ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN DI SUNGAI AIR KOLONGAN KABUPATEN MINAHASA UTARA

Authors

  • Mirza Arrazy Sumardi
  • Liany A. Hendratta
  • Fuad Halim

Abstract

Sungai Air Kolongan, adalah anak sungai yang mengalir melewati daerah Kolongan, Kawangkoan, Suwaan dan bermuara di sungai Tondano. Sungai Air Kolongan merupakan anak sungai yang bermuara langsung di Sungai Tondano dan diperkirakan akan mengangkut sejumlah sedimen ke Sungai Tondano yang selanjutnya akan terbawa masuk ke daerah waduk Kuwil dan dapat berdampak terhadap kapasitas waduk tersebut. Oleh karena itu, untuk menanggulangi masalah tersebut, di perlukan analisis mengenai besarnya angkutan sedimen di daerah ini.

Untuk menghitung angkutan sedimen di sungai Air Kolongan dititik kontrol daerah Suwaan, di gunakan metode Van Rijn dan Einstein, yang akan dianalisis terhadap data debit aliran sungai selama 10 tahun. Data debit air sungai selama 10 tahun dilakukan dengan pendekatan dengan metode NRECA, untuk analisis tersebut, diperlukan data curah hujan selama 10 tahun dan data klimatologi, seperti: temperatur, kelembaban, kecepatan angin, dan durasi penyinaran matahari.

Dari hasil perhitungan, diperoleh angkutan sedimen total berdasarkan debit andalan sungai selama 10 tahun. Debit andalan terbesar pada bulan Januari sebesar 0,682 m3/det, diperoleh hasil total angkutan sedimen dengan metode Van Rijn sebesar 0,1920 kg/det dan untuk metode Einstein dengan debit yang sama diperoleh hasil total angkutan sedimen sebesar 0,1092 kg/det. Hasil analisis angkutan sedimen diperoleh bahwa persamaan Van Rijn menghasilkan nilai angkutan sedimen yang terbesar, sehingga metode Van Rijn lebih direkomendasikan untuk menganalisis angkutan sedimen di sungai Air Kolongan. Akibat debit terbesar di bulan januari terjadi kenaikan dasar sungai sebesar 0,628 m/tahun untuk metode Van Rijn dan 0,360m/tahun untuk metode Einstein.

 

Kata kunci : Sedimen total, Sedimentasi, Sungai Air Kolongan

Downloads

Published

2018-09-26