Pola Persebaran dan Keterjangkauan Area Pelayanan Fasilitas Pendidikan di Kota Bitung menggunakan Konsep Neighborhood Unit

Authors

  • Meyza Supit PWK Universitas Sam Ratulangi
  • Sonny Tilaar Universitas Sam Ratulangi
  • Surijadi Supardjo Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/matrasain.v23i1.62810

Keywords:

Fasilitas Kesehatan, Kebutuhan, Pola Persebaran, Keterjangkauan, Kota Bitung

Abstract

ABSTRAK

Dalam lima tahun terakhir, Kota Bitung mengalami perubahan peningkatan serta penurunan jumlah penduduk. Seiring dengan pertumbuhan ini, penting untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan di daerah tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, baik dari segi jumlah, kapasitas, maupun aksesibilitasnya agar mudah dijangkau dari tempat tinggal penduduk.

Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis spasial dengan tujuan untuk menghitung kebutuhan fasilitas Pendidikan menengah yang ada hingga tahun 2044 dan mengetahui bagaimana pola sebaran fasilitas pendidikan serta jangkauan pelayanan fasilitas pendidikan menengah di Kota Bitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2044 memiliki proyeksi penduduk sebanyak 165.696 jiwa dengan jumlah kebutuhan fasilitas SMP paling sedikit 5 fasilitas dan kebutuhan fasilitas SMA/SMK paling sedikit 15 fasilitas. Pola sebaran spasial fasilitas pendidikan tingkat SMP dan SMA/SMK Kota Bitung memiliki pola yang sama yaitu cenderung acak. Untuk SMP yaitu (T=1,18) sedangkan untuk SMA/SMK yaitu (T=0,81). Berdasarkan SNI untuk radius jangkauan pelayanan fasilitas pendidikan Tingkat SMP terhadap permukiman yang terlayani di Kota Bitung yaitu sebesar 81% dan untuk fasilitas SMA/SMK yaitu sebesar 90%. Serta berdasarkan jumlah penduduk yang terlayani untuk fasilitas SMP yaitu 176.514 jiwa dan untuk fasilitas SMA/SMK yaitu 194.606 jiwa. Sedangkan berdasarkan standar neighborhood unit, untuk daerah jangkauan SMP yang terlayani adalah sebesar 86% dan untuk fasilitas SMA/SMK sebesar 77%, dengan jumlah penduduk yang terlayani untuk fasilitas SMP yaitu 187.983 jiwa dan untuk fasilitas SMA/SMK yaitu 167.446 jiwa.

Kata Kunci : Fasilitas Pendidikan, Kebutuhan, Pola Sebaran, Keterjangkauan, Kota Bitung

ABSTRACT

In the last five years, Bitung City has experienced changes in terms of population increase and decrease. Along with this growth, it is important to ensure that educational facilities in the area are able to meet the needs of the community, both in terms of quantity, capacity, and accessibility so that they are easily accessible from where residents live.

This study uses quantitative descriptive analysis and spatial analysis with the aim of calculating the need for existing secondary education facilities until 2044 and finding out the distribution pattern of educational facilities and the reach of secondary education facilities in Bitung City. The results of the study show that in 2044 the population projection is 165,696 people with the number of junior high school facility needs of at least 5 facilities and the need for senior high school/vocational high school facilities of at least 15 facilities. The spatial distribution pattern of junior high school and senior high school/vocational high school educational facilities in Bitung City has the same pattern, which tends to be random. For junior high schools, it is (T=1.18) while for senior high schools/vocational high schools it is (T=0.81). Based on the SNI for the radius of service coverage of junior high school level educational facilities to the settlements served in Bitung City, it is 81% and for senior high school/vocational high school facilities it is 90%. And based on the number of residents served for junior high school facilities, it is 176,514 people and for senior high school/vocational high school facilities it is 194,606 people. Meanwhile, based on the neighborhood unit standard, the service coverage area for junior high schools is 86% and for senior high school/vocational high school facilities it is 77%, with the number of residents served for junior high school facilities being 187,983 people and for senior high school/vocational high school facilities being 167,446 people. 

Keywords: Educational Facilities, Needs, Distribution Patterns, Affordability, Bitung City

References

Asnia, R. R., Syaf, H., & Mey, D. (2020). Analisis Spasial dan Sebaran Fasilitas Pendidikan Tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Kolaka. Jurnal Perencanaan Wilayah, 5(1).

Badan Pusat Statistik Kota Bitung tahun 2024

Bintarto, R., & Hadisumarno, S. (1991). Metode Analisa Geografi.

Hasanuddin, N. L. (2016). Konsep Penerapan Prinsip-Prinsip Neighborhood Unit Dalam Menunjang Interaksi Sosial Pada Lingkungan Perumahan Nasional (Studi kasus: Perumnas Bumi Tamalanrea Permai, Makassar).

Kota Bitung dalam Angka tahun 2024, Biro Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara

Lakat, R. M. S. (2021). Metode Analisis Perencanaan 2. Unsrat Press.

Mukhlis, M., & Harudu, L. (2019). Pola Persebaran Dan Keterjangkauan Lokasi Sekolah Terhadap Pemukiman Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografi Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 4(4), 226.

Nugraha, R. B., Pusporini, N., Arie, F. C., & Afrianto, F. (2023). Meninjau Ulang Sni 03 1733 2004 Tentang Sarana Pendidikan Studi Kasus Radius Pencapaian Sarana Pendidikan Di Kota Malang. Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi, 4(1), 83-99Permen PUPR Nomor 29 Tahun 2018 (Kolaborasi dengan Kemendikbud)

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana,

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA)

Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 9 tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana dan utilitas Perumahan dan Permukiman di Daerah

Ramadhana, A. N., & Prakoso, B. S. E. (2018). Analisis Ketersediaan dan Keterjangkauan Fasilitas Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar (SD) Dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Di Kota Metro. Jurnal Bumi Indonesia, 7(3).

SNI 03-1733-2004 Tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan

Umasangadji, M. S. (2015). Analisis Kebutuhan dan Penempatan Prasarana-Sarana Fasilitas Pendidikan di Kecamatan Wori. Spasial, 2(3), 170-181.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Downloads

Published

2026-07-04

How to Cite

Supit, M., Tilaar, S., & Supardjo, S. (2026). Pola Persebaran dan Keterjangkauan Area Pelayanan Fasilitas Pendidikan di Kota Bitung menggunakan Konsep Neighborhood Unit. MEDIA MATRASAIN, 23(1), 44–53. https://doi.org/10.35793/matrasain.v23i1.62810

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.