Konsep Kota Layak Huni Di Kota Tomohon

Authors

  • Enrique Schon Jonathan Tangkawarouw Perencanaan Wilayah dan Kota Unsrat
  • Windy J Mononimbar Universitas Sam Ratulangi
  • Pingkan Peggy Egam Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/matrasain.v23i1.68151

Keywords:

Kota Layak Huni, , Important Performance Analysis, Perencanaan dan Evaluasi, Kota Tomohon

Abstract

ABSTRAK

Pertumbuhan kota di Indonesia, khususnya di Kota Tomohon, menghadapi tantangan dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menilai kondisi Tomohon berdasarkan kriteria kota layak huni dari Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP), menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun Tomohon memiliki karakteristik yang mendukung konsep kota layak huni, ada variasi dalam kriteria tersebut. Indikator terbagi menjadi empat kuadran: Kuadran Mencakup fasilitas pejalan kaki dan akses bagi difabel; Kuadran II mencakup kebersihan lingkungan dan fasilitas kesehatan; Kuadran III mencakup perlindungan sejarah sejarah dan ketersediaan lapangan kerja; Kuadran IV mencakup pencemaran lingkungan dan angkutan umum. Hasil penelitian ini jelas menunjukkan posisi indikator kota layak huni di Tomohon dan membantu mengidentifikasi prioritas untuk perbaikan kebijakan. Hasil pengelompokan indikator ke dalam kuadran IPA dapat dijadikan sebagai analisis pendekatan dalam memahami tingkat kepentingan dan tingkat kinerja masing-masing aspek kelayakhunian kota. Pengelompokan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kajian dan evaluasi kondisi kota layak huni secara terstruktur.

Kata Kunci: Kota Layak Huni, Important Performance Analysis, Perencanaan dan Evaluasi, Kota Tomohon

ABSTRACT

The city of Manado, as the capital of North Sulawesi Province, has geographical characteristics dominated by Urban growth in Indonesia, particularly in Tomohon City, faces challenges in creating a sustainable urban environment. This study assesses the condition of Tomohon based on the livable city criteria of the Indonesian Association of Planners (IAP), using qualitative descriptive analysis and Importance Performance Analysis (IPA). The results indicate that although Tomohon has characteristics that support the concept of a livable city, there is variation in these criteria. Indicators are divided into four quadrants: Quadrant I covers pedestrian facilities and access for people with disabilities; Quadrant II covers environmental cleanliness and health facilities; Quadrant III covers the protection of historical buildings and the availability of employment; Quadrant IV covers environmental pollution and public transportation. The results of this study clearly show the position of livable city indicators in Tomohon and help identify priorities for improvement policies. The results of grouping indicators into IPA quadrants can be used as an analytical approach in understanding the level of importance and performance of each aspect of city livability. This grouping can be used as a consideration in a structured study and evaluation of livable city conditions.

Keywords: Livable City, Important Performance Analysis, Planning and Evaluation, Tomohon City

References

Anonim, Ikatan Ahli Perencanaan. (2017). Indonesia Most Livable City Index. Jakarta: Ikatan Ahli Perencanaan.

Anonim, Ikatan Ahli Perencanaan. (2022). Indonesia Most Livable City Index. Jakarta: Ikatan Ahli Perencanaan.

Badan Pusat Statistik Kota Tomohon dalam Angka 2025. Kota Tomohon: BPS Kota Tomohon.

Darise, D. I. (2015). Kajian Kota Manado sebagai Kota Layak HuniBerdasarkan Kriteria (IAP) Ikatan Ahli Perencanaan. SPASIAL, 1(1), 131-140.

Fitzpatrick, J. L., Sanders, J. R., & Worthen, B. R. (2011). Program evaluation: Alternative approaches and practical guidelines (4th ed.). Boston: Pearson Education

Kaseger, A., Sembel, A. S., & Lintong, S. (2022). Sistem Transportasi Publik di Kota Tomohon Berdasarkan Konsep Kota Layak Huni. Sabua: Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur, 11(1), 1-10.

Makalalag, A., Gosal, P. H., & Hanny, P. (2019). Kajian kota kotamobagu menuju kota layak huni (livable city). Spasial, 6(2), 199-210.

Martin, W., Sela, R. L., & Rompas, L. M. (2019). Analisis Tingkat Partisipasi Masyarakat Menuju Kota Layak Huni (Livable City) Studi Kasus Kota Manado. SPASIAL, 6(2), 345-353.

Nugroho, F. I., Setyono, D. A., & Kurniawan, E. B. (2022). Identifikasi Kriteria Layak Huni Permukiman Di Kota Malang. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 14(1), 1-8

Ong, J. O., & Pambudi, J. (2014). Analisis kepuasan pelanggan dengan importance performance analysis di SBU laboratory Cibitung PT Sucofindo (PERSERO). J@ Ti Undip: Jurnal Teknik Industri, 9(1), 1-10.

Purwanto, E., & Darmawan, V. (2022). Indikator Penentu Kepuasan Dalam Penilaian Kota Layak Huni Menggunakan Metode Important Performance Analysis. TEKNIK, 43(2), 112-123.

Prasetyo dan Muttaqin. 2009. Ikatan Ahli Perencana Indonesia. Masa Depan Kota Metropolitan di Indonesai. Symposium Nasional Bapelitbang Indonesia Most Livable City Index. Indonesia.

Shah, M. S. M. A. M., Albimaly, M., Achsan, A. C. A. A. C., Khairinrahmat, K., & Lutfi, L. (2022). Penilaian Kota Layak Huni Dari Aspek Lingkungan Di Pusat Pelayanan Kota Kecamatan Palu Timur. Jurnal Peweka Tadulako, 1(1), 52-61.

Yudhistira, F., & Putri, M. B. (2024). Strategi Aspek Pioritas Kota Layak Huni (Livable City) Pada Kota Bandar Lampung. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, 4(1), 62-72.

Downloads

Published

2026-07-04

How to Cite

Tangkawarouw, E. S. J., Mononimbar, W. J., & Egam, P. P. (2026). Konsep Kota Layak Huni Di Kota Tomohon. MEDIA MATRASAIN, 23(1), 122–137. https://doi.org/10.35793/matrasain.v23i1.68151

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.