ANALISIS KARAKTERISTIK LANSEKAP BUDAYA DI KECAMATAN SANGALLA KABUPATEN TANA TORAJA

Authors

  • Sri Septyani Tandi Universitas Sam Ratulangi
  • Michael M. Rengkung

Abstract

ABSTRAK

Kecamatan Sangalla merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tana Toraja yang memiliki karakter lansekap budaya yang telah ada secara turun-menurun. Lokasi yang strategis berbatasan langsung dengan Kota Makale, hanya berjarak tempuh sekitar 7 km dari Kota Makale Kabupaten Tana Toraja. Di Kecamatan Sangalla sendiri terdapat berbagai elemen budaya toraja, seperti tongkonan (rumah adat), alang (lumbung padi), kuburan batu dan tradisi adat rambu solo' (upacara kematian) yang sudah turun-temurun. Kecamatan Sangalla menyimpan kekayaan budaya yang tak kalah menarik dengan Kete’ Kesu kawasan wisata budaya yang sudah dikenal. Salah satu kekhasan yang dimiliki Kecamatan Sangalla adalah keberadaan situs pemakaman bayi di dalam pohon (baby grave) serta memiliki sebuah museum lokal yang menyimpan berbagai peninggalan yang menggambarkan kehidupan puang di masa lalu. Apabila tidak dikelola secara optimal, maka kualitas karakter lansekap budaya yang dimiliki oleh Kecamatan Sangalla ini akan mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lansekap budaya yang ada di Kecamatan Sangalla, menganalisis kekuatan dan peluang yang dapat mempengaruhi keberlanjutan lansekap budaya serta memberikan rekomendasi pengelolaan untuk pelestarian lansekap budaya di Kecamatan Sangalla. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan analisis spasial untuk mengidentifikasi karakteristik lansekap budaya di Kecamatan Sangalla dan analisis SWOT untuk menganalisis kekuatan dan peluang untuk pengelolaan pelestarian lansekap budaya

ABSTRACT

Sangalla Sub-district is one of the sub-districts in Tana Toraja Regency that possesses a cultural landscape character inherited through generations. Strategically located, it directly borders Makale City and is only about 7 kilometers away from the capital of Tana Toraja Regency. Sangalla is home to various Torajan cultural elements such as tongkonan (traditional houses), alang (rice barns), stone graves, and the traditional Rambu Solo' (funeral ceremony), all of which have been passed down over time. The sub-district holds cultural richness that is no less significant than Kete’ Kesu, a well-known cultural tourism area. One of Sangalla’s unique features is the presence of baby graves placed inside trees, as well as a local museum that houses various relics representing the historical life of the Torajan nobles (puang). If not managed properly, the cultural landscape character of Sangalla Sub-district is at risk of degradation. This study aims to identify the characteristics of the cultural landscape in Sangalla, analyze the strengths and opportunities that support its sustainability, and provide management recommendations for its preservation. The methods used in this study include descriptive qualitative and spatial analysis to identify the cultural landscape characteristics, and SWOT analysis to assess the strengths and opportunities for the sustainable management of the cultural landscape.

Downloads

Published

2025-11-01

How to Cite

Tandi, S. S., & Rengkung, M. M. (2025). ANALISIS KARAKTERISTIK LANSEKAP BUDAYA DI KECAMATAN SANGALLA KABUPATEN TANA TORAJA. MEDIA MATRASAIN, 22(2), 73–84. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/article/view/63211

Most read articles by the same author(s)