Pelatihan Pengukuran Antropometri Balita pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Tombulu Kabupaten Minahasa

(Training on Anthropometric Measurement of Toddlers for Posyandu Cadres in the Working Area of Tombulu Health Center, Minahasa Regency)

Authors

  • Nancy Swanida Malonda FKM Unsrat
  • Paul A.T. Kawatu Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universias Sam Ratulangi Manado Indonesia
  • Paul A.T. Kawatu1 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universias Sam Ratulangi Manado Indonesia
  • Andi N Magfirah Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universias Sam Ratulangi Manado Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35801/jpai.6.2.2025.64495

Abstract

Monitoring children's growth is crucial for determining their nutritional status. This is useful for improving nutritional status if a child is found to be malnourished. One way to monitor the growth of infants and toddlers is through integrated health service post (Posyandu) activities. Active community participation, through the role of health cadres, is necessary to support the achievement of Posyandu activities' objectives. Active, agile, and knowledgeable cadres can contribute to the success of improving the nutritional status of infants and toddlers. Anthropometric measurements on infants and toddlers must be performed correctly to avoid measurement deviations that could lead to nutritional misdiagnosis. Tombulu Community Health Center in Minahasa Regency has 11 Posyandus with 79 cadres. In recent years, these cadres have not received assistance in anthropometric measurements and determining the nutritional status of toddlers. The purpose of this activity is to improve the knowledge and skills of Posyandu cadres regarding anthropometric measurements and assessing the nutritional status of toddlers. The methods implemented include outreach, counseling, and training. The tools and materials used are Child Growth Monitoring Leaflets, Presentation Slides, LCD, toddler scales for weight training, infantometer and microtoise for height and length measurement training. Pretests and posttests were conducted to determine changes in the knowledge and skills of Posyandu cadres. The results showed that the training had a positive impact on improving the knowledge and skills of Posyandu cadres. Successful monitoring of toddler growth requires the support and active role of the government, through Community Health Centers (Puskesmas) and Posyandu Operational Working Groups (Pokjanal), to facilitate the implementation of various community health activities at Posyandu.

ABSTRAK

 Pemantauan pertumbuhan anak adalah hal penting untuk mengetahui bagaimana status gizinya. Hal ini berguna untuk memperbaiki status gizi apabila ditemukan anak dengan keadaan gizi yang tidak baik. Salah satu cara pemantauan pertumbuhan bayi dan balita adalah melalui kegiatan posyandu. Partisipasi aktif Masyarakat melalui peran kader kesehatan,  diperlukan untuk menunjang tercapainya tujuan pada kegiatan posyandu.  Kader yang aktif, cekatan, dan berpengetahuan luas dapat membantu keberhasilan dalam meningkatkan status gizi bayi dan balita. Pengukuran antropometri pada bayi dan balita harus dilakukan dengan benar agar tidak terjadi penyimpangan pengukuran yang mengakibatkan kesalahan diagnosis gizi.  Puskesmas Tombulu di kabupaten Minahasa, memiliki 11 posyandu dengan jumlah kader 79 orang. Dalam beberapa tahun terakhir para kader belum mendapatkan pendampingan pengukuran antropometri dan penentuan status gizi balita. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu mengenai pengukuran antropometri dan penilaian status gizi balita. Jenis metode yang dilaksanakan adalah  kegiatan sosialisasi penyuluhan dan petatihan. Alat dan bahan yang digunakan adalah Leaflet Pemantauan Pertumbuhan pada Anak, Slide Presentasi, LCD, timbangan balita untuk pelatihan penimbangan berat badan, infantometer dan microtoise untuk pelatihan pengukuran tinggi badan dan panjang badan. Kegiatan pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan pengetahuan dan keterampilan pada kader posyandu.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu. Keberhasilan dalam pemantauan pertumbuhan balita, diperlukan dukungan dan peran aktif pemerintah melalui Puskesmas dan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu  dalam memfasilitasi pelaksanaan berbagai kegiatan kesehatan masyarakat di posyandu.

References

Badan Pangan Nasional 2023. Badan Pangan Nasional, 2023. Badan Pangan Nas [Internet]. 2023;37. Available from: https://badanpangan.go.id/storage/app/media/2023/Dokumen PPID Berkala 2023/Rencana Aksi Badan Pangan Nasional Tahun 2023.pdf

Fitriani, S., Zahra, A. S., & Rahmat A. (2022). Efektivitas pelatihan dan penggunaan aplikasi Si Centing terhadap pengetahuan dan keterampilan kader posyandu. J Promkes Indones J Heal Promot Heal Educ. 2022;10(1):24–9.

Badan Pangan Nasional, 2023. “Badan Pangan Nasional, 2023.” Badan Pangan Nasional, 2023, 37.

Fitriani, S., Zahra, A. S., & Rahmat, A. “Efektivitas Pelatihan Dan Penggunaan Aplikasi Si Centing Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Kader Posyandu.” Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education 10, no. 1 (2022): 24–29.

Kementerian Kesehatan. “Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).” Jakarta, 2018.

———. “Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).” Jakarta, 2022.

Nainggolan N., Pandiangan D., Arunda R., Adinata H.N., Nainggolan E.A., Pangau B.H.R., Bukari S. 2025.Pemberdayaan Perempuan Masyarakat Desa Tambala Untuk Penanaman dan Pengolahan Bahan Baku Suplemen Kesehatan Terstandar. Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia 6 (2) 24-28 DOI: https://doi.org/10.35801/jpai.6.2.2025.64084

Nugraha, R., Lestari, D., & Putri, A. “Peran Kader Posyandu Dalam Pemantauan Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita Di Indonesia.” Jurnal Kesehatan Masyarakat 9, no. 2 (2021): 115–122.

Pandiangan, D. and Nainggolan, N. (2020) ‘PKM PELWAP Desa Sea Mitra Untuk Pemanfaatan Tumbuhan Obat Dan Tanaman Hias’, JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia, 2(2), p. 16. doi: 10.35801/jpai.2.2.2020.30605.

Pandiangan, D., Nainggolan, N. and Suyoko, E. (2022) ‘PKM Ibu-Ibu PKK Desa Palaes Minahasa Utara Untuk Pemanfaatan Daun atau Bunga Mangrove sebagai Minuman Fungsional’, JPAI: Jurnal …, 4 (September 2022). Available at: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jpai/article/view/43568%0;https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jpai/article/download/43568/40078

Nainggolan, N., Pandiangan, D., Arundaa, R., Adinata, H. S., Artha, E., Pangau, B. H. R., & Bakari, S. (2025).

Pemberdayaan Perempuan di Masyarakat Desa Tambala untuk Penanaman dan Pengolahan Bahan Baku Suplemen Kesehatan Terstandar. Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia 6 (2) 24-33.

Pandiangan, D., Nainggolan, N., & Maramis, R. T. D. (2025). Penyuluhan dan Edukasi Potensi Sumber Daya Alam Sekitar Sebagai Bahan Baku Obat dan Pangan Fungsional Desa Marinsow Likupang Minahasa Utara: Counseling and Education on the Potential of Environmental Natural Resources as Raw Materials for Medicine and Functional Food in Marinsow Village, Likupang, North Minahasa. Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 7(2), 68–74. https://doi.org/10.35799/vivabio.v7i2.61852

Suryani R. “Efektivitas Pelatihan Kader Posyandu Dalam Pemantauan Pertumbuhan Anak Balita Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat. 12, no. 2 (2024): 101–10.

Downloads

Published

2025-12-12