Interaksi Keruangan Antara Pusat Kota Bitung dan Pulau Lembeh

Authors

  • Alya Graciela Rahmadini Suawah Universitas Sam Ratulangi
  • Esli D. Takumansang
  • Rieneke L. E. Sela

Abstract

Kelurahan Bitung Barat Satu, Kelurahan Bitung Barat Dua, Kelurahan Bitung Tengah dan Kelurahan Bitung Timur di Kecamatan Maesa yang berfungsi sebagai pusat pelayanan di Kota Bitung mengindikasikan terjadinya ketimpangan dengan wilayah lainnya khususnya wilayah pinggiran, yakni Pulau Lembeh dalam berbagai aspek seperti kondisi ekonomi dan infrastruktur perkotaan sehingga dimana hal ini dapat menghambat perkembangan Pulau Lembeh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai interaksi keruangan dan menentukan faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi keruangan antara 4 kelurahan pusat pelayanan dengan 17 kelurahan yang ada di Pulau Lembeh menggunakan analisis model gravitasi dan analisis spasial berbasis Geographic Information System (GIS). Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah pendapatan per kapita, fasilitas perkotaan dan aksesibilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelurahan Papusungan yang berada di Pulau Lembeh telah terjadi interaksi dengan klasifikasi yang sangat kuat pada 3 jenis data sementara itu Kelurahan Lirang terjadi interaksi yang sangat lemah pada 2 jenis data. Faktor yang paling mempengaruhi terjadinya interaksi antara 4 kelurahan pusat pelayanan dengan 17 kelurahan di Pulau Lembeh adalah faktor kemampuan saling melengkapi (regional complementarity) hal ini dikarenakan suatu wilayah tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga perlu melakukan interaksi dengan wilayah lainnya. 

Downloads

Published

2025-12-10

How to Cite

Suawah, A. G. R., Takumansang, E. D., & Sela, R. L. E. (2025). Interaksi Keruangan Antara Pusat Kota Bitung dan Pulau Lembeh. MEDIA MATRASAIN, 22(2), 93–102. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jmm/article/view/63657