Comparison of Zooplankton Abundance Vertically and Horizontally in The Waters of Boulevard II, Manado City
DOI:
https://doi.org/10.35800/jplt.14.1.2026.65009Keywords:
comparison; horizontal; vertical; zooplanktonAbstract
Zooplankton are microscopic organisms that play an important role in the marine food chain as primary consumers and as a food source for other organisms. Their presence and composition can serve as indicators of the health of aquatic ecosystems. This study was conducted in the waters of Boulevard II, Manado City, using a plankton net equipped with a cod end. Samples were collected vertically at a depth of 5 m and horizontally along a 10 m transect. Physico-chemical parameters such as temperature, salinity, and dissolved oxygen (DO) were measured in situ at each station using a Water Quality Monitor. Zooplankton identification was carried out at the Bio-Ecology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Science, using a microscope and referring to Illustrations of the Marine Planktons of Japan (Yamaji, 1979) and WoRMS data. The results showed that the zooplankton found belonged to the class Copepoda, e.g. Nauplii, Acartia sp., Oithona sp., and Paracalanus sp.. The highest vertical abundance was recorded at station 1 with 11.51 Ind/L, while the lowest was at station 2 with 6.99 Ind/L. Horizontally, the highest abundance occurred at station 2 with 6.04 Ind/L and the lowest at station 1 with 3.21 Ind/L. These variations were influenced by temperature, salinity, and dissolved oxygen, which affect the distribution of zooplankton.
Keywords : comparison, horizontal, vertical, zooplankton
Abstrak
Zooplankton merupakan organisme mikroskopis yang berperan penting dalam rantai makanan laut sebagai konsumen primer dan sumber makanan bagi organisme lain. Kehadiran serta komposisi zooplankton dapat menjadi indikator kesehatan ekosistem perairan. Penelitian ini dilakukan di Perairan Boulevard II, Kota Manado, menggunakan plankton net yang dilengkapi cod end. Pengambilan sampel dilakukan secara vertikal pada kedalaman 5 m dan horizontal sepanjang 10 m. Parameter fisika-kimia seperti suhu, salinitas, dan oksigen terlarut (DO) diukur secara in situ menggunakan Water Quality Monitor di setiap stasiun. Identifikasi zooplankton dilakukan di Laboratorium Bio-Ekologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menggunakan mikroskop dengan acuan Illustrations of the Marine Planktons of Japan (Yamaji, 1979) dan data WoRMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zooplankton yang ditemukan berasal dari kelas Copepoda, yaitu Nauplii, Acartia sp., Oithona sp., dan Paracalanus sp.. Kelimpahan vertikal tertinggi terdapat di stasiun 1 sebesar 11,51 Ind/L dan terendah di stasiun 2 sebesar 6,99 Ind/L. Secara horizontal, kelimpahan tertinggi terdapat di stasiun 2 sebesar 6,04 Ind/L dan terendah di stasiun 1 sebesar 3,21 Ind/L. Variasi kelimpahan ini dipengaruhi oleh suhu, salinitas, dan oksigen terlarut yang memengaruhi penyebaran zooplankton.
Kata kunci: perbandingan, horizontal, vertikal, zooplankton
References
Aisoi, L. E. 2019. Kelimpahan dan Keanekaragaman Fitoplankton di Perairan Pesisir Holtekamp Kota Jayapura. Jurnal Biosilampari: Jurnal Biologi, 2(1), 6-15. https://doi.org/10.31540/biosilampari.v2i1.620
APHA-AWWA-WPCF. 1981. Standard Methods for The Examination of Water and Wastewater. APHA American Public Health Association.
Damar, A., Adiwilaga, E. M., Prartono, T. 2020. Ekologi Plankton: Teori dan Aplikasi. IPB Press. Bogor.
Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Bumi Aksara. 226 hal.
Hertika, A. M. S., Arsad, S., Putra, R. B. D. S. 2021. Ilmu Tentang Plankton dan Peranannya di Lingkungan Perairan. Universitas Brawijaya Press. 140 hal.
Hidayah, Z., Rahman, A. 2022. Distribusi Spasial Zooplankton di Perairan Dangkal yang Terpengaruh Aktivitas Antropogenik. Journal of Marine Research, 11(1), 78-86.
Hutabarat, S., Evans, S.M. 1986. Kunci Identifikasi Zooplankton. Universitas Indonesia. Jakarta. 98 hal.
