Mangrove Community Structure At Asparaga Beach, Kema District, North Minahasa Regency
DOI:
https://doi.org/10.35800/jplt.14.1.2026.65206Keywords:
mangrove; community structure; line transect; Asparaga BeachAbstract
Mangrove ecosystems play a crucial role in coastal areas, particularly in North Minahasa Regency, due to their economic, physical, and ecological functions. Kema 1 Village, located in Kema District, is one of the areas with dense mangrove stands, yet information regarding its condition remains limited. This study aimed to determine the mangrove community structure at Asparaga Beach, Kema 1 Village. The study was conducted using the line transect method, established perpendicular to the shoreline during low tide. Three transects, each 100 meters long, were placed with 50-meter spacing. Each transect contained five quadrats measuring 10×10 meters. Within each quadrat, mangrove species, number of individuals, stem diameter, and parameters such as density, frequency, and canopy cover were recorded. Data were analyzed to calculate the importance value index (IVI), diversity index (H’), evenness (E), and dominance (C). Seven mangrove species were identified. The dominant species were Rhizophora apiculata and R. mucronata, while Xylocarpus granatum had the lowest values. Diversity index (H’ = 0.80), evenness (E = 0.69), and dominance (C = 0.55) indicate that the mangrove forest is relatively stable, though dominated by a single species. Further monitoring is recommended within five years to assess ecosystem changes.
Keywords: mangrove, community structure, line transect, Asparaga Beach
Abstrak
Ekosistem mangrove memiliki peran penting di wilayah pesisir, terutama di Kabupaten Minahasa Utara, karena fungsi ekonomi, fisik, dan ekologinya. Desa Kema 1, Kecamatan Kema, merupakan salah satu lokasi dengan ekosistem mangrove yang cukup padat, namun informasi mengenai kondisinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove di Pantai Asparaga, Desa Kema 1. Penelitian dilakukan dengan metode garis transek yang ditarik tegak lurus garis pantai saat kondisi surut. Tiga transek sepanjang 100 meter dipasang dengan jarak antartransek 50 meter. Setiap transek terdiri atas lima kuadran berukuran 10×10 meter. Dalam setiap kuadran dicatat jenis mangrove, jumlah individu, diameter batang, serta parameter kerapatan, frekuensi, dan penutupan. Data dianalisis untuk menghitung indeks nilai penting (INP), keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (C). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh jenis mangrove. Jenis dominan adalah Rhizophora apiculata dan R. mucronata, sedangkan Xylocarpus granatum memiliki nilai terendah. Indeks keanekaragaman sebesar 0,80, keseragaman 0,69, dan dominansi 0,55 menunjukkan ekosistem tergolong cukup stabil meskipun didominasi oleh satu jenis. Penelitian lanjutan disarankan dilakukan lima tahun mendatang untuk memantau perubahan ekosistem.
Kata kunci: mangrove, struktur komunitas, garis transek, Pantai Asparaga
References
Agustini, N. T., Ta’alidin, Z., Purnama, D. 2016. Struktur Komunitas Mangrove di Desa Kahyapu Pulau Enggano. Jurnal Enggano, 1(1), 19-31.
Bengen, D.G. 2000. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. IPB. Bogor. 120 hal.
Hariphin, R. L., Wardoyo, E. R. P. 2016. Analisis Vegetasi Hutan Mangrove di Kawasan Muara Sungai Serukam Kabupaten Bengkayang. Protobiont, 5(3), 66-72.
Hotimah, K., Sondak, C. F., Tilaar, S. O., Wagey, B. T., Rumengan, A. P., Mantiri, D. M. 2024. Struktur Komunitas Mangrove di Desa Ponto Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 12(2), 59-71. https://doi.org/10.35800/jplt.12.2.2024.57803
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Bumi Aksara. Jakarta. 138 hal.
Istomo, Ghifary, S. 2020. Asosiasi Bakau (Rhizophora apiculata Blume.) dengan Jenis-Jenis Mangrove Lainnya di Pantai Bama Taman Nasional Baluran Jawa Timur. Journal of Tropical Silviculture, 12(3), 135–143.
Ketaren, D. G. K. 2023. Peranan Kawasan Mangrove dalam Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia. Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT), 1, 73-79. https://doi.org/10.15578/jkpt.v1i0.12050
Kordi, K.M.G.H., Ghufran, H. 2012. Ekosistem Mangrove: Potensi, Fungsi, dan Pengelolaan. Rineka Cipta. 256 hal.
Kusmana. 2008. Studi Ekologi Hutan Mangrove di Pantai Timur Sumatera Utara. Biodiversitas 9(1), 25-29.
Noor, R, Yus., Khazali, M., Suryadiputra I.N.N. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PHKA/WI-IP (Wetland Internasional- Indonesia Program), Bogor. 32 hal.
Nurbaya, T. S. 2023. Struktur Komunitas Diatom di Perairan Pantai Cemara Kabupaten Lombok Barat sebagai Dasar Penyusunan Modul Sistematika Cryptogamae. Panthera: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan, 3(2), 98-125. https://doi.org/10.36312/panthera.v3i2.168
Odum, E.P., 1993 Dasar-Dasar Ekologi. Edisi ke III. Terjemahan Tjahjono Samingan. Penerbit Gadjah Mada Press. Yogyakarta. 697 hal.
Pandeirot, G. L., Rumengan, A. P., Paruntu, C. P., Darwisito, S., Ompi, M., Wantasen, A. S. 2020. Analisis Struktur Komunitas Mangrove di Kawasan Sekitar PT. Conch Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 8(2), 104-113. https://doi.org/10.35800/jplt.8.2.2020.30000
Parmadi, E. H., Dewiyanti, I., Karina, S. 2016. Indeks Nilai Penting Vegetasi Mangrove di Kaw
an Kuala Idi, Kabupaten Aceh Timur (Doctoral Dissertation, Syiah Kuala University). Jurnal Ilmiah Mahasiswa dan Perikanan Unsyah, 1(1), 82-95.
Pratama, L. W., Isdianto, A. 2017. Pemetaan Kerapatan Hutan Mangrove di Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah Mengunakan Citra Landsat 8 di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jakarta. Jurnal Floratek, 12(1), 57-61.
Rahmad, Y., Elfrida, Mawardi, Mubarak, A. 2020. Keanekaragaman Tumbuhan Mangrove di Desa Alur Dua Tahun 2019. Jurnal Jeumpa, 7(1), 341-348. https://doi.org/10.33059/jj.v7i1.2976
Schaduw. N. W. Joshian. 2016. Kondisi Ekologi Mangrove Pulau Bunaken Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi, 3(2), 64–74.
Sofian, A., Harahab, N., Marsoedi. 2012. Kondisi dan Manfaat Langsung Ekosistem Mangrove Desa Penunggul Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. El-Hayah, 2(2), 56-63.
Tidore, S., Sondak, C. F., Rumengan, A. P., Kaligis, E. Y., Ginting, E. L., Kondoy, C. 2021. Struktur Komunitas Hutan Mangrove di Desa Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 9(2), 71-78. https://doi.org/10.35800/jplt.9.2.2021.35236
Upara,U., Kusen,J.D., Sondak,C.F., Schaduw, J. N., Tilaar, S. O., Lasabuda, R. 2021. Struktur Komunitas dan Zonasi Vegetasi Mangrove Desa Darunu Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 9(1), 65-73. https://doi.org/10.35800/jplt.9.1.2021.33957
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aurelia G.P. Weey, Calvyn F. A. Sondak, Veibe Warouw, Antonius P. Rumengan, Jane M. Mamuaja, Wilmy E. Pelle

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.