Analisis Kualitatif Mengenai Persepsi dan Pengetahuan Masyarakat tentang Telemedicine

Authors

  • Stacy V. Budiman Universitas Sam Ratulangi
  • Gustaaf A. E. Ratag Universitas Sam Ratulangi
  • Greta J. P. Wahongan Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/msj.v4i2.44858

Abstract

Abstract: Telemedicine can expand access to services for patients in urban to rural areas with various benefits and obstacles in its impelementation. This study aimed to analyze the community perception and knowledge about telemedicine. This was a qualitative and descriptive study using primary, secondary, and tertiary data in the form of in-depth interviews with informants and direct observation. The informants in this study consisted of five key informants and five triangulation informants. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, data verification or conclusion stages, and triangulation stages. The results showed that telemedicine use in the community services was carried out to minimize face-to-face meetings between patients and doctors by using technology. The results of interviews with triangulation informants showed that the community knowledge about telemedicine was still lacking, therefore, telemedicine use in the community was still limited to those who were used to technology. There were several obstacles of telemedicine use inter alia technical barriers related to unstable internet access and low digital literacy in the community, for that reason, the telemedicine services was not optimally used. In conclusion, the community perception and knowledge about telemedicine use as a consultation media is good enough.

Keywords: telemedicine; health care; community perception and knowledge

 

Abstrak: Telemedicine dapat memperluas akses pelayanan, baik bagi pasien yang berada di wilayah perkotaan hingga pedesaan dengan berbagai manfaat dan hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan pengetahuan masyarakat mengenai telemedicine. Jenis penelitian ialah kualitatif-deskriptif dengan menggunakan data primer, data sekunder dan data tersier berupa wawancara mendalam terhadap informan dan obervasi langsung. Informan penelitian terdiri dari lima informan kunci dan lima informan triangulasi. Analisis data penelitian dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, tahapan verifikasi data atau simpulan, dan tahapan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan telemedicine dalam layanan masyarakat dilakukan untuk meminimalkan pertemuan tatap muka antara pasien dan dokter dengan menggunakan teknologi. Hasil wawancara dengan informan triangluasi menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang telemedicine masih kurang, dan penggunaan telemedicine di masyarakat masih terbatas pada yang terbiasa dengan teknologi. Beberapa hambatan dalam penggunaan telemedicine, seperti hambatan teknis terkait akses internet yang belum stabil dan rendahnya literasi digital di masyarakat, sehingga masyarakat belum sepenuhnya menggunakan layanan telemedicine. Simpulan penelitian ini ialah persepsi dan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan telemedicine sebagai media konsultasi sudah cukup memadai.

Kata kunci: telemedicine;  layanan kesehatan; persepsi dan pengetahuan masyarakat

Author Biographies

Stacy V. Budiman, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana Universitas Sam Ratulagi, Manado, Indonesia

Gustaaf A. E. Ratag , Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Greta J. P. Wahongan, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Parasitologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

References

Latifi R. Clinical telemedicine practice: from Ad hoc medicine to modus operandi. In: Telemedicine, Telehealth and Telepresence. Springer, Cham: 2021. p. 43-9.

Shirzadfar H, Lotfi F. The evolution and transformation of telemedicine. International Journal of Biosensors & Bioelectronics (IJBSBE). 2017;3(4):303-6.

Mauliana R, Misnaniarti M, Syakurah RA. Implementasi layanan telemedicine di masa pandemi Covid-19: literature review. Holistik Jurnal. 2022;16(3):279-88.

Moleong JL. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya; 2006.

Handayani PW, Indriani R, Pinem AA. Mobile health readiness factors: From the perspectives of mobile health users in Indonesia. Informatics in Medicine Unlocked, 2021;24(10):100590. Doi: 10.1016/j.imu.2021.100590.

Fransisca S, Putri RN. Pemanfaatan teknologi RFID untuk pengolahan invebntaris sekolah dengan metode (R&D) (Srudi kasus: SMK Global Pakanbaru). Jurnal Mahasiswa Aplikasi Teknologi Kompputer dan Informasi. 2019;1(1):72-5.

Prihatini D. Inovasi Digital Marketing Kunci Jenama Formula Raih Indonesia Best Brand 2022. 2022. Available from: https://www.pilar.id/inovasi-digital-marketing-kunci-jenama-formula-raih-indonesia-best-brand-2022/

Sutarsa N, Astuti PAS, Choy M, Moore M. COVID-19 pandemic: opportunity to accelerate e-health in Indonesia. Public Health and Preventive Medicine Archive (PHPMA). 2020;8(1):1-3.

Siboro RM, Suhardi. Pengaruh kepuasan pelanggan, kepercayaan pelanggan, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan dalam penggunaan Tokopedia di Batam. Ekuivalensi. 2020;6(1):118-30.

Coleman JS. Social capital in the creation of human capital. Am J Sociol. 1988;94:S95-S120.

Alvis Y. Ketimpangan kesempatan pendidikan dan literasi digital di Indonesia [Tesis]. Surabaya: Universitas Airlangga; 2020.

Downloads

Published

2023-03-19

How to Cite

Budiman, S. V., Ratag , G. A. E., & Wahongan, G. J. P. (2023). Analisis Kualitatif Mengenai Persepsi dan Pengetahuan Masyarakat tentang Telemedicine. Medical Scope Journal, 4(2), 170–177. https://doi.org/10.35790/msj.v4i2.44858