Peran Modal Sosial Pedagang Hortikultura Di Pasar Bersehati Kota Manado

Authors

  • Friendly Titania Milas Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado
  • Melsje Yellie Memah Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado
  • Leonardus Ricky Rengkung Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado

Keywords:

peran modal sosial, hortikultura, pedagang sayur kangkung, pedagang buah papaya, pedagang buah semangka, kepercayaan, norma sosial, jaringan sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran modal sosial pedagang hortikultura di Pasar Bersehati Kota Manado. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel menggunakan stratifikasi dimana populasi pedagang hortikultura berjumlah 145 populasi adapun kriteria yang dijadikan sebagai sampel ada pedagang yang memproduksi langsung dari lapak sehingga cara pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga responden sebanyak 21 pedagang dimana pedagang sayur kangkung 8 responden, pedagang buah papaya 7 responden dan pedagang buah semangka 6 responden. Metode analisis data menggunakan deskriptif dengan menggunakan skor skala Likert 3 poin dengan pernyataan yaitu 12 untuk mengukur peran kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial terhadap usaha mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator modal sosial berada pada kategori “berperan” dengan skor total 733 dari 756. Dimensi jaringan sosial menjadi yang tertinggi, terutama pertukaran informasi antar pedagang yang mencapai 100%. Kepercayaan dan norma sosial juga menunjukkan skor tinggi, mencerminkan kepatuhan aturan, solidaritas, dan komunikasi yang baik. Modal sosial berperan besar dalam mendukung usaha pedagang hortikultura di Pasar Bersehati. Kepercayaan dan norma sosial menjaga stabilitas hubungan dagang, sementara jaringan sosial yang luas memperlancar distribusi, pemasaran, dan meningkatkan solidaritas.

References

Antou, J. I., Jocom S. G., Moniaga, V. R. B. 2022. Peranan Modal Sosial Pada Kelompok Tani Padi Sawah Di Desa Tatengesan, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Agri-Sosioekonomi, 18(2): 461-468.

Apriawan, L. D., Nurjannah, S., & Inderasari, O. P. 2020. Peran Modal Sosial Sebagai Strategi Dalam Pengembangan Industri Kerajinan Tenun Di Desa Sukarara Kabupaten Lombok Tengah. Journal of Urban Sociology, 3(1), 49-64.

Eman, M., Sari, A. P., & Ariandi, A. 2022. Studi Keanekaragaman Lumut (Bryophyta) Di Kawasan Hutan Desa Taupe, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha, 9(1), 85-94.

Field, J. 2003. Social Capital. London: Routledge.

Giddens, A. 2001. Sociology (4th ed.). United Kingdom: Polity Press.

Haridison. 2013. Modal Sosial Dalam Pembangunan Masyarakat. JISPAR: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan, 4(1): 31-40.

Coleman, J. S. 1990. Foundations of Social Theory. Cambridge Mass: Harvard University Press.

Nurhadiyono, A., A. Purwanto., & S. M. Tumengkol. 2019. Modal Sosial dan Keberlangsungan Usaha Pedagang Sayuran Di Pasar Bersehati Manado. Jurnal Holistik, 12(4): 1-20.

Putnam, R. D. 2000. Bowling Alone: The Collapse and Revival Of American Community. New York: Simon and Schuster.

Siregar, A. R. 2008. Perpustakaan Digital: Implikasinya Terhadap Perpustakaan Di Indonesia. Medan: Universitas Sumatera Utara

Syamsul, M. M., Gumbira 2001. Peramalan Permintaan Paprika Untuk Perencanaan Produksi Pada PT. Saung Mirwan. Thesis. Institut Pertanian Bogor.

Downloads

Published

2026-02-06

How to Cite

Milas, F. T., Memah, M. Y., & Rengkung, L. R. (2026). Peran Modal Sosial Pedagang Hortikultura Di Pasar Bersehati Kota Manado. AGRI-SOSIOEKONOMI, 22(1), 1469 – 1478 . Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jisep/article/view/66593