KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus L.) SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper Betle L.)

Authors

  • Cynthia Wuwungan

DOI:

https://doi.org/10.35799/pha.6.2017.16947

Abstract

KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus L.) SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper Betle L.)

 

Cynthia Wuwungan1), Edwin de Queljoe1), Defny S. Wewengkang1)

1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115

 

ABSTRACT

 

            Family planning (KB) programs implemented by the government are still not able to run optimally due to the very low participation of men in contraception. This is due to the unavailability of family planning facilities, which are completely safe and comfortable for men. Betel leaf (Piper betle L.) contains alkaloids, flavonoids, triterpenoids or steroids, saponins, and terpenes, which can be benefited as natural antifertility drugs. The purpose of this study was to test the quality of spermatozoa of male white rats wistar strain after giving ethanol extract of betel leaf. This research is experimental with complete randomized design. The subjects were 24 male white rats divided into 4 groups, Group 1 was not treated and act as negative control and Group 2-4 were treated with different doses of 200, 400 and 800 mg, respectively. The treatment was performed for 50 days according to the spermatogenesis cycle. Spermatozoa quality measurements include motility, spermatozoa and morphology. The results showed that giving of betel leaf extract had an influence on the quality of spermatozoa. Based on the results of this study can be concluded that the provision of ethanol extract of betel leaves leads to decreased of spermatozoa quality.

 

Keywords: Quality of spermatozoa, antifertility, betel leaf (Piper betle L.), white rat (Rattus norvegicus L.).

 

ABSTRAK

 

Program keluarga berencana (KB) yang dilaksanakan oleh pemerintah masih belum dapat berjalan optimal akibat keikutsertaan pria dalam ber-KB masih sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh belum tersedianya sarana KB yang benar-benar aman dan nyaman bagi pria. Daun sirih (Piper betle L.) mengandung alkaloid, flavonoid, triterpenoid atau steroid, saponin, dan terpen bisa digunakan sebagai obat antifertilitas alami. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji kualitas spermatozoa tikus putih jantan galur wistar setelah pemberian ekstrak etanol daun Sirih. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Subyek penelitian sebanyak 24 ekor tikus putih jantan galur wistar yang terbagi menjadi 4, Kelompok 1 tidak diberi perlakuan dan sebagai kontrol negatif dan Kelompok 2-4 diberi perlakuan dengan dosis yang berbeda-beda yaitu  200, 400 dan 800 mg. Perlakuan dilakukan selama 50 hari sesuai siklus spermatogenesis. Pengukuran kualitas spermatozoa meliputi motilitas, jumlah spermatozoa dan morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ektrak daun sirih memiliki pengaruh terhadap kualitas spermatozoa. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun sirih menyebabkan penurunan kualitas spermatozoa.

 

Kata kunci: Kualitas spermatozoa, antifertilitas, Daun Sirih (Piper betle L.), Tikus putih (Rattus norvegicus L.)

Downloads

Published

2017-07-05

How to Cite

Wuwungan, C. (2017). KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus L.) SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper Betle L.). PHARMACON, 6(3). https://doi.org/10.35799/pha.6.2017.16947

Issue

Section

Articles