UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN EKOR KUCING (Acalypha hispida Burm. F.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SECARA IN-VITRO

Authors

  • Kevin Caesar Moningka

DOI:

https://doi.org/10.35799/pha.4.2015.8859

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN EKOR KUCING

(Acalypha hispida Burm. F.) TERHADAP BAKTERI

Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

SECARA IN-VITRO

 

Kevin Caesar Moningka1), Novel S. Kojong1), Sri Sudewi1)

1) Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115

 

 

ABSTRACT

 

Through the last view years, the incidence of infectious disease by microorganisms was increase, one of which is bacterial pathogens. This research aims to investigate antibacterial activity of hexane, etil asetat, and ethanol extract, and the most effective of ekor kucing leaves of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Extraction was done by maceration used hexane, etil asetat and ethanol as the solvents. The antibacterial activity test used Kirby and Bauer agar difussion method. The results was showed that all the extracts have antibacterial activity. Ethanol extract has the highest antibacterial activity compared to the other extracts against Staphylococcus aureus (19.33 mm) and Escherichia coli (18.50mm). The result of antibacterial activity test was analyzed with Oneway Anova, continue with Turkey test. The result showed that ekor kucing leaves extract with concentration 10%, 20%, 40%, 80% has antibacterial activity against the test bacterial. The concentration 80% is the most effective concentration with a high inhibition diameter of Staphylococcus aureus and Escherichia coli.

Keywords :    Acalypha hispida Burm. F., Antibacterial activity, Staphylococcus    aureus, Escherichia coli.

 

ABSTRAK

Selama beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan timbulnya penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme salah satunya ialah bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak heksana, etil asetat, etanol dan ekstrak yang paling efektif daun ekor kucing terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut heksana, etil asetat dan etanol. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar (Kirby dan Bauer). Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan semua ekstrak memiliki aktivitas antibakteri. Ekstrak etanol memiliki aktivitas antibakteri yang paling tinggi dibandingkan dengan ekstrak yang lainnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus (19.33 mm), dan Escherichia coli (18.50 mm). Hasil uji aktivitas antibakteri dianalisa dengan metode Oneway Anova, dilanjutkan dengan Uji Turkey. Data Anova menunjukkan bahwa ekstrak daun ekor kucing pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 80% telah memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji. Konsentrasi 80% menunjukkan konsentrasi yang paling efektif untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan  bakteri Escherichia coli. Hal ini terlihat dari semakin besar diameter zona hambat yang dihasilkan..

Kata kunci :     Acalypha hispida Burm. F., Aktivitas antibakteri, Staphylococcus      aureus, Escherichia coli.

Downloads

Published

2015-08-06

How to Cite

Moningka, K. C. (2015). UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN EKOR KUCING (Acalypha hispida Burm. F.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SECARA IN-VITRO. PHARMACON, 4(3), 193–202. https://doi.org/10.35799/pha.4.2015.8859

Issue

Section

Articles