orang anggota, sehingga jumlah sampel per kelompok sebanyak 4 orang dengan total yaitu 52 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pengukuran skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian kelompok tani peserta Upland Project di Desa Kakenturan tergolong dalam kategori kurang mandiri, dengan nilai rata-rata sebesar 81,41%. Tiga aspek yang berada pada kategori mandiri adalah organisasi, kepemimpinan, dan kegiatan usaha. Aspek partisipasi berada pada kategori kurang mandiri, sedangkan aspek perencanaan, administrasi, dan kemitraan tergolong tidak mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kelompok tani sudah memiliki struktur organisasi dan kepemimpinan yang baik serta mampu menjalankan kegiatan usaha secara mandiri, mereka masih mengalami hambatan dalam menyusun rencana kerja, melakukan pencatatan administrasi, serta menjalin kemitraan yang luas.

References

Ali, M. & Asrori, M. 2011. Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hermanto., & Dewa, K. S. S. 2011. Penguatan Kelompok Tani: Langkah Awal Peningkatan Kesejahteraan Petani. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian, 9(4): 371-390.

Kementerian Pertanian. 2020. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan The Development Of Integrated Farming System In Upland Areas (UPLAND). Jakarta: Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Kementrian Pertanian. 2033. Pedoman Pembinaan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani. Jakarta: Peraturan Menteri Pertanian.

Mardikanto, T. 2014. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

Slamet, M. 2003. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Konteks Pembangunan. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Komaling, B. K., Waney, N. F. L., & Memah, M. Y. (2026). Analisis Kemandirian Kelompok Tani Peserta Upland Project Di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. AGRI-SOSIOEKONOMI, 22(1), 1333 – 1342. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jisep/article/view/66469