ANALISIS MEDICATION ERROR FASE PRESCRIBING DAN DISPENSING DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT RATATOTOK BUYAT KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

Authors

  • Nurjana Usman Universitas Sam Ratulangi, Manado.
  • Gayatri Citraningtyas
  • Jainer Pasca Siampa

DOI:

https://doi.org/10.35799/pha.12.2023.42150

Abstract

Medication error is an incident causing drawbacks to patients which, in fact, can be prevented, hence, analysis of medication error in the phases of prescribing (prescription errors) and dispensing (preparing and combining drugs error) was conducted. This study aimed to discover the factors instigating medication error and its percentage in prescribing and dispensing phases. This research employed descriptive analysis in which data was gathered prospectively. Sample was collected through purposive sampling method. 218 pages prescription of outpatients of Internal Poly were recorded at pharmacy installation of Ratatotok Buyat Central General Hospital in Southeast Minahasa Regency. Study finding in prescribing phase included no doctor signature 4.58%, no concentration/dosage 2.75%, no issue date 10.55%, no age/date of birth of patients 30.27%. Meanwhile, dispensing phase only included error in eticket/label 0.91%. Based on the data above, it could be concluded that medication error in prescribing and dispensing phases at Ratatotok Buyat Central General Hospital in Southeast Minahasa Regency occurred.

 

Keywords: medication error, prescribing, dispensing, Pharmacy Installation of RSUP Ratatotok Buyat.

References

Adrini, Marlina. T, Tuti Harijanto, & Endah Woro U., 2015.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Pelaporan Insiden di Instalasi Farmasi RSUD Ngudi Waluyo Wligi. Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol. 28, Suplemen No.2

Akoria, O.A., Isah, A.O., 2008. Prescription Writing In Public And Private Hospitals In Benin City, Nigeria: The Effects Of An Educational Intervention. Can J Clin Pharmacol 15, 295-305.

Anonim. 2004. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1027/MENKES/SK/IX/2004 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek. Depkes RI, Jakarta.

Aronson, J. K. 2009. Medication Errors: Definition and Classification. British Journal of Clinical Pharmacology. 67: 599-604.

Aslam, M.,Chik, K. W., Adji,P.2003. Farmasi Klinis. PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Bayang , A.T., Pasinringi, S., Sangkala. 2013. Faktor Penyebab Medication Error di Rumah Sakit Umum Daerah Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Hasanudin. http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/ [28 Oktober 2021]

Cheung, K.C., Bouvy, M.L., Smet, P.A.G.M.D. 2009. Medication Error : The Importance of Safe Dispensing. British Journal Clinical Pharmacology. P (676-680)

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1992. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 983/Menkes/SK/XI/1992. Pedoman Organisasi Rumah Sakit Umum.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Tanggungjawab Apoteker Terhadap Keselamatan Pasien (patient safety). Jakarta

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang standar pelayanan kefarmasian di Apotek. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Dwiprahasto, I., 2004. Medication Error & Dampak Penggunaan Obat yang Rasional. UGM. Yogyakarta.

Maalangen, T. V., Citraningtyas, G., & Wiyono, W. I. 2019. Identifikasi Medication Error Pada Resep Pasien Poli Interna Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Tk. Iii Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi Volume 8 Nomor 3, 20-27.

Mansouri, A., Ahmadvand, A., Hadjibabaie, M., Javadi, M., Khoee, S.H., et al., 2014. A Review of Medication Error in Iran: Sources, Underreporting Reasons and Preventive Measures, Iranian Journal of Pharmaceutical Research 13(1): 6.

Mashuda, A. 2011. Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik (CPFB) / Good Pharmacy Practice (GPP). Menteri Kesehatan Republik Indonesia dengan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Jakarta.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2004. Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1027/MENKES/SK/IX/2004 Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

National Coordination Council for Medication Error Reporting and Prevention (NCCMERP). 2016. Diunduh 28 Juni 2022. Tersedia dari http://www.nccmerp.org/

.

National Coordination Council for Medication Error Reporting and Prevention. Medication Error. 2017. Diunduh 12 November 2021. Tersedia dari http://www.nccmerp.org/

Notoatmodjo. 2012. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Permenkes, 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 58. 2014. Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Permenkes, 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementrian Republik Indonesia.

Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta.

Pernama, A.M. 2017. Evaluasi Medication Error pada Resep Pasien Diabetes Melitus Tipe II Ditinjau dari Fase Prescribing, Transcribing, dan Dispensing di Instalasi Rawat Jalan Salah Satu Rumah Sakit Jakarta Utara [skripsi], Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Septini, 2012. Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Resep Pasien Askes Rawat Jalan di Yanmasum Farmasi RSPAD Gatot Soebroto. Depok

Sibagaring, E. 2010. Buku Penelitian Untuk Mahasiswa Diploma Kesehatan. Trans Info Media, Jakarta.

Susanti, I. 2013. Identifikasi Medication Error pada Fase Prescribing, Transcribing, dan Dispensing Di Depo Farmasi Rawat Inap Penyakit Dalam Gedung Teratai Instalasi Farmasi RSU Fatmawati [skripsi], Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Syamsuni, 2006. Ilmu Resep. EGC, Jakarta.

Timbongol, Chintia. 2016. Identifikasi Kesalahan Pengobatan (Medication Error) pada Tahap Peresepan (prescribing) di Poli Interna RSUD Bitung. Jurnal Ilmiah Farmasi. FMIPA UNSRAT. 5(3) : 1-6 ISSN 2302-2493.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta

WHO. 2016. Medication Errors. Tehnical Series on Safer Primary Care. Diunduh 12 November 2021.

Wibisana, Imas Danar, dkk. 2014. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Arah Manajemen laba. Yogyakarta: FE Universitas Atmajaya.

Widiastuti, Priskha. 2019. Gambaran Kejadian Medication Error di Instalasi Gawat Darurat RSU Elim Rantepao. FMIPA UNSRAT.

Wiedyaningsih, C dan Oetari, R, 2004. Tinjauan Terhadap Bentuk Sediaan Obat : Kajian Resep-Resep di Apotek Kotamadya Yogyakarta, Majalah farmasi Indonesia 14(4) hal : 201-207

Downloads

Published

2023-03-09

How to Cite

Usman, N., Citraningtyas, G., & Siampa, J. P. (2023). ANALISIS MEDICATION ERROR FASE PRESCRIBING DAN DISPENSING DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT RATATOTOK BUYAT KABUPATEN MINAHASA TENGGARA. PHARMACON, 12(1), 102–107. https://doi.org/10.35799/pha.12.2023.42150

Issue

Section

Articles