KELIMPAHAN DAN KEKAYAAN SPESIES KELELAWAR DI GUNUNG TANGKOKO SULAWESI UTARA

Authors

  • Siti N. Awalyah
  • Rooije R. H. Rumende
  • Hanry J. Lengkong

DOI:

https://doi.org/10.35799/pha.8.2019.29391

Abstract

ABSTRACT

 

Bats are included into Chiroptera that originally derived from Greek. “Cheir†means hand and “Pteros†means wing or on the different side we can say it “wing handâ€. Bats are mammals that can fly. They are nocturnal because they are active to find their food, flying at midnight, sleeping by hanging upside down during the day. They habitually do that kind of sleep because bat wings only have slight membrane which are susceptible to sunlight. Bats have two Ordo, they are Megachiroptera dan Microchirotera. The purpose of this research is to analyze abundance and richness of Bat Species in Tangkoko Mountain North Sulawesi. The method applying in this research is purposive sampling method by using Mist net. The locations of this research are coastal forest, lowland forest, sub montane forest, and moss forest. The obtained bats belong to one family, five genus, seven species with the total number of individuals is 260 bats. The species of the netted bats are Thoopterus nigrescens, Rosettus celebensis, R. amplexicaudatus, Macroglossus minimus, Nyctimene cephalotes, Cynopterus brachyotis, and Cynopterus luzoniensis. The catch rate of species of bats on Tangkoko Mountain has the result of abundance, which is calssified as low, that is 0.23 ind/net/hour/day. The richness of bat species at the second location is 1.08 that is classified as low.

 

Keywords : Bats, Abundance, Richness, Tangkoko Mountain, North Sulawesi

 

ABSTRAK

 

Kelelawar termasuk ordo Chiroptera yang berasal dari bahasa yunani  “Cheir†yang berarti tangan dan “Pteros†yang berarti sayap, atau bisa di sebut  sebagai “sayap tanganâ€. kelelawar merupakan anggota hewan meyusui yang bisa terbang. Kelelawar bersifat nokturnal karena aktif mencari makan, terbang pada malam hari dan tidur dengan bergelantung terbalik pada siang hari. Karena hal tersebut di karenakan sayap kelelawar hanya berupa selaput tipis yang rentan terkena cahaya matahari. Kelelawar memiliki dua sub ordo yaitu sub ordo Megachiroptera dan Microchirotera. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelimpahan dan kekayaan kelelawar di Gunung Tangkoko Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan menggunakan jaring kabut (Mist net). Titik lokasi penelitian yaitu hutan pantai, hutan dataran rendah, hutan sub montana, dan hutan lumut. Kelelawar yang didapat termasuk ke dalam satu family, lima genus, tujuh spesies dengan jumlah seluruh individu 260 kelelawar. Spesies kelelawar yang terjaring yaitu Thoopterus nigrescens, Rosettus celebensis, R. amplexicaudatus, Macroglossus minimus, Nyctimene cephalotes, Cynopterus brachyotis, dan Cynopterus luzoniensis. Laju tangkapan spesies kelelawar di Gunung Tangkoko, memiliki hasil kelimpahan yang tergolong rendah yaitu sebesar 0.23 ind/net/jam/hari. Kekayaan spesies kelelawar pada kedua lokasi ialah 1,08 yang tergolong rendah.

Kata kunci : Kelelawar, Kelimpahan, Kekayaan, Gunung Tangkoko, Sulawesi Utara.

Downloads

Published

2019-08-28

How to Cite

Awalyah, S. N., Rumende, R. R. H., & Lengkong, H. J. (2019). KELIMPAHAN DAN KEKAYAAN SPESIES KELELAWAR DI GUNUNG TANGKOKO SULAWESI UTARA. PHARMACON, 8(3), 671–678. https://doi.org/10.35799/pha.8.2019.29391

Issue

Section

Articles