Analisis Pewarna Rhodamin B Pada Saus Cilok Yang Beredar Di Sekitaran Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado

Authors

  • Riya Masontik Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35799/pha.13.2024.56034

Keywords:

Saus Cilok, Rhodamin B, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer UV- Vis

Abstract

Rhodamin B adalah zat pewarna sintesis yang digunakan di industri tekstil dan kertas yang berbentuk seperti kristal dan berwarna hijau atau ungu kemerahan yang tidak berbau. Rhodamin B sering ditambahkan ke makanan, terutama saus oleh produsen yang tidak bertanggungjawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan kadar rhodamin B yang terdapat dalam saus cilok yang beredar di sekitaran kampus Universitas Sam Ratulangi Manado. Pada penelitian ini menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak/eluen n-butanol : etil asetat : ammonia (10 : 4 : 5) dan dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang maksimal 400-800 nm menggunakan konsentrasi 2 ppm. Hasil penelitian kualitatif secara KLT  menunjukkan bahwa 2 dari 5 sampel positif mengandung rhodamin B berdasarkan warna noda yang berfluoresensi orange ketika diamati di sinar UV 254 dan 366 nm dan memiliki nilai Rf yang sama dengan larutan standar rhodamin B. Kadar sampel kode A yaitu sebesar 10,35 ± 0,006 µg/mg dan pada sampel kode B sebesar 11,71 ± 0,016 µg/mg. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat saus cilok yang beredar di sekitaran kampus Universitas Sam Ratulangi Manado mengandung rhodamin B yang bertentangan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor 033 Tahun 2012.

References

Amaliyah, Nurul. 2017. Penyehatan Makanan dan Minuman-A. Ed-1. Yogyakarta : Deepublish

Ambarwati, M.F., Palupi, Patriana U. 2015. Validasi Metode Uji Kadar Albendazol dengan Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, Bogor

Badan POM RI. 2013. Peraturan Kepala Badan POM RI No. 37 Tahun 2013. Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pewarna. Badan POM RI, Jakarta

Gandjar, Ibnu Gholib.,& Abdul Rohman. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Hadriyati, Armin dkk. 2021.Analisis Rhodamin B Dalam Bolu Kukus Yang Beredar Di Kota Jambi Dengan Metode Spektrofotometer UV-Vis. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 8(1): 16-21

Nahdi, S. B. (2018). Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Pewarna Berbahaya Rhodamin B pada Saus yang Beredar di Pasar Gamping Kabupaten Sleman Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis Dan Spektrofotometer Uv-Vis. Skripsi; Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta

Putri, Yolanda Satriani. 2017. Analisis Kualitatif Penggunaan Rhodamin-B Pada Saus Cilok Di Pedagang Kaki Lima Se-Kota Mataram. S1 Thesis. Universitas Mataram

Rahmah, Zawir. 2019. Analisi Rhodamin Pada Saus Yang Beredar Di Pasaran Lhoksukon Aceh Utara Secara Kualitatif dan Kuantitatif. Institut Kesehatan Helvetia Medan

Samosir, A.S, Bialangi, N dan Iyabu Hendri. 2018. Analisis Kandungan Rhodamin B Pada Saos Tomat Yang Beredar Di Pasar Sentral Kota Gorontalo Dengan Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Jurnal Entropi, 13(1): 45-49

Sari, R.P. 2015. Identifikasi dan Penetapan Kadar Rhodamin B Pada Kue Berwarna Merah Di Pasar Antasari Kota Banjarmasin. Jurnal Ilmiah Manuntung, 1: 75-84

Tulandi, G., Sudewi, S. & Widya, L. A., 2015. Validasi Metode Analisis Untuk Penetapan Kadar Paracetamol Dalam Sediaan Tablet Secara Spektrofotometri Ultraviolet. Ilmiah Farmasi, Volume 4.

Winarti, A. T. 2019. Analisis Kadar Rhodamin-B Pada Saus Dengan Metode Spektrofotometer UV-Vis. Karya Tulis Ilmiah. Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun

Published

2024-10-31

How to Cite

Masontik, R. (2024). Analisis Pewarna Rhodamin B Pada Saus Cilok Yang Beredar Di Sekitaran Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado. PHARMACON, 13(3), 803–811. https://doi.org/10.35799/pha.13.2024.56034

Issue

Section

Articles