Peran United Nations Children’s Fund dalam Menangani Child Marriage di Indonesia melalui Program Better Sexual and Reproductive Health and Rights for All Indonesia

(The Role of the United Nations Children's Fund in Handling Child Marriage in Indonesia through the Better Sexual and Reproductive Health and Rights for All Indonesia Program)

Authors

  • Riana Mardila Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Lika Febriyasa 1Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.35801/jpai.6.1.2024.57848

Abstract

This research focuses on the role of the United Nations Children's Fund (UNICEF) in the Better Sexual and Reproductive Health and Rights for All Indonesia (BERANI) program. This program aims to resolve sexual and reproductive health rights issues, including the issue of child marriage in Indonesia. UNICEF is an international organization that has the task of ensuring that the rights and welfare of children or women are fulfilled in all parts of the world. Therefore, the research question posed in this thesis is “How is the role of the United Nations Children's Fund (UNICEF) in Addressing Child Marriage in Indonesia Through the Better Sexual and Reproductive Health and Rights for All in Indonesia Program 2018-2023 Period?”. This research uses a qualitative method that collects data through primary and secondary data sources. Primary data sources were interviews, and secondary data sources consisted of books, official reports, journal articles, and newspapers. This research uses Clive Archer's theory of the role of international organizations and the United Nations Development Programme's (UNDP) Human Security. With this theory, it shows that UNICEF acts as an instrument by advocating policies to the government related to child marriage, issuing regulations related to midwifery, and supporting the issuance of KUPI fatwas related to P2GP. Furthermore, UNICEF has played an arena role by organizing P2GP seminars and facilitating dialogue spaces for various groups. And UNICEF has played a role in protecting health security by supporting UNALA youth-friendly clinics and providing training and PPE to midwives in three Indonesian cities. UNICEF has also played a role in protecting personal security by organizing Life Skills Education programs and involving men in the elimination of Gender-Based Violence program

ABSTRAK

Penelitian ini fokus pada peran United Nations Children’s Fund (UNICEF) dalam program Better Sexual and Reproductive Health and Rights for All Indonesia (BERANI). Program ini bertujuan menyelesaikan masalah hak kesehatan seksual dan reproduksi, termasuk isu pernikahan anak di Indonesia. UNICEF adalah organisasi internasional yang memiliki tugas untuk memastikan hak dan kesejahteraan anak ataupun perempuan terpenuhi di seluruh belahan dunia. Oleh karena itu, pertanyaan penelitian yang diajukan dalam skripsi ini adalah “Bagaimana peran United Nations Children’s Fund (UNICEF) dalam Menangani Child Marriage di Indonesia Melalui Program Better Sexual and Reproductive Health and Rights for All in Indonesia Periode 2018-2023?”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengumpulkan data melalui sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer penelitian ini adalah wawancara, dan sumber data sekunder terdiri dari buku, laporan resmi, artikel jurnal, dan surat kabar. Penelitian ini menggunakan teori peran organisasi internasional milik Clive Archer dan Human Security milik United Nations Development Programme (UNDP). Dengan teori tersebut, menunjukkan bahwa UNICEF berperan menjadi instrumen melalui mengadvokasi kebijakan kepada pemerintah terkait pernikahan anak, mengeluarkan regulasi terkait kebidanan, serta mendukung pengeluaran fatwa KUPI terkait P2GP. Kemudian, UNICEF berperan menjadi arena melalui pelaksanaan seminar P2GP dan memfasilitasi ruang dialog untuk berbagai kalangan. Dan UNICEF telah berperan melindungi keamanan kesehatan dengan mendukung klinik ramah remaja UNALA dan memberikan bantuan pelatihan dan APD untuk bidan-bidan di tiga kota Indonesia. UNICEF juga berperan melindungi keamanan personal dengan menyelenggarakan program Pendidikan Keterampilan Hidup dan melibatkan laki-laki pada program penghapusan Kekerasan Berbasis Gender.

References

Archer, C. (2001). International Organizations Third Editions. Routledge.

Badan Pusat Statistik. (2020). Pencegahan Perkawinan Anak Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda. In Badan Pusat Statistik.

Bappenas, UNICEF, UNFPA, & Global Affairs Canada. (2023). BERANI Empowering Lives. 30.

Bawole, H. Y. A., Bawole, G. Y., Sanggelorang, Y., & Pandiangan, D. P. (2023). Karakterisktik Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Perempuan Ditinjau dari UU No. 23 Tahun 2004. JPAI: Jurnal Perempuan Dan Anak Indonesia, 4(2), 83–88.

Candraningrum, D. (2018). Pernikahan Anak: Status Anak Perempuan? Jurnal Perempuan, 21(1), 36–40.

Handayani, S., Kora, F. T., Monika, R., & Rahayu, A. D. (2022). Literature Review: the Infuencing Factors of Early Marriage in Adolescents. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu, 13(02), 70–79. https://doi.org/10.55426/jksi.v13i02.229

Hermambang, A., , Choirul Ummah, Eunike Sola Gratia, F. S., & Wilda Maria Ulfa, R. N. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi pernikahan usia dini di Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia, 16(1), 55. https://doi.org/10.14203/jki.v16i1.428

Kantor Staf Presiden. (2021). Bidan Pilar Utama Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi.

Kirana, P. D., & Nisak, Q. (2022). The role of UNICEF in addressing child marriage issues in Indonesia. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 8(2), 216. https://doi.org/10.22373/equality.v8i2.14029

Mugni, M. (2019). Peran United Nations Children Fund (UNICEF) dalam Penanggulangan Pernikahan Dini Tahun 2016-2019 (Studi Kasus Sulawesi Barat). EJournal Ilmu Hubungan Internasional, 7(3), 1337–1348.

Muntamah, A. L., Latifiani, D., & Arifin, R. (2019). Pernikahan Dini Di Indonesia: Faktor Dan Peran Pemerintah (Perspektif Penegakan Dan Perlindungan Hukum Bagi Anak). Widya Yuridika, 2(1), 1. https://doi.org/10.31328/wy.v2i1.823

Natanael M. J., Fajar M. R., and M. R. (2013). Prevalence of Child Marriage and Its Determinants among Young Women in Indonesia. Child Poverty and Social Protection Conference, 1–27.

Pandiangan, D., Lotulung, L. J., & Sanggelorang, Y. (2020). Profil Gender Sumber Daya Manusia Universitas Sam Ratulangi Tahun 2019 berbasis Penilaian Gender (Gender Assessment). JPAI: Jurnal Perempuan Dan Anak Indonesia. https://doi.org/10.35801/jpai.2.1.2020.28277

Raco, J. . (2010). METODE PENELlTlAN KUALlTATlF: JENIS, KARAKTERISTIK, DAN KEUNGGULANNYA. In Arita (Ed.), PT Grasindo. PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Save The Children. (2020). Child Marriage: The Devastating End of Childhood.

Sitepu, M. H. (2023). PERAN UNICEF MELALUI CHILD FRIENDLY CITIES INITIATIVE (CFCI) DALAM MENANGANI PERNIKAHAN ANAK DI INDONESIA PERIODE 2016-2021. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2023). Child marriage.

United Nations Development Programme. (1994). Human Development Report: New Dimension Of Human Security (1994). In United Nations Development Programme 1994. Oxford University Press.

Yoshida, Y. H., Rachman, J. B., & Darmawan, W. B. (2022). Upaya Indonesia dalam Mengatasi Pernikahan Anak sebagai Implemetasi Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 5 (5.3). Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional, 1(3), 153–166. https://doi.org/10.24198/aliansi.v1i3.44202

Downloads

Published

2024-09-01