Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Transit Oriented Development di Kota Manado
Abstract
Pertumbuhan penduduk dan aktivitas yang meningkat menyebabkan perkembangan transportasi di Kota Manado, namun juga memicu kemacetan. Sebagai solusi, penerapan konsep TOD merupakan pendekatan alternatif dalam mengatasi permasalahan transportasi, tujuan utama TOD adalah menciptakan kawasan yang terintegrasi dan efisien yang menggabungkan berbagai fungsi (mixed-use), memiliki tingkat kepadatan yang tinggi, serta mendukung mobilitas pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskripstif kuantitatif dengan proses analisis spasial yang dilakukan pada lima lokasi potensial zona TOD di Kota Manado yakni zona Malalayang, Zona Pusat Kota, zona Tuminting, zona Paal Dua dan zona Kota Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua zona potensial belum memenuhi standar ideal baik variabel design, diversity maupun density, dengan zona Pusat Kota (PPK) sebagai yang paling mendekati kriteria TOD terutama pada aspek desain jalur pedestrian dan keberagaman fungsi lahan, sementara zona Malalayang, Tuminting, Paal Dua, dan Kota Baru masih mengalami kekurangan signifikan dalam fasilitas pedestrian, kepadatan bangunan, serta integrasi moda transportasi. Analisis gap mengungkap perlunya peningkatan eksisting variabel penyusun TOD, dengan prioritas pengembangan berdasarkan metode AHP berturut-turut pada Pusat Kota (skor 0,332), Malalayang (skor 0,287), Paal Dua (skor 0,277), Kota Baru (skor 0,193), dan Tuminting (skor 0,182), di mana zona dengan kesiapan rendah membutuhkan perencanaan pengadaan awal yang lebih besar dari pemerintah dan pemangku kepentingan agar mencapai standar dari pengembangan kawasan TOD.
Population growth and increased activity have driven transportation development in Manado City but have also led to traffic congestion. As a solution, the implementation of the Transit Oriented Development (TOD) concept offers an alternative approach to addressing transportation problems. The primary goal of TOD is to create integrated and efficient areas that combine various functions (mixed-use), have high density levels, and support pedestrian mobility. This study employs a quantitative descriptive analysis method combined with spatial analysis conducted across five potential TOD zones in Manado City: Malalayang, Pusat Kota, Tuminting, Paal Dua, and Kota Baru. The results indicate that nearly all potential zones have yet to meet the ideal standards in terms of design, diversity, and density variables. The Pusat Kota zone (PPK) is closest to the TOD criteria, particularly regarding pedestrian pathway design and land use diversity, while Malalayang, Tuminting, Paal Dua, and Kota Baru still face significant deficiencies in pedestrian facilities, building density, and transportation mode integration. Gap analysis reveals the need to improve the existing TOD components, with development priorities based on the Analytical Hierarchy Process (AHP) scores in the following order: Pusat Kota (0.332), Malalayang (0.287), Paal Dua (0.277), Kota Baru (0.193), and Tuminting (0.182). Zones with lower readiness require more extensive initial planning and support from the government to receive TOD development standards
References
Herlin Sukmarini. (2022). Penerapan Transit Oriented Development (TOD) di Kawasan Senen Jakarta Pusat. Penerbit: Widina Bhakti Persada Bandung.
Ayuningtyas, S. H. dan Karmilah, M. (2019). Penerapan Transit Oriented Development (TOD) sebagai Upaya Mewujudkan Transportasi yang Berkelanjutan. 24. 45-66.
Sharon Sondakh, Octavianus Rogi, Amanda Sembel. (2021). Identifikasi Potensi Zona- zona “Transit Oriented Development” di Kota Manado. Jurnal Spasial UNSRAT
Denny Pribadi, Rizal Saputra, Jamal Hudin, Gunawan. (2020). Sistem Pendukung Keputusan: Alytical Hierachy Process. Buku. Penerbit: Graha Ilmu
Balachanddran, Cervero, Deakin, King, Nadal, Ollivier, Pardo, Park, Suzuki. (2017). ITDP: TOD STANDAR. Penerbit: Institute For Transportation and Development Policy.
Della Kalangie, Amanda Sembel, Ricky Lakat. (2023). Pengembangan Konsep Transit Oriented Development (TOD) di Kota Tomohon. Jurnal Sabua UNSRAT
Bagus Raditya, Soedwiwahjono, Kusumastuti. (2023). Kesesuaian Kawasan Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Balapan, Surakarta dari Perspektif Konsep TOD. Penerbit: Desa-Kota Jurnal PWK UNS.
Imma Widyawati Agustina, Septiana Hariyani. (2022). Penerapan Transit Oriented Development” Di Kawasan Tugu –Kertanegara, Kota Malang. Penerbit: PWK Undip: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota.
Gumano, Hendry Natanael. 2020. “Kajian Arahan Dan Strategi Pengembangan Kawasan Potensial Transit Oriented Development (Tod) Di Sekitar Stasiun Transit Lrt Kota Palembang.” Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil
Ishaq Rochman, Desrina Ratriningsih. 2019. “Penerapan Strategi Transit Oriented Development (TOD) Padaperancangan Mice Di Kota Tasikmalaya Jawa Barat.” Jurnal SENTHONG 2019 691–702.
BAPPEDA Kota Manado.2018: Masterplan Pengembangan Transportasi Terpadu Kota Manado
BAPPEDA Kota Manado.2024: Masterplan Pengembangan dan Penataan Kabupaten/Kota di Lingkup Wilayah Regional II, Kota Manado Tahun 2024
Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 1 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 2023-2042
Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal PUPR. 2020. 1.1. Peran Terpadu TOD.
Kementrian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional. 2017. Nomor 16 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit.” Kementrian Agraria Dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional 5(2):40-5
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Gloria Mariane Rawis, Octavianus H. A. Rogi, Michael M. Rengkung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