Lestari, F., Prasetyo, B. 2023. Peran Parameter Oksigen Terlarut dan Suhu terhadap Kelimpahan Copepoda di Perairan Pesisir. Jurnal Oseanografi, 8(2), 112-120.
Magurran, A. E. 2013. Ecological Diversity and Its Measurement. Springer Science & Business Media. p 179.
Masithah, E. D. 2023. Buku Ajar Planktonologi. Airlangga University Press. 162 hal.
Mulyadi, H. A., Sari, N. K. 2020. Bioprospek Plankton: Identifikasi dan Peran Ekologis. Deepublish. Yogyakarta. 145 hal.
Natan, J., Khouw, S. A. 2002. Studi Komparatif Struktur Komunitas Limpet pada Zona Intertidal Pantai Berbatu Desa Oma, Pulau Haruku dan Desa Ohoiwait, Pulau Kei Besar. Ichthyos. Fakultas Perikanan,Universitas Pattimura, Ambon. 61 hal.
Nirmalasari, K. P., Lukitasari, M., Widianto, J. 2016. Pengaruh Intensitas Musim Hujan Terhadap Kelimpahan Fitoplankton di Waduk Bening Saradan. JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 2(1), 41-47.
Nontji, A. 2008. Plankton. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia-Pusat Penelitian Oseanografi. Jakarta. 331 hal.
Noventalia, I., Endrawati, H., Zainuri, M. 2012. Struktur Komunitas Zooplankton di Perairan Morosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Journal of Marine Research, 1(1), 19-23.
Novianto, A., Efendy, M. 2020. Analisis Kepadatan Copepoda (Oithona sp.) Berdasarkan Perbedaan Salinitas (Studi Kasus: Unit Kerja Budidaya Air Laut Sundak Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta). Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 1(1), 87-96. https://doi.org/10.21107/juvenil.v1i1.6850
Pratiwi, N. T. M., Iswantari, A. 2018. Keanekaragaman Zooplankton sebagai Indikator Kualitas Perairan di Muara Sungai Cisadane. Jurnal Biologi Indonesia, 14(1), 45-54.
Rahayu, S. M., Nugroho, E. D. 2024. Analisis Komparatif Kelimpahan Zooplankton Secara Vertikal dan Horizontal di Perairan Teluk. Jurnal Kelautan Nasional, 19(1), 23-34.
Rahmah, N., Zulfikar, A., Apriadi, T. 2022. Kelimpahan Fitoplankton dan Kaitannya dengan Beberapa Parameter Lingkungan Perairan di Estuari Sei Carang Kota Tanjungpinang. Journal of Marine Research, 11(2), 189-200. https://doi.org/10.14710/jmr.v11i2.32945
Rumengan, I. F. M., Rimper, J.R.T.S.L. 2016. Planktonologi. Patra Media Grafindo. Bandung, 106 hal.
Setiawan, D., Harahap, Z. A. 2019. Pengaruh Parameter Fisika-Kimia terhadap Distribusi Zooplankton di Perairan Pantai. Jurnal Akuatik, 2(2), 101-110.
Sulistiono, Yusuf, M. 2021. Pengelolaan Sumber Daya Perairan Berbasis Plankton. UI Press. Jakarta. 132 hal.
Tampi, K. K. E., Rimper, J. R., Warouw, V. 2021. Bioindeks Zooplankton di Perairan Pulau Bunaken. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 9(1), 53-63.
Thoha, H. 2004. Kelimpahan Plankton di Perairan Bangka-Belitung. Makara, Suci. 96 hal.
Wibowo, A., Kurniawan, F. 2022. Zooplankton sebagai Bioindikator Pencemaran Organik di Kawasan Pesisir. Jurnal Lingkungan dan Sumber Daya Alam, 5(1), 44-52.
Yamaji, I. 1984. Illustrations of The Marine Plankton of Japan. Oikusha. 537 hal.
Yuliana, Y., & Ahmad, F. 2017. Komposisi jenis dan kelimpahan zooplankton di perairan Teluk Buli, Halmahera Timur. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 10(2), 44-50.
Yusanti, I. A. 2019. Kelimpahan Zooplankton Sebagai Indikator Kesuburan Perairan di Rawa Banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 16(1), 33-3.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Victoria O.S.E. Utomo, Joice R.T.S.L Rimper, Robert A. Bara, Jane M. Mamuaja, Billy T. Wagey, Deiske A. Sumilat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












