PROFIL INDIKASI PENCABUTAN GIGI DI RSGM UNSRAT TAHUN 2015

Authors

  • Astria A.P. Palenewen

DOI:

https://doi.org/10.35799/pha.5.2016.12167

Abstract

PROFIL INDIKASI PENCABUTAN GIGI

DI RSGM UNSRAT TAHUN 2015

Astria A. P. Palenewen1), Michael A. Leman1), Damajanty H. C. Pangemanan1)

1) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran  Universitas Sam Ratulangi Manado

Email : astriapalenewen@gmail.com

 

ABSTRACT

Tooth extraction was performed after knew the indication when the tooth can’t be saved anymore. There are many indications of tooth extraction, but most often caused by periodontal disease. The purpose of this study is to describe the tooth extraction indication in RSGM UNSRAT 2015. The research design used was descriptive retrospective. Data was collected secondarily from the entire medical records of patients who came to performed tooth extraction in RSGM UNSRAT on 2015. Sampling was done by total sampling technique. The sample size in this study after seeing the inclusion and exclusion criteria was 303 medical records. The result showed that the highest tooth extraction indication in RSGM UNSRAT on 2015 was pulp gangrene with 110 cases (36,30%), followed by mobile tooth with 44 cases(14,52%) and gangrene radix with 39 cases(12,87%), and the lowest were fracture and supernumerary, each as much as 2 cases(0,66%)

Keywords : Tooth Extraction, Indication

ABSTRAK

Pencabutan gigi  dilakukan setelah mengetahui adanya indikasi saat gigi tidak bisa dipertahankan lagi. Ada banyak indikasi pencabutan gigi, namun yang paling sering ditemukan adalah karena penyakit periodontal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indikasi pencabutan gigi di RSGM UNSRAT tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif retrospektif. Data yang diambil merupakan data sekunder berupa kartu rekam medik pasien yang datang untuk pencabutan gigi di RSGM Unsrat tahun 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Besar sampel pada penelitian ini setelah melihat kriteria inklusi dan ekslusi menjadi 303 kartu rekam medik. Hasil penelitian menunjukan indikasi pencabutan gigi tertinggi di RSGM UNSRAT pada tahun 2015 yaitu gangren pulpa sebesar 110 kasus(36,30%), diikuti oleh gigi mobile sebesar 44 kasus (14, 52%) dan gangren radix sebesar 39 kasus (12,87%), sedangkan yang terendah adalah fraktur dan supernumerary masing – masing sebanyak 2 kasus (0,66%)

Kata Kunci : Pencabutan Gigi, Indikasi

 

 

Downloads

Published

2016-05-10

How to Cite

Palenewen, A. A. (2016). PROFIL INDIKASI PENCABUTAN GIGI DI RSGM UNSRAT TAHUN 2015. PHARMACON, 5(2). https://doi.org/10.35799/pha.5.2016.12167

Issue

Section

Articles